~•Meet again in the canteen•~

75 5 0
                                    

Suasana kantin sangat ramai karena memang waktu nya untuk jam istirahat.
Mei dan Yoo-Jung berada di tempat duduk paling ujung. Yoo-Jung yang datang dengan membawa dua mangkuk yang berisi Topokki dan Ramyeon. Di kantin mereka memang menyediakan bermacam-macam makanan Junk-food jadi mereka bebas memilih makanan apapun yang mereka inginkan.

Yoo-Jung pun duduk berhadapan dengan Mei. ya, mereka hanya berdua karena dari semasa kecil mereka memang sudah saling kenal dan nyamannya hanya berdua.

Orangtua mereka masing-masing saling mengenal dengan dekat dan baik.
Orangtua Yoo-Jung yang bergerak pada bidang Bank juga "Kim Shinhan Group". Maka dari itu, mereka menjalin ikatan kerja sama yang erat dan sangat berkompeten.

Yoo-Jung hanya memiliki kakak laki-laki Kim Joo-Heun sekarang kakak nya itu sedang berkuliah di negara Amerika Serikat lebih tepatnya di ibu kota Washington DC.

***********

"Btw, lo kenal sama senior kita yang baru? maksud yang gw bilang di kelas tu ya itu orangnya. terus gw denger-denger juga dia baru masuk sekolah sekitar 4 hari yang lalu tapi udah jadi ketua Ekskul Basket. Keren banget si, menurut gw keliatannya juga dia kayak laki-laki yang Positive vibes gitu ditambah maybe dia termasuk anak yang pintar juga" Jelas Yoo-Jung dengan wajah yang menebak-nebak.

"gw gak kenal dia siapa, lagian juga gak penting kan mau dia siapa juga" Timpal Mei dengan lidah yang kelu mengucapkan kata-kata seperti itu.

"Dari pada kita bahas dia yang enggak ada udah nya. mending, kita cepet-cepet abisin nih makanan bentar lagi jam olahraga harus ganti seragam dulu" Terang Mei dengan sedikit terburu-buru memakan makanannya.

"Yes, benar sekali gw gak mau kena omel pak Young-Jinn yang super-super galak. Gw ngeliat tampang nya aja udah serem banget apalagi kena omel bisa-bisa mampus kita ditangan nya"

setelah acara drama yang cukup panjang dari kantin hingga ruang ganti mereka berdua pun segera berlari ke lapangan olahraga sesuai dengan perintah guru olahraga tersebut.

pembelajaran yang akan kelas mereka lakukan adalah bermain Bola Basket. Tentunya, tidak mudah bagi sebagian para siswa/siswi, Rata-rata siswi yang tidak cukup mahir memainkannya.

Bunyi peluit nyaring pun akhirnya terdengar itu berarti mereka harus dalam posisi barisan masing-masing dengan keadaan yang teratur. Pak Young-Jinn yang pada prinsipnya suka dengan kedisplinan maka sebagian para siswa yang terlambat menuju lapangan olahraga akhirnya mendapatkan hukuman melakukan Push-up sebanyak 15×.

"Kalian itu harus menjadi murid yang disiplin dan tepat waktu. Hal itu sangat menguntungkan juga bagi kalian dan kalian juga sangat-sangat mengetahui sifat saya. yaa, saya tidak suka dengan keterlambatan dan ketidakdisplinan. Untuk itu bapak kasih peringatan sekali lagi. Disetiap pelajaran olahraga saya, jika ada murid yang terlambat lagi saya tidak segan-segan memberi kalian semua nilai KOSONG, pada pelajaran olahraga dan saya tidak akan mentolerir hal tersebut MENGERTII!!!!!" Pak Young-Jinn menjelaskan dengan aura yang sangat tegas dan menyeramkan tatapan nya sangat-sangat tajam.

"Mengerti Pakkkk"

Jawaban serempak pun mereka keluarkan sekencang-kencang nya agar tidak semakin panjang urusan dengan guru olahraga satu ini.

Para murid mulai berbaris menjajar ke belakang mereka akan belajar teknik dribbling. Teknik yang sering dilakukan oleh olahraga ini, metodenya yaitu membawa bola dengan cara memantul-mantulkannya ke lantai dengan satu tangan atau secara bergantian sambil berjalan atau berlari.

Teknik dribbling ini dapat berguna melindungi bola agar tidak direbut lawan. Murid pun akhirnya mencoba teknik tersebut satu per satu. ditengah tengah jam permainan tersebut tiba-tiba datang segerombolan laki-laki sekitar 5 orang di gadang-gadang juga mereka adalah famous di sekolah ini dan mereka terkenal dengan geng "AMPAS".

Monster under the bedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang