Sudah dua tahun berlalu sejak tragedi itu.
Yoongi mengerjakan soal-soal ujian dengan cekatan. Pensilnya bergerak seolah tanpa ragu, mengisi setiap kolom kosong dengan mudah. Tak butuh waktu lama, ia selesai lebih cepat dari siapa pun di ruang itu. Dengan tenang, ia membalikkan lembar jawaban dan menyandarkan punggungnya ke kursi.
“Serius, Yoon? Segitu cepatnya?” bisik Jimin dari belakang, terdengar kesal sekaligus kagum.
Yoongi menoleh sedikit, memberikan senyum kecil penuh ejekan. “Salahmu sendiri nggak belajar semalam, kan?” jawabnya lirih, melirik guru pengawas yang sudah tertidur lelap di meja depan.
Jimin mendengus pelan. “Hah! Kimia memang bukan bidangku. Apa ibumu dulu makan sesuatu yang bikin otakmu segenius ini?” gerutunya sambil kembali menatap lembar jawabannya yang penuh coretan.
Yoongi terkekeh kecil, lalu memalingkan pandangannya ke jendela. Di luar, langit cerah menggantung, berlawanan dengan pikiran Yoongi yang tiba-tiba dipenuhi bayangan kelam dua tahun lalu—tragedi yang merenggut ratusan nyawa teman-temannya. Wajah-wajah mereka, yang seharusnya kini bersamanya menghadapi ujian kelulusan, hanya tinggal kenangan.
Ia mengepalkan tangan di bawah meja, mencoba menekan amarah yang perlahan menyeruak. Dendam pada wanita bernama Vi masih bersemayam di dadanya, tak pernah padam.
•••
Bel istirahat berbunyi. Yoongi dan Jimin keluar dari ruangan dengan langkah santai. Mereka disambut oleh suara riuh yang sudah sangat mereka kenal.
“Oh, Tuan Putri! Ujiannya lancar?” goda Taehyung dengan senyum lebarnya, langsung menarik perhatian Yoongi.
Yoongi memutar bola matanya, malas menanggapi. “Tolong, Hyung, aku nggak mood,” gumamnya, tapi matanya langsung berbinar melihat bungkusan yang dibawa Taehyung.
“Cheesecake?” tanyanya penuh semangat. Ia mencoba meraih bungkusan itu, tapi Taehyung dengan cepat menariknya menjauh.
“Enak aja. Nggak gratis, dong,” ujar Taehyung, mendekatkan wajahnya ke arah Yoongi.
Yoongi menatap Taehyung dengan bingung, lalu mengerucutkan bibirnya. “Hyung mau dibayar uang gitu? Nggak jadi, deh,” ucapnya kesal, berbalik meninggalkan Taehyung.
Namun, Taehyung dengan sigap menarik tangan Yoongi. Sebelum Yoongi sempat protes, Taehyung mendaratkan kecupan singkat di pipinya.
“Cuma gini aja pelit banget,” bisiknya dengan nada menggoda.
Yoongi langsung menoleh, wajahnya memerah seketika. “Hyung! Ini di sekolah!” serunya, melayangkan pukulan kecil ke lengan Taehyung.
“Lho, aku kan udah lulus,” jawab Taehyung santai sambil tertawa, meski lengannya terasa perih akibat pukulan Yoongi.
Jungkook dan Jimin yang melihat adegan itu tak bisa menahan tawa. “Kalian ini, seperti nggak pernah bosan bikin drama,” ujar Jungkook, mengacak rambut Jimin dengan sayang.
•••
Setelah menyelesaikan semua formalitas ujian, mereka berkumpul di halaman sekolah. Taehyung dan Jungkook mengajak Yoongi dan Jimin keluar untuk makan bersama, merayakan selesainya ujian terakhir.
“Yoongi, kamu senang hari ini?” tanya Taehyung saat mereka berjalan menyusuri pantai setelah makan. Ia menggenggam tangan Yoongi dengan lembut.
Yoongi mengangguk semangat, memperlihatkan senyumnya yang khas. “Iya, senang banget. Terima kasih sudah bikin hariku menyenangkan, Taehyungie,” jawabnya sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Taehyung.
Di sisi lain, Jimin sibuk menghabiskan hidangan penutupnya dengan antusias, membuat Jungkook hanya bisa terkekeh melihat tingkah laku kekasihnya.
“Chim Chim, nggak kenyang? Mau pesan lagi?” tanya Jungkook.
Jimin menatapnya dengan mata berbinar. “Tambah dong, Kookie Hyung! Ini enak banget!” serunya.
Jungkook menggeleng pelan sambil tertawa. “Dasar si kecil rakus,” gumamnya, tapi tetap memanggil pelayan untuk menambah pesanan.
•••
Malamnya, di depan pintu dorm mereka, Yoongi memeluk boneka Kumamon besar pemberian Taehyung. Ia menatap Taehyung dengan senyum lembut sebelum berkata, “Terima kasih untuk hari ini, Hyung. Aku benar-benar bahagia. Aku sayang Tae-Hyung.”
Taehyung tersenyum hangat, mengecup pucuk kepala Yoongi. “Aku juga sayang kamu, gii. Selalu.”
Yoongi menunduk malu, tapi pelukan mereka tetap erat. Dalam hati, Taehyung bersyukur atas keberadaan Yoongi dalam hidupnya. Hari itu ditutup dengan kebahagiaan sederhana. Namun, baginya benar benar bermakna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Survival - Taegi [Complete✔️]
FanfictionKatanya sih field trip, kok gini? Taegi Kookmin #1 On Kookmin
![Survival - Taegi [Complete✔️]](https://img.wattpad.com/cover/360674386-64-k997937.jpg)