Taehyung menatap Yoongi dengan tatapan seolah bertanya, 'apa selanjutnya?'
Yoongi diam, tak menjawab, lalu kembali memandangi pintu itu.
Tak lama kemudian, terdengar derapan kaki, membuat mereka refleks berbalik.
"Astaga, kenapa berantakan seperti ini? Apa ini ulah kalian lagi?" ucap seorang wanita yang jelas asing bagi Yoongi dan Taehyung.
Wanita itu tampak tidak menyadari kehadiran mereka, terlihat dari dirinya yang asyik dengan biawak-biawak yang tadinya hendak menyantap Yoongi.
Perawakannya mirip orang kota pada umumnya. Ia mengenakan kemeja putih dan celana kain hitam panjang, serta sepasang sepatu boots di kakinya. Tas kain tersampir di pundaknya. Mungkinkah mereka bisa meminta tolong padanya?
"Kalian lapar ya? Makanya membuat kerusuhan seperti ini," ucapnya lembut.
Ia hendak mengeluarkan sesuatu dari tasnya sebelum menyadari keberadaan Taehyung dan Yoongi yang berada di atas jembatan. Wanita itu tampak bingung, seolah mempertanyakan mengapa mereka ada di sana.
Taehyung segera membungkuk.
"M-maaf, noona. Kami kira rumah ini tidak berpenghuni. Kami berusaha mencari tempat sementara untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan besok. Sekali lagi, maaf, noona," ucap Taehyung, diikuti dengan Yoongi yang juga membungkuk.
Wanita yang dipanggil noona itu tersenyum. Ia berjalan mendekati salah satu pohon dekat kolam dan...
Krek krek...
Jembatan itu memanjang hingga menyentuh daratan di sisi lainnya. Wanita itu lalu mendekati Taehyung dan Yoongi, menatap wajah mereka dengan teliti.
"Kalian terjebak di sini juga?" tanya wanita itu lembut.
Mendengar itu, Yoongi refleks mengangguk pelan. Namun, Taehyung di sisi lain tidak memberikan respons. Ia hanya menatap wanita itu seolah berusaha mencari tahu sesuatu.
"Ah~ tak apa, kalian bisa beristirahat sementara di sini," ucapnya, mengakhiri dengan senyuman.
Wajah Yoongi berubah lega dan senang. Akhirnya, ia bisa merasakan beristirahat di dalam rumah lagi.
"Kamsahmida, noona!" ucap Yoongi dengan semangat.
"Tak masalah. Tolong panggil aku Vi saja."
"Eung! Baik, Vi."
"Nah, itu lebih enak didengar."
Vi melirik ke arah Taehyung yang masih sibuk menatapnya dari atas ke bawah. Ia sedikit merasa tidak nyaman dengan perhatian itu, dan Yoongi segera peka melihat hal tersebut.
Ia menyenggol Taehyung dengan sikunya, membuat Taehyung terkejut.
"Awh, Yoon!"
"Mianhae, Noona. Dia memang kadang suka melamun," jelas Yoongi, yang dibalas anggukan oleh Vi.
"Tak apa. Kalian boleh masuk lebih dulu dan membersihkan diri. Aku punya beberapa kamar; kalian bisa menggunakan kamar berpintu cokelat. Aku akan membereskan biawak-biawak ini," jelas Vi sambil beranjak kembali ke arah biawak-biawak yang kini berkumpul mendekatinya.
Mendengar perkataan Vi, Yoongi segera menarik Taehyung masuk ke dalam rumah itu, meninggalkan Vi yang mulai sibuk memberi makan biawak-biawak liar itu.
•••
"Yoon, kau tidak curiga?"
"Curiga apa lagi, hyung? Sudah sangat baik kita bisa tinggal di tempat seperti ini."
Yoongi menyandarkan dirinya di atas kasur empuk itu, sementara Taehyung sibuk menganalisis kamar yang mereka tempati.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Harus diakui Taehyung, wanita yang dipanggil Vi oleh Yoongi tadi benar-benar tahu cara menghias ruangan.
Ketika memikirkan Vi, ia teringat sebuah pin kecil yang tersampir di kemeja putih wanita itu.
'Vivier.'
Taehyung bersumpah, ia pernah melihat atau membaca nama itu, tapi di mana?
Plak...
"Awh~ halus-halus sedikit lah, Yoon!" ucap Taehyung sambil mengusap lengannya yang digeplak Yoongi.
Si pelaku hanya menatapnya dengan datar, lalu menghela napas.
"Heum, mianhae, hyung," ucapnya dengan nada pelan.
Mendengar itu, Taehyung tersenyum. Ia jarang sekali melihat Yoongi langsung meminta maaf padanya.
"Aku hanya kesal. Tak bisakah kita berhenti mencurigai segala hal? Aku lelah, hyung. Setidaknya, untuk hari ini, ayo kita benar-benar beristirahat," jelas Yoongi sambil menatap atap kamar tempat mereka beristirahat.
Taehyung terdiam sejenak, lalu mengusap kepala Yoongi dengan penuh kasih sayang, membuat pemiliknya tertunduk malu.
"Baiklah, mianhae, Yoon. Mari beristirahat," ucap Taehyung lembut.
•••
"Varo, keduanya sudah aman. Datanglah besok pagi."