Bab 1 Mari putus

3K 66 0
                                        

"Cari tempat yang sejuk dan tunggulah aku di sana. Aku akan datang menjemputmu!"

Wu Qiqiong meletakkan ponselnya, dan menggosok tangannya dengan sehelai kain. Dia masuk ke dalam ruangan untuk berganti pakaian, dia sedang merasa melayang di awan saat ini.

"Apa dia sudah sampai?" ibu Wu Qiqiong menghampirinya dan bertanya.

Dengan tangannya yang kasar dia menarik singletnya, Wu Qiqiong melihat ke samping ibunya. Matanya yang besar dan berbinar tidak bisa menyembunyikan seringai lebarnya.

"Hampir sampai."

Hari ini, untuk pertama kalinya pacar Wu Qiqiong akan bertemu orang tuanya.

Panas yang sangat intens dari matahari yang membakar telah merusak semangat belalang untuk bernyanyi. Ada tong sampah besar tidak jauh dari rumah Wu Qiqiong. Begitu mendekati periode tahun ini, bau busuk akan melayang ke setiap rumah. Wu Qiqiong berjalan melewati tong sampah itu dan sebatang stik es krim menempel di telapak sepatunya. Dia melangkah keras dan menggosokkannya ke tanah, mengirim ribuan lalat melarikan diri ke segala arah.

Yue Yue berdiri di pintu masuk gang. Wajahnya penuh kecemasan dan ketidak sabaran.

Melihat Wu Qiqiong berjalan menuju ke arahnya, Yue Yue tidak bisa menahan rasa jijik. Dia tidak bisa mengatakan apakah itu karena lapisan lemak yang menggantung di sekitar pinggangnya, atau dua helai rambut yang mencuat dari kepalanya, atau karena wajah kotor yang terkena asap dapur...

"Ayo pergi. Makanannya sudah mau siap," kata Wu Qiqiong sambil menggenggam salah satu tangan Yue Yue.

Yue Yue menarik kembali tangannya dengan kasar. Wajahnya tersembunyi oleh bayangan. Matanya yang romantis terlihat dingin.

"Kenapa? Kau gugup?" goda Wu Qiqiong, tersenyum hangat. "Jangan khawatir. Ibuku berasal dari pedesaan, dia tidak akan membuatmu kesulitan. Dia sangat senang mengetahui kau akan datang. Dia sudah menantikannya sejak dua hari lalu dan bahkan pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan pagi ini."

"Mengapa tidak... kita putus saja?!" kata Yue Yue.

Wu Qiqiong merasa seperti dia salah dengar, dia menatap Yue Yue dengan mata terbelalak. Kehilangan kata-kata untuk sementara waktu.

Yue Yue melanjutkan, "Ini benar-benar membosankan dengan hubungan kita yang seperti ini."

"Bagaimana bisa membosankan? Aku merasa ini sangat menyenangkan," jawab Wu Qiqiong.

Yue Yue tersenyum pahit, "Hanya kau yang merasa begitu."

Setelah mengucapkan itu, dia memutar kepalanya untuk pergi. Wu Qiqiong segera mengejarnya.

"Yue Yue. Kita sudah bersama selama tujuh tahun. Kita tidak bisa putus begitu saja, kan? Setidaknya berikan aku alasan."

Yue Yue mengalihkan pandangannya. "Seven year itch*, apa itu cukup valid?"

*Seven year itch, fenomena di mana banyak pasangan mengalami ketegangan atau kebosanan dalam hubungan mereka setelah sekitar tujuh tahun berjalan.

"Kita bisa garuk jika gatal!"

"Garuk pantatku!" Yue Yue meledak. Bibirnya yang lembut memuntahkan racun. "Dengar baik-baik. Hentikan omong kosongmu itu. Aku tidak punya waktu untuk bercanda denganmu. Mulai sekarang, kita secara resmi putus."

"Selama ini kita baik-baik saja, bagaimana bisa kita putus begitu saja?" Wu Qiqiong masih berusaha keras memperjuangkan cintanya. "Katakan padaku, apa ada sesuatu yang telah kulakukan? Aku bisa berubah."

Yue Yue menggeleng kesal. "Semuanya. Pergi dan lahir kembali!"

Wu Qiqiong, menolak untuk menyerah begitu saja, berkata: "Aku tidak percaya."

"Kau masih tidak percaya? Alasan apa yang kau miliki untuk bisa mengatakan itu?" Karena marah, dua semburat merah muda muncul di wajah cantik Yue Yue. "Aku telah menyelamatkan harga dirimu dengan tidak mengatakannya. Dan kau masih bertanya kepadaku? Karena kau berani bertanya, maka kita akan membicarakannya."

Wu Qiqiong memfokuskan telinganya untuk mendengarkan dengan seksama, berusaha untuk terlihat seperti ingin berubah.

Yue Yue mengambil napas dalam-dalam dan menunjuk ke dagu Wu Qiqiong. "Ayo mulai. Sejak kita bersama, berapa banyak berat badanmu telah bertambah? Kau begitu kurus saat masa kuliah kita! Begitu bugar! Dan lihat dirimu sekarang. Tenggelam lebih dalam ke dalam tanah dengan setiap langkah yang kau ambil. Rasanya seperti aku sedang membawa anjing Mastiff Tibet jalan-jalan ketika aku bersama denganmu."

Wu Qiqiong menyerukan keberatannya. "Bukankah kau pernah bilang bahwa pria kurus membuatmu merasa tidak aman?"

"Ya. Aku pernah bilang begitu," Yue Yue melemparkan tasnya. "Tapi sekarang kau merasa aman, kan? Sangat aman hingga aku ingin menitikkan air mata. Tahukah kau? Aku pernah bermimpi tentang ini.  Kita memiliki orang lain diantara kita, dan aku selalu bangun sambil tersenyum setiap saat itu terjadi.

(BL Terjemahan) Counter AttackCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang