CHAPTER 00

301 20 2
                                    

Warn: This story is intended for 18+, hardwords, adult and vulgar scene and The age gap between the two main characters.

Don't Forget To Vote!! HAPPY READING

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Don't Forget To Vote!!
HAPPY READING

00 - Begin
....

Cuaca yang begitu dingin di tengah turunnya salju menjadi hal yang paling banyak di sukai oleh anak-anak, karena mereka akan berlarian kesana kemari bersama teman-temanya tak peduli dengan tubuhnya yang ikut mendingin karena suhu yang begitu rendah.

Menikmati pemandangan orang-orang yang beraktivitas di tengah cuaca ekstrem menjadi hal yang biasa di negara ini, mereka yang memang sudah tahan dan kebal akan dinginnya suhu pasti terlihat biasa saja dan cenderung tetap melanjutkan kegiatan mereka, seolah butiran putih yang berjumlah banyak itu bukanlah sebuah halangan.

Hal yang sama pun di rasakan oleh seorang gadis dengan satu koper besar di tangannya, tak lupa tas selempang di bahunya serta pakaian tebal yang menyelimuti seluruh tubuh kecilnya.

Serafina Gustave, atau yang sering di panggil Sera oleh orang orang terdekatnya. Bertempat di depan sebuah mansion megah, ia sedang menunggu jemputan yang akan mengantarkan dirinya ke bandara, mengingat hari ini adalah hari kepulangannya ke negara asal ia di lahirkan.

Tinggal jauh dari kedua orang tuanya sejak umurnya menginjak 10 tahun membuat Sera begitu merindukan mereka, walaupun mereka juga sering berkunjung untuk menjenguknya namun tetap saja, semua itu tidak bisa mengobati rasa rindunya.

Walaupun begitu Sera tetap menjalani hidupnya dengan baik karena ia tidak tinggal sendiri di sini, ia di rawat oleh paman dan bibi nya, bahkan Sera sudah menganggap mereka seperti orang tua keduanya.

"Astaga sayang kenapa berdiri di sana? Kau bisa membeku jika seperti itu." Sebuah suara membuyarkan lamunannya.

Sera menoleh dan menemukan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik walaupun usianya sudah menginjak kepala 4, Sera tersenyum tipis melihat kekhawatiran bibinya itu.

"Aku sedang menunggu paman Harri bi."

"Kau bisa menunggunya di dalam sayang, kalau begini yang ada kau bisa sakit karena terlalu lama berdiri di tengah cuaca dingin. Kau nakal sekali, bukankah aku sudah menyuruhmu untuk duduk tenang di ruang tamu, bibi tinggal sebentar mengambil minum dan kau sudah hilang." Oceh Juliana sembari mencubit gemas pipi keponakannya.

Sera hanya tertawa mendengar omelan bibinya, lalu dengan cepat memeluk bibinya dengan erat.

"Sekarang hangat." Ujarnya dengan cengiran lebar yang di balas kekehan oleh Juliana.

Keponakannya ini memang pandai sekali mengambil hatinya, tidak pernah sekalipun Juliana bisa marah terhadap Sera, bahkan sebesar apapun kesalahan gadis itu, Juliana akan tetap menyayanginya.

BREAK the RULES Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang