CHAPTER 11

66 11 0
                                    

Warn: This story is intended for 18+, hardwords, adult and vulgar scene and The age gap between the two main characters.

Don't Forget To Vote!!
HAPPY READING

11 - Damian's way 
...

Hari berlalu dengan begitu cepat, peristiwa yang meninggalkan bekas bagi kedua insan berbeda usia itu kini telah berlalu, kendati ada yang terasa berbeda ketika salah satunya tak bertemu atau sekedar menyapa.

Bukan, Damian bukan tidak lagi peduli setelah apa yang pria itu lakukan pada Sera. Tapi karena pekerjaannya yang terlampau menumpuk, pun karena ia diharuskan bepergian ke luar kota bahkan negara demi melancarkan bisnisnya.

Sera juga menjalani kehidupan seperti biasa, hari-harinya disibukkan oleh dunia perkuliahan, tugas menumpuk yang terkadang membuat pikirannya teralihkan sepenuhnya pada kewajiban untuk mengais ilmu.

Walaupun begitu, Damian tetap menanyakan kabar Sera, sesekali mereka terlibat percakapan di telpon, Damian seolah tak keberatan dengan segala kesibukannya dan meluangkan sedikit waktunya demi memberi perhatian pada Sera.

Bahkan, sejak beberapa hari yang lalu, kiriman barang-barang mewah datang secara bertubi-tubi dari Damian yang ditujukan untuk Sera, hingga gadis itu hampir dibuat frustasi karenanya. Sera tidak tau bahwa Damian yang jatuh cinta akan menjadi segampang ini, untuk mengeluarkan uang demi memberikan barang-barang mewah yang tak ternilai harganya, tak jarang Alessandro sendiri berbicara pada Damian untuk jangan terus menerus mengirim barang-barang tersebut ke mansion.

Tentu saja, Alessandro sebagai ayah merasa tersaingi akibat tindakan Damian dalam memanjakan putrinya, Alessandro lebih dari mampu membelikan apapun untuk Sera, tapi pria dewasa dengan segala sikap otoriternya tersebut justru mengejeknya, mengatakan bahwa ia lebih pandai menyenangkan Sera dibanding dirinya sebagai ayah.

"Apa lagi ini?" Alessandro memijat pelan pelipisnya saat melihat sebuah kotak berukuran sedang berada di atas meja ruang tamu.

Sera meringis pelan melihat raut wajah Alessandro yang keruh. Ia kemudian menatap pada kotak di depannya.

"Apa Damian yang mengirim ini lagi?" Pertanyaan Alessandro itu mendapatkan anggukan pelan dari Sera.

Lagi-lagi helaan napas terdengar dari Alessandro, sungguh kepalanya sudah terasa pusing, kini di tambah semakin sakit, kala mendapati barang kiriman Damian kembali, pria itu sudah diberi peringatan berkali-kali tapi tidak berhenti juga, entah apa yang coba dia buktikan sebenarnya.

"Sepertinya ayah perlu memberi peringatan keras pada pria itu."

Sera bangkit dari duduknya lalu menghampiri sang ayah dan mengusap lembut lengan Alessandro guna menenangkan.

"Biar aku yang berbicara dengan uncle, ayah jangan terlalu memikirkannya."

"Bagaimana ayah bisa tenang? Putri ayah satu-satunya sedang coba di dekati oleh pria dewasa yang pemaksa."

Sera menipiskan bibir melihat ayahnya yang tampak frustasi, melirik pada kotak itu lalu menatap lagi pada Alessandro.

"Aku janji, ini akan menjadi yang terakhir. Aku akan berbicara dengan uncle Damian agar dia berhenti mengirim hadiah lagi, lebih baik ayah berangkat bekerja sekarang karena Sera juga harus pergi ke kampus."

BREAK the RULES Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang