DM.04

9.3K 388 8
                                        

Votenya jangan lupa
Komennya juga
.
.
Tandai typo nya
.
.
.
~oOo~

KEEMPAT

..

BISMILAH

DEG!

"B-bukan gus Alzam kok," elak Shafiyah, ia menyembunyikan hadiah pemberian gus Alzam tadi.

Neysa yang terbangun karena suara tadi, menatap curiga pada Shafiyah.

"Udah ngaku aja Shafiyah, saya denger kok suara gus Alzam tadi. Pasti dia mau ngasih hadiah'kan?secara tadi kan kamu bantuin ambilin sendalnya di atas pohon," kata Neysa, lalu kembali tidur.

Shafiya bernafas lega, lekas ia menutup pintu dan menguncinya.

Shafiya kembali ke tempat tidurnya, sebelum tidur ia masih menatap hadiah tadi.

"Kira kira apa ya?"

Karena sudah tak tahan akan rasa penasarannya, akhirnya Shafiya membukanya.

Saat bingkisan kado itu terbuka, Shafiyah terkejut dengan isinya.

"Mukena?" bingungnya.

Kenapa gus Alzam memberinya hadiah mukena?

"Kan kalau peci gak mungkin,secara kan saya perempuan," gumam Shafiyah,ia masih berpikir positif.

Karena memang sudah mengantuk, Shafiyah memutuskan untuk tidur.

..

Sedangkan dilain tempat, gus Alzam masih merenung.

"Mudah mudahan Shafiyah suka dengan mukenanya," gumam gus Alzam.

Ya, semenjak Shafiyah mengambilkan sendalnya sore tadi, ia memutuskan untuk membelikannya mukena dengan warna abu-abu serta ditambahkan motif bunga bunga kecil.

Malam ini, entah mengapa bayangan wajah Shafiyah terlintas begitu saja dibenak gus Alzam.

Gus Alzam mencoba mengusir bayang bayang wajah Shafiyah, tetapi wajah gadis itu selalu muncul.

"Astagfirullah," gumam gus Alzam, sudah berapa kali ia ber istighfar.

Karena merasa kesal, gus Alzam memilih tidur meskipun tak bisa tidur, ia memaksa.

******

Pagi menjelang, seperti biasa, beberapa santri akan sibuk. Dimulai dari ada yang masuk kelas, dan ada yang dihukum.

Masih pagi tapi sudah dihukum. Siapa lagi kalau bukan Shafiyah.

"Ayo dong gus, udahan dong hukumannya," rengek Shafiyah.

Gus Alzam sama sekali ta melirik Shafiyah yang sedari tadi memohon ampun.

"Gus ...... Fiyah mohon ....."

"Saya bukan Allah sehingga kamu meminta permohonan seperti itu, lebih baik minta ampun saja pada Allah."

"Ish!"

DILAMAR MENDADAK [SEGERA TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang