"Ssttt,, aakhh"suara ringisan dari Hyunki.
" Jangan terlalu banyak bergerak dulu. "Ucap Noemie.
" Saya harap anda tidak salah paham. " Ucap Noemie.
"Salah paham tentang apa? " Tanya Hyunki bingung.
"Tentang yang tadi, saya hanya ingin memeriksa apakah ada luka lain di tubuh anda, karna anda memiliki terlalu banyak luka terutama luka tembak di perut bawah bagian kanan. Dan ada beberapa luka tusukan yang lumayan parah." Ucap Noemie.
"Jadi saya hanya ingin memeriksa apakah ada luka lainnya lagi, namun anda keburu mencekal tangan saya. " Noemie menjelaskan panjang lebar.
"Maaf, ini memang kebiasaan saya. " Ucap Hyunki merasa bersalah.
"Tidak masalah, tapi luka anda harus segera di obati. Terutama luka tembak itu, jika anda tidak keberatan saya bisa membantu anda mengeluarkan peluru itu." Ucap Noemie.
" Apakah anda adalah seorang dokter? " Tanya Hyunki dengan sebelah alisnya terangkat.
"Ya lebih tepatnya mahasiswi kedokteran tahun ke 6." Jawab Noemie sedikit merasa canggung.
"Kalau begitu tolong bantu saya" Ucap Hyunki tersenyum tipis.
Sebenarnya jika hanya untuk mengeluarkan peluru Hyunki bisa saja melakukannya sendiri. Namun melihat kepercayaan diri dari Noemie membuat Hyunki merasa enggan untuk menolaknya.
" Baiklah tolong tunggu sebentar, saya akan mengambil peralatan terlebih dahulu. " Ucap Noemie yang langsung berlari ke kamarnya.
Di meja ruang tamu, Noemie sudah membawa kotak peralatan medisnya, isinya hanya berupa beberapa obat, alkohol, kapas, perban dan sebagainya.
Tidak ada alat bedah di sana, maka dari itu ia ke kamarnya untuk mengambil alat bedahnya.
Beberapa menit telah berlalu, akhirnya Noemie kembali ke ruang tamu.
"Maaf telah membuat anda menunggu lama" Ucapnya seraya membawa kotak medis di tangannya.
"Tidak masalah" Jawab Hyunki pelan.
"Maaf saya tidak memiliki obat bius, hanya ada obat pereda rasa nyeri yang bisa anda minum setelah operasi selesai. Jadi saya harap anda bisa menahan rasa sakitnya." Ucap Noemie merasa bersalah.
"Hmm lakukan saja saya masih bisa menahannya." Ucap Hyunki tegas.
"Baiklah" Jawab Noemie.
Ia segera mensterilkan semua alat bedah medisnya, setelah itu ia memakai sarung tangan medis dan masker medis.
"Kalau begitu saya mulai" Ucapnya.
Noemie dengan cepat menangani luka tembak di perut bawah, dan itu harus cepat di tangani. Barulah ia menjahit luka di bagian lengan kiri dan mengobati luka lainnya.
Noemie di buat kagum dengan pria yang ia tolong ini, karena pada saat operasi pengangkatan peluru berlangsung, pria itu sama sekali tidak berteriak dan hanya menggertakkan gigi sambil mengepalkan tangannya.
"Selasai" Ucap Noemie merasa lega.
Setelah mengeluarkan peluru, ia juga harus menjahit luka akibat operasi dan luka sayatan akibat senjata tajam.
Noemie meringis ngilu. Jika ia yang ada di posisi pria itu maka ia sudah akan berteriak dan pingsan.
"Tuan Lee... " Ucapnya namun segera dipotong oleh suara dingin Hyunki.
"Panggil saya Hyun saja, lagi pula sepertinya usia kita tidak berbeda jauh. " Ucap Hyunki.
"Mm oke." Jawab Noemie ragu namun tetap mengiyakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRANSMIGRATION : END OF THE WORLD NOVEL
Mistério / SuspenseSebuah kecelakaan beruntun yang menimpa Noemie Diondra. Seorang dokter bedah yang masih muda meninggal. Namun entah mengapa disaat ia kembali membuka mata, dirinya malah terjebak dalam sebuah novel yang pernah ia baca. Dimana monster bertebaran di...
