Happy reading !!!
Jeno menikmati makan malam bersama keluarganya Keluarga papa nya sih. dia tampak tersenyum-senyum sendiri sambil sesekali menyuapkan makanan ke mulutnya
"Happy gitu mukanya? kenapa? suka sama apartnya ga?"Tanya sang ayah. Jeno mengangguk "Suka dad, thanks"Ayah Jeno mengangguk.
"oh iya Jen, kok mommy baru tau kalo yang tadi itu , siapa namanya?" ibu tiri Jeno mencoba mengingat-ingat kembali nama teman anaknya "Mark"Jawab singkat Jeno .
Ibu tiri Jeno tersenyum "oh iya, itu dia . kok mommy baru lihat dia ya? kamu baru temenan apa gimana?" tanyanya lagi "udah lama. cuma jarang main aja" Jeno kembali melahap makan malam nya.
Jeno benci malam ini, baru tadi sore aja mood dia bagus , bahagia, seketika ada undangan makan malam dari Ayahnya mood dia langsung berubah. tadinya dia ingin menolak tawaran makan malam nya tetapi sang mama memaksanya untuk terima undangan itu.
"Jeno selesai dad"Jeno beranjak dari duduk nya. "Jen, jangan pulang dulu daddy mau bicara sama kamu" langkah Jeno terhenti dia mengangguk dan menunggu ayahnya menyelesaikan makan malamnya.
----------------------------------------------------------------------------
Jeno berada di rooftop rumah ayahnya sekarang, dia melihat langit malam yang indah banyak bintang disana, tapi tiba -tiba dia teringat kejadian yang tidak pernah Jeno lupakan soal keluarganya.
Dia begitu ingat dulu suara Mama jeno yang selalu menangis di setiap malam, pertengkaran antara Mama dan Ayahnya. dan mimpi buruk yang sebenarnya. perceraian diantara mereka itu cukup membuat Jeno kecewa kepada orang tuanya. dan tak lama juga sang Ayah menikah lagi dengan sekertaris nya sendiri.
"Jeno" Suara berat itu menginterupsi, Jeno berbalik dan melihat ada sang Ayah disana. Jeno duduk di kursi yang memang sudah tersedia di rooftop itu.
"Jen, kamu kenapa masih jutek gitu ke Mommy?" tanya sang Ayah hati-hati. Jeno menghela nafas "Jeno masih belum bisa terima kalo daddy harus nikah lagi, baru 1 bulan daddy cerai dengan Mama tapi daddy udah nikah sama dia" Jelas Jeno.
Sang Ayah terdiam mendengar jawaban dari anak semata wayangnya. "Jeno ga bisa ngelihat Mama sedih terus, Jeno udah besar sekarang sudah mulai paham. dulu Jeno ga tahu apa yang terjadi antara daddy dan Mama" Suara Jeno mulai bergetar"Daddy selalu pulang terlambat, selalu ada bau minyak wangi perempuan lain di rumah, bahkan Jeno liat daddy pernah nampar Mama. Daddy itu jahat" sambung Jeno sambil menatap marah kepada sang Ayah.
Ayah mencoba menahan emosinya dia tidak mau memukul anaknya "Jen, daddy tahu tapi daddy mau kalo kamu anggep Mommy itu seperti kayak Mama" ucap sang Ayah . Jeno beranjak , dia ingin pergi tapi tertahan oleh ayahnya " Jen, daddy mohon. dia juga sudah berjasa di hidup daddy dan kamu" tambah sang ayah.
"apa ? berjasa? apa jasa dia di hidup daddy? membantu perusahaan naik? mencapai target? memang itu, tapi sayang dia tidak sehebat Mama, Mama bisa melahirkan seorang anak, dan jalang itu tidak bisa !" Jeno menaikan suaranya, mendengar perkataan dari sang anak, Ayah langsung mengeram " Jenorian ! jaga mulut kamu" Sang ayah menampar keras pipi putra kesayangannya.
Jeno menunduk, dia terkekeh "wow, nice dad hhh" Jeno mengangkat kepalanya menatap wajah sang Ayah " daddy harus ingat, Ibu ku cuma 1 yaitu Mama " ucap final Jeno, dia langsung pergi meninggalkan sang Ayah yang terus memanggilnya.
----------------------------------------------------------------------------
"Mark !!" Mark yang sedang membaca buku sedikit terkejut dengan teriakan sahabatnya "napa si njun?" tanya Mark. "Liaat ! idola gue makin ganteng aje si ya? Omo !! Aaaa ! Ya Allah Jaehyun Exo" Renjun ini bener bener, Mark sampe pusing kalo dia terus meneriaki idola nya sampe tuh tenggorokan kering.
"udahlah jun, dia kaga tau lo idup juga" ucap Mark dan langsung dapat bombastik side eye dari Renjun. "cih, ya biarin aja lah kan hobi" balas Renjun . "Hobi kok belok?" tambah Mark.
"YEU ! lu liat aja ya! semua akan belok pada waktunya ! termasuk lo !" wehh, mulai serem si Renjun ngomongnya.
Mark menggelengkan kepalanya, dia tak habis pikir dengan Renjun. Dia beranjak dari bangku nya dan berjalan menuju kantin. dia lapar saat ini, dia sangat menginginkan mie ayam kantin yang sangat enak ituu kalo di bayangin bakal laper juga kalian .
"bu , saya mau mie ayam nya 1 yang pedes ya?" pesan Mark, Ibu kantin mengangguk " siap den Mark" . Mark tersenyum dan menunggu makanan miliknya siap. dia memainkan handphonenya sesekali melihat sekitar kantin . ugh begitu penuh oleh anak sekolah termasuk dirinya.
tak lama pesanan miliknya datang, Mark memakan makanannya dengan tenang , sungguh mie ayam kantin itu selalu enak sepertinya mereka memakai bumbu rahasia(?) ah Mark tidak peduli yang penting perutnya kenyang.
"lu gitu terus ah, kapan lo baikan coba?" Mark mengernyitkan dahi nya, dia melihat ke arah suara yang dia dengar dan ternyata itu Karina dan Jeno. Karina terlihat sedang memarahi Jeno , dan yah Jeno masih dengan wajah tidak peduli nya.
"diem lo? kenapa gua tanya kok bisa pipi lo lebam gini anjir" Sungguh Karina khawatir sekarang takutnya Jeno di serang sekolah lain gitu , tapi kayaknya ga mungkin juga sih. "ga papa, cuma kejedot tembok doang" alibi Jeno . Tentu saja karina tidak percaya begitu saja.
"hh, lo pikir gue bego? caper banget tuh pipi ampe kejedot tembok gitu" jeno terdiam, dia meminum minuman miliknya
Mark mengalihkan pandangannya ke arah lain, dia kok jadi kepikiran Jeno terus sih?dan sekarang Mark mengkhawatirkan Jeno karna pipinya lebam , Mark mengusap wajah nya sendiri dan kembali memakanan makanannya.
"jangan bilang, ini ulah papa lo lagi jen?" tanya Jaemin. Jeno menggelengkan kepalanya pelan.Jaemin mendengus , Jeno selalu saja menutupi masalahnya.
----------------------------------------------------------------------------
Bel pulang sekolah pun berbunyi, terlihat semua siswa dan siswi berhamburan keluar dari sekolah untuk pulang ke rumah mereka
" mark, kita jadi kan ke toko buku dulu?" tanya Renjun . Mark mengangguk "jadi , tenang aja lah" lanjutnya. lucas menghampiri mereka "gue ikut ya?" tanyanya . Mark dan Renjun mengangguk.
Mark berjalan menuju ke parkiran untuk mengambil motornya dan pergi ke toko buku.
Masih ada yang nunggu book ini?
pen unpublished deh😔🙏🏿
KAMU SEDANG MEMBACA
IRONIS - NOMARK
AcakGimana kalo seorang Jenorian Ragastara cowok cuek yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada cowok manis , receh baik hati yaitu Marka Algian Pratama. " gue cuma mau Marka . Marka Algian Pratama !" Jenorian " Jenorian Ragastara , dia cuma punya...
