8

32.8K 370 83
                                        

Bian dan Anin memasuki kamar mereka. Koper Anin pun terlihat sudah rapi di pojok ruangan. Anin pun memalingkan wajah untuk menatap atasannya.

"apa rencanamu kali ini?" entah sudah hilang ke formalan dalam hidup Anin jika sudah berdua seperti ini.

"meninggalkan rumah, bukan kah kau diutus Ibuku untuk menjaga jarakku dengan pria yang dituduh gay tersebut?" perkataan Bian membuat Anin hanya menaikkan alisnya.

"lalu mengapa kita sekamar, keuntungan selalu berpihak padamu jika begini" kata Anin sambil bersedekap dada.

"bukankah membuatnya panas adalah rencanamu, bahkan kau mengeluarkan desahan saat di resto tadi adalah untuk memancingnya bukan?" telak sekali perkataan Bian benar.

Anin pun segera berberes untuk memasukkan beberapa pakaiannya ke dalam lemari yang tak jauh dari pintu kamar mandi. Di kamar ini terdapat mini walking Closet yang cukup menarik bagi Anin. Baju Anin pun tak banyak karena ia masih beberapa kali Kembali ke apartemennya.

"gunakan meja rias disana untuk menata alat kecantikanmu itu" kata Bian membuat Anin hanya menggelengkan kepalanya.

Berbeda dengan Anin yang menata pakaian dan alat kecantikannya, Bian memutuskan untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sore ini keduanya akan menghabiskan waktu di rumah.

Sesaat setelah, Bian ke luar dari kamar mandi, ganti Anin yang memasuki kamar mandi. Tak ada rasa canggung di hati Anin seolah ia sudah terbiasa tinggal dengan Bian.

Tak berselang lama, Anin telah selesai. Di kepala gadis cantik ini bertengger handuk yang membungkus rambut basahnya. Anin segera menuju ke meja rias untuk merapikan penampilannya.

"Ibu saya akan datang saat makan malam" kata Bian memberitahu Anin.

Gadis cantik ini hanya menganggukkan kepalanya saja, tapi matanya terbelak kemudian seolah teringat sesuatu.

"bagaimana kalo Nyonya Kamila tau kita tidur sekamar?" dengan Raut panik Anin bertanya.

"mungkin ia senang karena berpikir aku akan memberikannya cucu dengan cepat" jawab Bian dengan nada jahilnya

"mimpi saja kau" ketus Anin.

"bukankah dia akan senang jika kita tidur sekamar, itu tandanya kekhawatirannya berkurang bukan tentang aku yang tidak normal" kata Bian sedikit benar

"kau memang normal, bahkan buas" kata Anin kesal.

Setelah selesai dengan beberapa lotionnya Anin membuka handuk yang membungkus kepala indahnya. Ia memberikan hair tonic dan hari oil di rambutnya kemudian memijatnya dengan perlahan. Anin meikmati pijatan tangannya dengan menutup mata.

Tak berapa lama, ia merasakan pijatan selain tangannya di kepalanya. Sontak Anin membuka matanya guna melihat apa yang Tengah lelaki ini lakukan.

Dalam pantulan cermin, Anin melihat sosok Bian berdiri di belakangnya dengan mengambil alih kepala Anin dan memijatnya perlahan. Pijatan Bian membuat Anin terlena, ia memejamkan matanya Kembali dan menikmati pijatan tersebut.

"mana Hairdryermu" kata Bian membangunkan Anin dari lelapnya.

Seolah tersadar, Anin segera mencari hairdryer yang ia simpan di lemari bawah bersama dengan beberapa catok rambutnya. Anin mencolokkan kabel kemudian mulai menghidupkan alat pengiring tersebut.

Tangan Bian pun mengambil alih alat tersebut. Lelaki itu membatu Anin untuk mengeringkan rambutnya.

"baik sekali kau hari ini" kata Anin sambil menatap pantulan mereka di cermis rias

"kau hanya belum mengenalku terlalu dalam saja" kata Bian

Keduanya asik mengobrol tentang diri mereka, namun suara ketukan pintu mengalihkan keduanya.

Tok tok tok

"buka sana, cintamu pasti cemburu kau terlalu lama di kamar denganku" kata Anin mengambil alih pengering dan mematikannya.

Bian pun berjalan ke pintu sedangkan Anin mulai memberikan hair oil lagi pada rambutnya.

"Bian, temani aku menonton di kamar" Daniel berucap sambil menggenggam tangan Bian.

"oh Daniel, Ibuku sebentar lagi akan datang lebih baik kau persiapkan dirimu, tunggu aku di ruang Tengah, 5 menit lagi aku akan kesana" kata Bian kemudian menutup pintunya, bahkan Anin dapat melihat dengan jelas raut kesal yang ditampilkan oleh Daniel saat Bian dengan sengaja menutup pintunya tanpa menunggu Daniel selesai.

"kejam sekali kau dengannya" kata Anin terkekeh

"bukankah lebih kejam jika aku terlalu baik padanya" balas Bian

Keduanya kini Bersiap, Anin mengenakan Kaos polos dengan rok yang cukup Panjang bermotif, sedangkan Bian mengenakan kaos polos dengan celana selututnya. Tampilan Bian yang terlihat lebih santai ini membuat Anin terpana. Otot tangan yang sialnya terlihat seksi serta perut sixpack yang membentuk tubuh Bian terlihat sempurna.

"kau senang sekali memakan pakaian ketat" kata Anin mendekat kearah Bian kemudian memandang Bian dari atas ke bawah.

"kenapa, kau mulai terpesona dengan tubuhku?" dengan gurau Bian bertanya.

Reaksi Anin sungguh diluar dugaan Bian. Anin mendekat ke Bian kemudian menempelkan payudaranya ke lengan berotot Bian dan dengan perlahan menggesakkan payudara tersebut disana.

"bahkan kau akan turn on Ketika dadaku yang besar ini bersentuhan dengan lenganmu, bukan begitu jaguar" kata Anin dengan meremas batang penis Bian.

"Shit!!" desis Bian tertahan.

"tutup mulutmu, ayo kita le ruang Tengah sebelum cintamu mengomel tak karuan" kata Anin kemudian melangkah menuju pintu

"dasar Wanita nakal" desis Bian mengamati Anin dari belakang saat ia melihat bongkahan pantat Anin bergoyang sesuai dengan ayunan langkahnya.

Saat akan membuka pintu, Anin berbalik menatap Bian.

"Aku tak memakai dalaman Tuan" kata Anin sambil mengedipkan sebelah matanya kemudian sedikit berlari menuju ruang Tengah, sedang Bian di dalam kamar sambil mengulum senyumnya tertahan.

"nikmat apa yang akan menungguku" kata Bian kemudian mengikuti Anin menuju ruang Tengah. 

TBC!!!!!!!!!

Haiiiii kisah ini aku ubah judul dan beberapa nama pemainnya yaaa!!!!

cerita ini sudah ending di Karyakarsa milikku

part 1-10 bisa dibuka gratis dan jika kalian berminat tersedia paket dukungan ada juga voucher untuk 10 orang saja dengan kode 

"tulisanbby"

terima kasih atas dukungan kalian. selain di karyakarsa novel ini bisa dibeli melalui google playbook, link mendatang yaa. 

selain itu cerita ini tersedia di E-BOOK. 

Sleeping With Mr. HollandsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang