Happy Reading📖
••
•
...
PAPA!!
Mendengar suara itu Rajesh pun menolehkan kepalanya dan terlihat diruang tengah yang tak jauh dari tempatnya berdiri terdapat keempat anaknya.
Salah satu dari mereka menghampirinya dengan berlari kecil dan tersenyum lebar.
Hap
Anak itu memeluknya dengan erat seakan tak ingin kehilangan, sedang Dikta/Rajesh hanya bisa terdiam membeku.
Dikta/Rajesh yang mulai sadar pun dengan kaku membalas pelukan itu, dengan masih berpura-pura hilang ingatan ia pun menanyakan siapa mereka?
"Kalian siapa?"
Anak yang berada di pelukannya pun sedikit melonggarkan pelukan itu lalu menjawab pertanyaannya dengan senyuman lebar diiringi nada ceria.
"Papa, aku adalah Azziel Mahatma Adiwara putra bungsu mu" jawab anak itu.
"A-aku papamu?" tanyanya sekali lagi.
"Umm!! Ayo kita duduk dulu papa aku akan memperkenalkan papa dengan abang abang yang lain"
Setelah itu akhirnya mereka pun duduk bersama diruang tengah itu, dengan Dikta/Rajesh yang duduk di sofa dan diapit oleh 2 orang sisi nya, Azziel yang berada di sisi kanannya dan disisi kiri terdapat seorang pemuda sedikit lebih tua dari Azziel.
Didepannya terdapat 2 orang pemuda berwajah tampan namun terlihat sangat kontras.
Bagaimana tidak? Jika yang satu menatap dengan senyum manis, sedangkan satunya hanya menatap dingin kearahnya dengan wajah yang amat datar.
Dikta/Rajesh yang ditatap seperti itu hanya bisa mencoba menghindari tatapan itu dengan mengalihkan pandangannya.
Sedangkan pemuda dingin yang melihat kelakuan ayahnya hanya bisa tertawa kecil dalam hatinya, tanpa sadar senyum tipis tercetak di wajah yang semula nya datar itu.
"Jadi mari kita berkenalan sekarang!!" mendengar perkataan Azziel pemuda disamping Dikta/Rajesh pun mulai memperkenalkan dirinya.
"Papa, nama ku Nathaniel Mahatma Adiwara putra ketiga mu" ujar Nathan dengan senyuman khas nya.
"Kalingga Mahatma Adiwara putra kedua mu pa, dan apakah papa sudah mengenali nama papa sendiri?" sahutan itu berasal dari pemuda didepannya yang sendari melemparkan senyum manis ke arahnya.
"Sudah, Jeremy yang memberitahu ku saat itu" jawab Dikta/Rajesh, mendengar jawaban dari ayahnya Kalingga pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Alaric Mahatma Adiwara putra sulung mu" suara dingin itu terdengar dari arah samping Kalingga.
Semua yang berada didalam ruangan itu tertegun melihat senyum tipis diwajah yang selalu terlihat datar itu.
Tampan! Satu kata yang menggambar putra sulung dari Rajesh.
Sedangkan yang ditatap hanya menampilkan wajah bingung dan mengangkat salah satu alisnya.
Mereka yang berada disana pun sadar dari acara 'MARI MENGAGUMI PAHATAN INDAH CIPTAAN TUHAN INI' dan mulai membuka obrolan santai untuk menghilangkan kecanggungan dan mengakrabkan diri satu sama lain, sesekali si bungsu akan melempar candaan yang membuat mereka pun ikut tertawa.
Suasana mansion Adiwara yang semula dingin karena ke acuhhan sang kepala keluarga kini berubah menjadi begitu hangat.
Alaric yang melihat pemandangan didepannya hanya bisa berharap untuk kedepannya terus seperti ini dan tak pernah berubah.
~TBC~
HALOOOOO...
Hehe maafff yaaa baru up sekarang berbulan² ini banyak kali kegiatan ku wehh terutama disekolah ku, nahh sekarang udah libur panjang..
Untuk part ini cuma sedikit anggap aja ini pemanasan yaa besok aku bakal up yg lebih panjang lagi
Mwehehe.. Makasih udah dukung dan semangatin aku, aku baca komen kalian ughh terharu bgttt...
Love banyak² buat kalian..Jangan lupa vote & komen yaa...
Bye bye
Love you😘27 Juni 2024

KAMU SEDANG MEMBACA
Papa, I love you
Teen FictionDIKTA KALANDRA ELVANO, pemuda berumur 18 tahun ini hidup dengan bebas bahkan sangat bebas! Ia bahkan suka mengikuti balapan untuk memenuhi kebutuhan hidup nya, iya.. Dia hidup sendiri, ia tak tau dimana orang tuanya. Bagaimana jika seorang DIK...