#9

374 32 5
                                        

.

..

....

Cahaya itu....

Sudah menghilang.

***

ִ ࣪𖤐

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ִ ࣪𖤐

Kini cahaya itu benar-benar sudah menghilang. Menjadi Gelap kembali, sunyi sekali. Halilintar dan Duri... langkah mereka terhenti, Sepertinya mereka tidak berhasil..

Halilintar menghela nafasnya secara pelan dan lembut .. Sambil menggendong si bungsu,

Oh ternyata...

"Hei, kita berhasil lagi."

Hali terkekeh, ia tau bahwa kebersamaan lebih kuat daripada apapun sekarang. Gem, gua udah bisa paham apa itu arti kebersamaan yang asli Guman Halilintar―

Tetap silau rasanya, Hali mencoba untuk mengedipkan matanya beberapa kali. Dan mencoba melihat sekitarnya kembali, terlihat janggal rasanya. Duri masih berada di gendongan abangnya itu, kepalanya pusing sekali.

"..Apa ini??.. kita dimana.." Duri menyipitkan matanya, benar benar silau sekali. Ia turun dari gendongan Halilintar, sambil mengusap usap matanya.

Halilintar terdiam, ia menyadari suatu hal. Matanya sungguh terpapar sinar sinar disana, "Sebuah desa ya.."

Duri menoleh ke arah Hali, sambil merapikan rambutnya kembali.

"Desa?? furtuna?"

Rasanya ada yang janggal, seluk beluk Desa ini seperti sudah pernah mereka lalui dan tinggali. Rasanya tak asing lagi..

Tiba - tiba Halilintar terkejut bukan main, jantungnya hampir berhenti berdetak. Furturna??? Ah iya! Halilintar mengingat cerita itu.

"jangan bilang.."

Duri menelan ludahnya, ia melihat ke arah per desaan itu kembali. Sedangkan Halilintar masih terkejut bukan main,

Duri dan Halilintar menghela nafas dengan sangat pelan dan lembut, Duri berbicara dengan nada yang kelelahan. Suaranya bahkan hampir tak terdengar karna habis―

"Desa yang pertama kali kita jumpai itu... itulah desa Furturna.."

Halilintar menggigit bibirnya, kini ekspresinya lebih kesal namun di dominasi oleh lelah. Bagaimana bisa pak tua itu menipu kita? memang harusnya tak usah mempercayainya saja Itu yang ada di dalam pikiran Hali saat ini, penyesalaan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 23, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

𝐌𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐈Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang