"Heichou! Ini jubah anda!"
(Y/n) berterima kasih pada Anna dan menatap sebentar lambang kebebasan yang ada di belakang jubah hijau itu.
"Semoga berhasil kawan. Ingatlah, nyawa anggota regu Levi kini ada dalam tanganmu." Celetuk Kuro membuat (Y/n) tersentak kaget.
"Itu hal mudah. Mereka pasti hidup kok. Walaupun anggota tubuh mereka tidak lengkap." Balas (Y/n) kelewat santai membuat Kuro berdingik ngeri.
"Baiklah." (Y/n) tersenyum penuh tekad. "Ayo buat Levi tidak jadi ayam kecap!!"
"Salah naskah tolol." Kuro tepuk jidat dengan sifat aneh bin ajaib (Y/n).
.·:*¨༺ ༻¨*:·.
Regu (Y/n) akhirnya bergabung dengan pasukan. Banyak sekali bisik-bisik para anggota pengintai yang lain melihat regu elit milik (Y/n) yang dengan santainya memasuki barisan. Para junior yang baru masuk ke dalam pasukan menatap penasaran sekaligus kagum dengan senior yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.
"(Y/n)-heichou? Bukannya dia sudah mengundurkan diri lima tahun lalu?"
"Adanya (Y/n)-heichou akan bagus untuk ekspedisi ini!"
"Kekuatan Ackerman bersaudara pasti tidak dapat tertandingi saat ini!"
Mikasa dan Armin yang kebetulan dekat dengan para senior spontan bertanya karena penasaran.
"Anu, permisi. Orang itu, siapa? Kenapa kalian seperti terkejut?" Tanya Armin pada salah satu seniornya. Jean dan Connie juga ikut mendekat karena penasaran.
"Oh! Kalian kadet baru ya? Orang itu (Y/n) Ackerman. Dia saudara Levi-heichou dan pemimpin regu elit yang diketuai oleh mereka sendiri."
"O-oh! Ackerman? Jadi, orang itu adik Levi-heichou?" Tanya Jean memastikan.
"Ya. Komandan Erwin sepertinya memanggilnya kembali untuk membantu ekspedisi kita mengenai Yeager." Jelas senior itu membuat keempatnya mengangguk mengerti.
Disisi lain, Levi tengah menatap tajam (Y/n) yang membuang muka ke arah lain. Anggota regu mereka bahkan heran dengan interaksi keduanya yang sangat aneh.
"Tatapanmu kenapa begitu." Celetuk (Y/n) memasang raut wajah sinis.
"Hah... Aku takut kau mati, jujur saja." Balas Levi sembari menghela nafas lelah.
Erwin yang melihat itu hanya diam tak memberikan respon apapun. Pintu gerbang kemudian terbuka membuat semua orang disana deg-degan hebat terutama untuk para anggota yang baru saja masuk ke dalam pasukan. Erwin berada di garis paling depan, Hange, Mike dan (Y/n) tepat di belakang pria itu.
Baru beberapa saat keluar, Titan setinggi sepuluh meter sudah muncul tepat di sebelah kiri depan pasukan. Regu pelindung yang bertugas melindungi pasukan segera membasmi habis Titan itu.
Keluar dari kota tua, Erwin segera memerintahkan pasukan untuk membentuk formasi pengawas jarak jauh.
"Sepertinya kita berpisah," celetuk (Y/n) pada Hange.
"Ku harap kemampuanmu tidak hilang!" Sahut Hange pada temannya itu yang perlahan mulai menjauh.
(Y/n) hanya tersenyum remeh sebentar dan menuju formasi yang telah ia, Levi dan Erwin susun. Anggota regu (Y/n) yang lain berada pada formasi setengah lingkaran bersama beberapa kadet yang baru bergabung. Sedikit berisiko membuat para anggotanya menjadi regu pengawas. Yang ada (Y/n) akan mendapati tubuh mereka yang tinggal setengah.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐅𝐨𝐫 𝐓𝐡𝐞 𝐅𝐮𝐭𝐮𝐫𝐞 [𝐒𝐧𝐊 𝐱 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫𝐬]
Fanfiction[FIFTH BOOK] 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐝𝐢𝐩𝐞𝐫𝐬𝐞𝐦𝐛𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐚𝐧𝐢𝐦𝐞 𝐤𝐞𝐬𝐚𝐲𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫𝐧𝐲𝐚 𝐭𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐬𝐞𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝟏𝟎 𝐭𝐚𝐡𝐮𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐦𝐚𝐧𝐢 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚. •~• Kesekian kalinya surat...
![𝐅𝐨𝐫 𝐓𝐡𝐞 𝐅𝐮𝐭𝐮𝐫𝐞 [𝐒𝐧𝐊 𝐱 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫𝐬]](https://img.wattpad.com/cover/355836646-64-k560271.jpg)