DM.24

5.1K 299 13
                                        

Votenya jangan lupa
Komennya juga
.
.
Tandai typo nya
.
.
.
~oOo~

DUAPULUHEMPAT

..

BISMILAH
______________________________________


"Nih,"gus Alzam menyodorkan sebuah ponsel.

Shafiyah yang tengah duduk sambil menghafal,menatap gus Alzam dengan pandangan heran.

"Apanih?"tanya Shafiyah.

"Hp kamu,aku lupa kasihin,"kata gus Alzam.

Shafiyah mengangguk
"Oh oke,makasih."Shafiyah menerima ponsel nya kembali.

Lalu memainkannya sesaat,ia memutuskan menghubungi Shakira.

Tak lama setelah itu,sambungan telepon tersambung.

"Halo Kira."

Gus Alzam menoleh,melihat Shafiyah yang sedang telponan,ia tahu bahwa istrinya itu sedang menelepon Shakira.

"Iya halo kak,"

"Kamu apa kabar?"

"Alhamdulillah baik.kak Shafiyah sendiri bagaimana?"

"Baik juga,udah ada tanda tanda belum?"

"Huh?tanda tanda?maksudnya kak?"

"Ihhh calon ponakan aku,"

Gus Alzam langsung mendelik,Shafiyah menyadari tatapan tajam suaminya,ia tak mau menatap atau bahkan melirik suaminya sedikit pun.

"Hehehe doain ya kak."

"Pasti!btw,kamu udah official ya?wahhh."

Mata gus Alzam semakin melotot tajam
"Shafiyah."tegur gus Alzam.

Jika sudah memanggil nama asli,Shafiyah paham bahwa suaminya sedang menegurnya.

Shafiyah hanya bisa menyengir.

"Kak?"

"Eh iya,kamu sibuk gak hari ini?"

"Kebetulan hari ini aku lagi gak sibuk.kenapa memangnya kak?"

"Jalan jalan yuk,"

"Boleh,tapi naik apa?mobil gus Adam lagi dibengkel."

"Emm,bentar ya kak Shafiyah tanya suami kakak dulu."

"Iya."

Shafiyah membisukan sejenak,lalu menghampiri gus Alzam.

"Abi,"panggil Shafiyah.

Gus Alzam menoleh
"Hm?"

"Fiyah mau jalan jalan,permintaan bayi."tutur Shafiyah.padahal dirinya lah yang ingin jalan jalan bersama adiknya.

"Permintaan bayi atau permintaan kamu?"tanya gus Alzam.

Shafiyah menyengir
"Permintaan bayi,bonusnya permintaanku."

Gus Alzam menghela napas berat,ia tak menjawab.

Shafiyah cemberut,bahunya merosot ke bawah.perlahan Shafiyah kembali mengambil ponselnya.

"Shakira,kakak gak jadi-"

"Bersiaplah humairah,aku tunggu dibawah."ucapan gus Alzam membuat Shafiyah gembira bukan main.

Gus Alzam pergi,ia memilih menunggu Shafiyah dibawah.

"Kak?kak Shafiyah gak jadi ikut ya?yah ... padahal aku udah ngajakin gus Adam,dan dia mau."

DILAMAR MENDADAK [SEGERA TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang