CHAPTER 06

118 13 2
                                    

Warn: This story is intended for 18+, hardwords, adult and vulgar scene and The age gap between the two main characters.

Don't Forget To Vote!!
HAPPY READING

06 - Confession
...

Sera memandang penampilannya di cermin full body yang berada di kamarnya, tersenyum tipis kala menyadari bahwa kini ia telah resmi menyandang gelar mahasiswi di salah satu universitas terkenal di negara ini.

Setelah melewati beberapa waktu akhirnya Sera bisa kembali memiliki aktivitas yang menyenangkan. Setidaknya dengan statusnya kini ia tidak perlu merasa bosan karena harus berdiam diri di mansion tanpa melakukan apapun.

Pun tak lupa ayahnya yang begitu mendukung keinginannya hingga dengan tanpa ragu pria paruh baya itu membelikan sebuah mobil dengan merk ternama untuknya pergi kuliah.

Awalnya Sera merasa sedikit keberatan karena harga mobil itu tidak main main nominalnya, namun Alessandro tetaplah Alessandro, pria keras kepala itu tidak akan mendengar protesan putrinya karena ia selalu ingin melakukan yang terbaik untuk Sera, walaupun terkadang memang sedikit berlebihan, namun Sera tidak bisa menyalahkan nya karena begitulah cara Alessandro menunjukkan kasih sayang pada anak satu-satunya.

Setelah menyadari tidak ada yang kurang dengan penampilannya, Sera dengan segera keluar dari kamarnya untuk sarapan di lantai bawah.

Ngomong-ngomong, ayahnya sudah pergi beberapa saat yang lalu, sejak beberapa hari dari terakhir kali mereka jalan jalan saat itu, akhirnya Alessandro mulai beraktivitas seperti biasa. Itu pun karena paksaan darinya, karena Sera tidak ingin pekerjaan ayahnya menjadi terhambat karena dirinya.

Dan tentang pertemuan keduanya dengan Damian saat itu, Sera mulai berusaha untuk melupakannya dan menganggap pria itu iseng saja, karena sampai beberapa hari ini mereka terbukti tidak bertemu lagi. Walaupun Sera tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan, setidaknya untuk saat ini ia tidak ingin terlalu keras memikirkannya.

Melupakan masalah itu sejenak, ia kemudian menyelesaikan kegiatan sarapannya dan tanpa berlama-lama, ia segera menaiki salah satu mobil pemberian ayahnya untuk kemudian melaju meninggalkan mansion.

Setelah memakan waktu beberapa menit perjalanan, Sera akhirnya sampai di salah satu gedung dengan plang nama besar bertuliskan Hades university. Menatap plang nama besar itu membuat Sera mengingat, terakhir kali dirinya bertanya pada sang ayah tentang mengapa kampus itu di beri nama demikian, namun jawaban Alessandro terlalu sederhana dengan mengatakan mungkin saja pemilik universitas memang menyukai nama Hades sebagaimana nama itu merupakan nama dari salah satu dewa dewi dalam mitologi Yunani.

Namun di banding nama Hades yang membawa konotasi negatif, sebagai gambaran dari pemilik namanya sendiri yang merupakan dewa dunia bawah atau bahkan sering di sebut sebagai dewa kematian, mengapa pemiliknya tidak memilih nama nama dari dewa dewi yang lain, seperti Athena, Artemis, atau bahkan Aphrodite dan dewa tertinggi yaitu Zeus.

Sera menggeleng pelan dengan pemikiran absurdnya, kenapa juga dia harus memikirkan hal yang tidak penting seperti itu. Sera memutuskan untuk berjalan memasuki kawasan kampus, terlihat bagaimana padatnya orang-orang yang baru datang membuat Sera mengamati bagaimana dengan mudahnya merdeka mendapatkan teman, sementara dirinya hanya berjalan sendiri.

Setelah sampai di aula yang penuh, Sera mencari satu bangku yang strategis untuk tempatnya duduk, hingga ia menemukan satu tempat yang cukup bagus yaitu di bagian barat dekat dengan tembok namun letaknya agak ke belakang. Setelah duduk dengan tenang Sera memilih menatap sekitar yang mulai padat karena mahasiswa baru berbondong-bondong masuk demi mendapatkan tempat duduk.

BREAK the RULES Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang