"Untuk saat ini, kami telah menutupi Titan di dalam tembok dengan kain. Akan kami tangani lebih jauh menjelang malam." Ucap seorang anggota pengintai pada Erwin. Mereka berjalan menyusuri lorong.
Tak lama berselang suara dentingan lonceng terdengar di seluruh dinding Sina. (Y/n) yang baru saja turun dari kereta kuda langsung menghela nafas dan melihat ke arah langit senja.
"Zeke, dasar bajingan." Maki (Y/n) dan berjalan masuk untuk bertemu dengan Levi.
"Tidak dapat dipercaya dinding Rose jebol." Celetuk pria pendek yang baru saja datang. Levi menghampiri adiknya yang tengah melepas jubah hijaunya. "Cepat, Erwin memanggil."
"Kak," panggil (Y/n) membuat Levi berbalik. "Berjanjilah jangan jadi kecap."
Raut wajah Levi berubah bingung dengan ucapan adiknya itu. "Bicaramu mulai ngelantur karena kelelahan. Sebaiknya kau temui Erwin."
"Bagaimana kaki mu yang terkilir?" (Y/n) melangkah bersama kakaknya menuju ruang kerja Erwin.
"Tidak buruk, tapi sementara aku tidak bisa membantu banyak."
"Karena itulah aku disini. Kau lemah sekali, kak. Ckck, menyedihkan."
Levi hanya berdecih sebal dan berpisah dengan (Y/n) untuk menemui Hange di kandang kuda.
Malam harinya, Erwin mulai menyiapkan pasukan untuk memeriksa tembok Rose yang jebol dan juga menyelamatkan para kadet 104 yang terjebak disana. Levi yang sudah duduk di atas gerobak bersama dengan yang lainnya lalu mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sang adik yang tidak terlihat sama sekali.
"Hange, kau melihat (Y/n)?" Tanya Levi pada wanita berkacamata itu.
"Tidak." Hange ikut mengedarkan pandangannya. "Hm, dia juga tidak terlihat."
Eren, Armin dan Mikasa juga memeriksa sekitar dan tidak melihat keberadaan (Y/n) sama sekali.
Levi kemudian turun dari kereta, dia menghampiri Erwin yang ada di barisan terdepan. Melihat kedatangan Levi, Erwin sontak angkat suara.
"(Y/n) sudah pergi lebih dulu ke dinding Rose."
"Kau mengirim anak itu sendirian?" Kaget Levi.
"Tidak. Seluruh anggota regunya juga ikut. Kita tidak tau seberapa banyak Titan yang ada di dinding Rose, jadi aku mengirim seluruh regu." Erwin memandang Levi tegas. "Tidak usah khawatir, dia anak yang cerdas."
Levi hanya memandang Erwin datar dan akhirnya dia kembali ke atas gerobak.
"Jadi dimana (Y/n)?" Tanya Hange.
"Sudah pergi ke dinding Rose dengan anggota regunya. Mereka akan berusaha menahan Titan yang ada sembari menunggu kita." Jelas Levi di samping Pendeta Nick yang terus bungkam sama sekali.
"Pasukan elite khusus memang sangat luar biasa." Puji Armin membuat Levi menatapnya.
"Apa dulu (Y/n)-heichou aktif seperti ini?" Tanya Mikasa penasaran.
"(Y/n) adalah orang yang sangat jarang aktif dalam pasukan. Tapi sebagai pasukan elite, dia harus bisa menjaga seluruh pasukan pengintai." Hange menjawab pertanyaan Mikasa.
"Menjaga?" Eren berkedip. "Apa tugasnya adalah menjaga para pasukan pengintai jika sedang dalam misi?"
"Benar. (Y/n) sendiri yang meminta hal itu. Seluruh anggota regunya juga sangat mahir dalam menebas dua sampai tiga Titan dalam sekali ayunan pedang." Jelas Hange membuat ketiganya semakin di buat kagum.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐅𝐨𝐫 𝐓𝐡𝐞 𝐅𝐮𝐭𝐮𝐫𝐞 [𝐒𝐧𝐊 𝐱 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫𝐬]
Fiksi Penggemar[FIFTH BOOK] 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐝𝐢𝐩𝐞𝐫𝐬𝐞𝐦𝐛𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐚𝐧𝐢𝐦𝐞 𝐤𝐞𝐬𝐚𝐲𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫𝐧𝐲𝐚 𝐭𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐬𝐞𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝟏𝟎 𝐭𝐚𝐡𝐮𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐦𝐚𝐧𝐢 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚. •~• Kesekian kalinya surat...
![𝐅𝐨𝐫 𝐓𝐡𝐞 𝐅𝐮𝐭𝐮𝐫𝐞 [𝐒𝐧𝐊 𝐱 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫𝐬]](https://img.wattpad.com/cover/355836646-64-k560271.jpg)