PLG - 03.

102 11 0
                                    

Happy reading.


"Tuan bangunlah ini sudah mau masuk jam 7 pagi, tuan harus cepat mandi dan aku sudah menyiapkan sarapannya, bangun lah tuan saya akan siapkan baju mu " ucap wonyoung berusaha membangunkan chenle.

Tapi chenle tak kunjung bangun dari tidurnya, pengasuh yang disebut wonnie oleh tuannya itu menghampiri chenle dan mengusak poninya keatas, Dan benar saja kening chenle sangat panas. Wonnie dengan panik melihat tuannya demam dan Chenle pun meraih handphone nya yang berada dari saku celananya.

Dalam panggilan

Panggilan terhubung..

Wonny:
"Doy, Lo bisa kesini nggak tuan gue demam doy cepetan doy"

Doyoung:

"Chenle demam lagi? Oke oke gua kesana sekarang"

Doyoung:

"Lu kasih chenle katak lagi ya? Nggak mungkin chenle demam jika tidak dikasih katak"

Wonnie terdiam sebentar, benar saja tadi malam dia telah memberikan chenle katak dan ini pasti penyebab dia demam, dia telah lalai sekarang dia mengakui dia sangat tidak becus menjaga chenle.

Dia sudah mengaggap chenle sebagai anak.

🐬🐹

"Jie, buka pintunya sayang, asa apa denganmu jie, buna khawatir sama kamu sayang buka pintunya ya sayang" kata jaemin sebelum dia mengetuk pintu anaknya.

Jisung membuka pintunya lebar untuk sang Buna yang sedari tadi mengetuk pintunya, dia tidak tega dengan bunanya yang memohon hanya Karna meminta pintu kamarnya.

"Sayang akhirnya kamu buka, ada apa dengan kamu sayang, kenapa tadi malam kamu terlihat sangat emosi, buna khawatir sama kamu sayang"

"Aku tidak apa apa Buna, hanya tadi malam emosi Karna macet dijalan, jadi aku nggak mood"

"Ahh hanya Karna itu sayang? Baiklah baiklah tapi sekarang turun yuk, kita sarapan kamu harus masuk sekolah baru sekarang sayang"

"Baiklah aku akan menyusul Buna, Buna duluan saja jie mau bawa tas sambil nyiapin alat tulis"

"Tidak, Buna akan tunggu kamu, cepatlah kau harus turun sama Buna!!" katanya dengan nada sedikit tinggi.

Jisung menghela nafas pasrah, dia harus mengiyakan perkataan Bunabya Karna dia sedang hamil. "Ayo Buna, jie sudah siap jie mau makan lapar" jaemin melihat dari bawah keatas bajunya jisung untuk memastikan bajunya rapih dan tidak ada yang salah. "Eung, anak Buna hebat bajunya rapih dan tidak ada yang salah" sang Buna menunjukkan senyum manisnya kepada sang anak.

"Jie, kau sudah mau masuk sekolah baru? Mau ayah antar atau mau ambil mobil sendiri?"

Jaemin menyeritkan alisnya marah pada Jeno. "Apa yang kamu bicarakan, kau harus mengantar jisung dan menemaninya sampai ruang gurunya awas aja kamu Lee Jeno, aku tidak ingin jisung membawa mobil dan wanita disana tertarik dengan jisung Karna duitnya"

Jeno mendengar dengan teliti Omelan istrinya dengan mengangguk anggukkan kepala dengan pelan. "Baik baik sayang aku akan mengantar jisung dan menemani dia sampai ruangan guru"

Jisung tersenyum kecil mendengar kedua orang tuanya bertengkar hanya Karna mengantar.

🐬🐹

Poor Little Guy | JICHEN |Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang