Drap drap drap...
Suara langkah kaki mereka bergema di hutan yang dipenuhi pohon-pohon rindang. Di malam yang gelap gulita seperti ini, nyaris tak ada yang bisa mereka lihat. Beruntung, Taehyung dan Jungkook dengan sigap memutuskan membuat obor dari ranting pohon yang besar dan korek api yang mereka miliki.
"Berapa jauh lagi, Kook?" tanya Taehyung sambil sesekali menoleh, mengecek apakah ada pengejar.
"Harusnya tidak jauh lagi. Markas senjata ada di depan, dan mereka menyimpan beberapa kapal di dekat sana," jawab Jungkook dengan nada tegas.
"Ayo, percepat langkah kalian," seru Taehyung kepada yang lain.
"Siap, hyung," sahut adik-adik kelasnya dengan kompak.
Taehyung melirik ke arah Yoongi yang tampak kelelahan, berusaha keras mengikuti langkah yang lain.
"Yoon," panggil Taehyung.
Yoongi menoleh, napasnya tersengal-sengal. "Ada apa, Tae-hyung?" jawabnya sambil mencoba mengatur napas.
"Yoon, bertahanlah. Kita hampir sampai."
Yoongi hanya tersenyum tipis dan mengangguk lemah sebagai tanda bahwa ia mengerti.
•••
"Tuan Vi," kata salah seorang anak buahnya.
"Ada apa?" sahut Vi dengan dingin.
"Mereka sepertinya melarikan diri ke arah markas."
"Kalau begitu, apa yang kau tunggu? Tangkap mereka dan bawa padaku!" teriak Vi dengan nada penuh amarah.
•••
Ckrek... krek... krek...
Suara tersebut beberapa kali terdengar tatkala Jungkook mengorek ngoreknya dengab lockpick yang tersampir di keychain Taehyung. Betapa bodohnya Vi, pikir Jungkook. Siapa yang membangun markas dengan pintu seburuk ini?
Tanpa membuang waktu, mereka segera bergegas masuk.
Drap drap drap...
BLAM!
Pintu di belakang mereka tiba-tiba tertutup dengan sendirinya. Semua orang di ruangan itu menoleh, terkejut oleh suara keras tersebut.
"Bagus. Sekarang aku berharap mataku bisa melihat dalam gelap," kata Taehyung dengan nada sarkastis, membuat Jungkook menyikut lengannya.
"Lihat ini," kata Jungkook tiba-tiba, menarik napas dalam-dalam seolah bersiap melakukan sesuatu.
"Sit malum surge sicut sol. (Biarlah kejahatan bangkit seterang sinar matahari)"
Seketika, obor-obor di ruangan itu menyala, menampilkan api biru yang terang, menyala dengan kilauan aneh. Pemandangan itu membuat Yoongi, Taehyung, Jimin, dan yang lainnya terpana.
Taehyung menatap Jungkook dengan mata terbelalak, lalu dengan hati-hati menepuk lengan Jungkook.
"Yakin kau ini bukan Pak Theo yang menyamar jadi Jungkook?" candanya, lalu mendapat tepukan di bahu dari Jungkook.
"Bodoh, Tet," balas Jungkook dengan kesal.
Taehyung terkekeh. "Tak kusangka kau bisa mengendalikan api, Jeon," katanya, setengah bercanda.
Jungkook hanya menggeleng. "Yah, aku rasa dibawa ke markas ini sebelum dijebloskan ke penjara tidak seburuk yang aku kira," ujarnya dengan sedikit ironi.
Taehyung mengangguk paham, meski hatinya masih tidak nyaman dengan tempat ini. Hanya dengan berbicara, obor bisa menyala? Dan api biru yang tampak begitu asing?
"TAE-HYUNG!" teriakan Yoongi tiba-tiba mengalihkan perhatian Taehyung.
Dengan cepat, Taehyung memutar pandangannya ke arah Yoongi yang sekarang berada di tangan salah satu anak buah Vi.
"Sialan!" geram Taehyung sambil berusaha mendekat, tapi Jungkook menahannya.
"YOONGI!" Jimin mencoba maju mendekati sahabatnya, namun Jungkook segera menariknya kembali.
"Kook, apa ini?!" seru Taehyung panik.
"Satu langkah lagi, Yoongi akan langsung kehilangan nyawanya," bisik Jungkook penuh peringatan.
Vi tertawa puas melihat semua itu. "Bagus, Kook. Sepertinya kau paham betul setelah kami memberikan 'perawatan' padamu," ucap Vi dengan nada penuh ejekan.
Jungkook tetap diam, namun wajahnya memperlihatkan amarah yang terpendam.
Vi mendekati Jimin perlahan, membuat Jungkook dengan cepat menarik Jimin ke belakangnya.
"Jangan berani-berani menyentuh kekasihku dengan tangan kotormu," gertak Jungkook dengan suara penuh amarah.
Vi tersenyum tipis. "Ya ya...," ucapnya sambil tertawa kecil.
Seketika, Jungkook terdorong oleh gelombang kekuatan yang tak terlihat. Taehyung segera menangkapnya sebelum Jungkook terjatuh ke tumpukan senjata di belakang mereka.
"Kau baik-baik saja, Kook?" tanya Taehyung, membantu Jungkook berdiri.
Jungkook mengangguk, lalu menatap Vi dengan tatapan tajam. "Apa maumu?! Lepaskan Jimin dan Yoongi sekarang juga!"
Vi hanya mengangkat alis sambil tersenyum licik. Dengan satu gerakan tangannya, Yoongi terangkat dari cengkeraman anak buahnya, tercekik oleh kekuatan yang tampak tak terlihat.
"YOONGI!" teriak Taehyung dengan marah.
"T-Tae-hyung..." desis Yoongi dengan napas yang tertahan.
Taehyung mengepalkan tinjunya dengan kuat, menyadari bahwa mereka tengah berada di ambang bahaya yang lebih besar dari yang mereka duga.
Vi tersenyum puas. "Ini akan menjadi ritual pengorbanan yang sangat menarik," katanya, penuh kebencian.
To be Continue.
KAMU SEDANG MEMBACA
Survival - Taegi [Complete✔️]
FanfictionKatanya sih field trip, kok gini? Taegi Kookmin #1 On Kookmin
![Survival - Taegi [Complete✔️]](https://img.wattpad.com/cover/360674386-64-k997937.jpg)