~•Very deep feelings•~

76 8 1
                                        

di sebuah ruangan berwarna merah terdapat seorang gadis yang tengah duduk di kursi.
dengan memegang beberapa foto dan lihat foto itu satu-satu. senyum smirk pun ia keluarkan.

dengan sedikit berteriak gadis itu memanggil seseorang yang sedang berjaga di luar pintu itu.

"Jonas"

orang yang di panggil Jonas itupun memasuki ruangan tersebut.

"Iya nona, ada yang bisa saya bantu" tanggap Jonas dengan tubuh yang berdiri tegap dan wajah yang tegas.

"Saya minta kamu carikan semua informasi tentang laki-laki ini. dalam waktu 1×24 jam kamu sudah dapat semua data-data informasi nya." pinta gadis itu dengan wajah yang sedikit angkuh ditambah dengan senyum smirk yang begitu khas.

"Baik nona. apa ada lagi permintaan yang lain?"

"tidak Jonas sekarang kamu bisa keluar dari ruangan dan saya tidak mau terlalu lama untuk menunggu mengerti??"

"mengerti nona saya permisi" akhirnya Jonas meniggalkan ruangan itu. perintah dari nona nya.

"Hm" hanyalah balasan itu yang menjadi penghujung pembicaraan.

Jonas allinson. dia adalah tangan kanan dari Emily Mei pemegang satu-satunya semua kekuasaan dan kekayaan dari keluarganya.

Jonas bekerja eitss lebih tepatnya mengabdi kepada keluarga Mei. sejak Mei masih berumur 5 tahun. perbedaan usia antara Mei dengan Jonas adalah sekitar 15 tahun. jadi sekarang Mei berusia 18 tahun dan Jonas 33 tahun. kenapa Mei memanggil dengan nama? tidak ada embel-embel paman atau kakak atau yang lain sekiranya masih sopan??.

Jawabannya karena itu permintaan dari Jonas sendiri kepada Mei untuk memanggilnya dengan nama saja kesannya lebih enak didengar dan tidak canggung. padahal, Mei awalnya memanggil paman Jonas tapi ya seperti itu jadinya ya sudahlah Mei hanya bisa menurut dengan permintaan Jonas.

***********
Keesokan hari nya Mei yang malas pergi sekolah pun akhirnya memutuskan untuk meliburkan dirinya sendiri.

disaat sedang asik-asik nya menonton drakor di kamarnya sendiri. tiba-tiba ponsel Mei yang sedang di cas dekat dengan nakas berbunyi menandakan ada yang menelponnya. awalnya Mei menghiraukan panggilan itu tapi lama-lama terdengar semakin berisik di telinga Mei sendiri.

Mei beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil handphone lalu melihat nama pemanggil yang tertera pada handphone tersebut.

ternyata yang memanggil adalah Yoo-Jung. dengan malas Mei menggeser tombol hijau pada layar handphone nya.

"ada apa?"
Mei yang to the point pun membuat Yoo-Jung merasa kesal

"harusnya gw yang nanya kayak gitu ke lo. ada apa lo gak masuk kelas hari ini??" Yoo-Jung menaikkan satu oktaf suaranya

"Gw lagi males masuk. ya, jadinya gw gak mau ke sekolah" Mei menjawab dengan santai nya.

"Lo gak mikirin gw, nanti gw ke kantin sama siapa? terus gw mau curhat ke siapa? gw bakalan kangen sama lo kalo lo gak masuk sekolah" Yoo-Jung membuat suaranya menjadi manja aduhayyy.

Mei memutar bola matanya dengan malas Mei menjawab

"ya, lo tinggal samperin aja crush lo itu susah banget, lo ajak curhat tuh dari A-Z"

"Ishhh nanti bisa-bisa rahasia gw nge-crush dia bakalan ke bongkar dong" Yoo-Jung memanyunkan bibir nya diseberang sana.

"itu mah DL si Derita Lo"

bagaikan di hunus besi panas tepat ke jantung Yoo-Jung perkataan Mei sangat-sangat menyakitkan.

"Kok lo gitu si, jahat huhuhuhu"

Monster under the bedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang