[ON GOING]
𝗧𝗮𝗲𝗵𝘆𝘂𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗿𝗶𝗲𝘀 𝟯
...
Semua ini berawal dari pesta megah yang sengaja ayahnya persiapkan. Sera yang saat itu genap berusia 19 tahun dan baru saja menyelesaikan pendidikan menengahnya tiba tiba tertimpa sial karena tanpa sa...
Warn: This story is intended for 18+, hardwords, adult and vulgar scene and The age gap between the two main characters.
Don't Forget To Vote!! HAPPY READING
12 - Alessandro's annoyance ....
"Kau tidak pernah berubah David."
Sera berucap sembari menatap sepupunya yang kini tengkurap di atas ranjang miliknya dengan kondisi shirtless, menampilkan punggung lebarnya. Namun, bagi Sera yang sudah biasa melihatnya pun tak berkomentar lebih, selain menghela napas karena kini kasurnya jadi kusut akibat pergerakan tubuh yang tidak bisa dikatakan kecil tersebut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bagaimana ya, Sepupunya ini masuk ke dalam salah satu jajaran pemuda impian para gadis. Memang, sebagai cucu lali-laki satu-satunya Gustave, David bisa dikatakan memiliki banyak sekali potensi yang bisa digunakan untuk menggaet gadis dari kalangan manapun. Apalagi statusnya sebagai pewaris perusahaan besar milik ayahnya, nama David John Allenard sudah pasti banyak mencuri perhatian orang-orang.
David bukan tipe pria yang akan memanfaatkan statusnya untuk menarik perhatian wanita, David justru pasif jika sudah berhadapan dengan lawan jenis–kecuali Sera dan adiknya tentu saja–yang terkadang mengajaknya berkenalan. Meskipun begitu, David beberapa kali pernah menjalin hubungan dengan wanita-wanita yang memiliki usia di atasnya, walau terkadang terhitung memiliki tenggat waktu yang singkat.
"Pinjam kasurmu sebentar, aku cukup lelah karena perjalanan jauh. Tubuhku rasanya kaku karena harus duduk berjam-jam di pesawat." Gumam David yang kini memilih menenggelamkan wajahnya di bantal.
Aroma manis Sera memenuhi indra penciumannya, membuat ia sedikit rileks dan kantuk perlahan menariknya.
Sera menggeleng pelan, merasa sedikit kasihan pada sang sepupu. Sera memilih mengalah dan segera membersihkan dirinya sendiri, karena ayahnya sebentar lagi akan pulang. Tak lupa ia menyelimuti tubuh David, walaupun pria itu mengeluh gerah tapi udara perlahan berubah dingin karena sebentar lagi menjelang malam, Sera tidak mungkin membiarkan pria itu mengigil kedinginan.
Sementara David telah terlelap nyaman dalam tidurnya.
Tak butuh waktu lama, Sera telah selesai dengan kegiatan membersihkan dirinya. Di balut dengan setelan santainya, Sera yang baru keluar dari walk in closet pun melirik ke atas ranjang, posisi David belum berubah, menandakan betapa nyenyak tidur pria itu.
Sera yang tidak ingin mengganggu tidur David pun memutuskan untuk keluar dari kamar.
Menuruni satu persatu anak tangga, Sera melihat beberapa pelayan berlalu-lalang membawa nampan dan camilan. Ia kemudian mengernyit bingung, melirik jam besar yang berdiri tak jauh dari tempatnya, mungkinkah ayahnya pulang satu jam lebih cepat?
Hingga, saat kedua kakinya telah menapak tangga terakhir, Sera bisa melihat kehadiran Alessandro yang terduduk dengan kopi di tangannya. Dan satu lagi presensi wanita dewasa yang asing. Mengamati bagaimana sikap tak acuh Alessandro pada kehadiran wanita itu membuat ia semakin penasaran.