"Hrngh... hrngh, di mana kalian?!"
Suara itu, suara Vi, semakin mendekat. Langkahnya pelan namun penuh amarah, menapaki setiap inci hutan yang semakin gelap, seakan mengintip setiap sudut dengan mata tajam penuh kebencian.
Suara patahan kayu terdengar saat kakinya menginjak dahan pohon yang terjatuh. Ia melangkah semakin dekat, bayangannya perlahan-lahan mulai terlihat samar di balik pepohonan yang rapat.
SPLASH!
Gemercik air menyentuh wajahnya. Hembusan angin dingin menambah ketegangan yang mencekam.
"Vi!" Suara Jungkook terdengar tegas di belakang, memecah keheningan yang menyelimuti hutan.
"Jangan coba-coba dekatin dia!"
Vi berhenti sejenak, menatap Jungkook dengan tatapan penuh kebencian, namun ia tidak bergerak maju. Wajahnya yang semula tampak manusiawi kini perlahan berubah, semakin menyeramkan—mencerminkan makhluk yang telah dirasuki oleh iblis.
Jimin, yang berdiri di samping Jungkook, menggenggam tangan kekasihnya lebih erat.
"Kita harus segera membuatnya terjerumus ke dalam kolam itu," katanya dengan suara penuh tekad, meskipun udara yang mengelilingi mereka dipenuhi ketegangan.
Yoongi, yang berdiri di sisi Taehyung, menatap Vi dengan hati-hati. "Tae-hyung, aku yakin kamu bisa menghadapinya," ucapnya, mencoba memberi semangat meskipun dia tahu betapa berbahayanya situasi ini.
Taehyung hanya mengangguk perlahan. Wajahnya tetap kalem meskipun darah mengalir deras dari luka tusukan di tubuhnya.
"Kita nggak punya banyak waktu," jawabnya, suaranya tegas meskipun tubuhnya semakin melemah.
Vi, tanpa sadar, sudah terperangkap dalam takdirnya.
Dengan hati-hati, Taehyung mengambil langkah pertama menuju kolam air suci, di mana cahaya biru menenangkan tampak menghampar di tengahnya.
"Kalian siap?" tanyanya dengan suara yang hampir terdengar seperti bisikan, hanya untuk didengar oleh Yoongi dan yang lainnya.
Yoongi memeluk tubuh Taehyung sedikit lebih erat, matanya penuh kekhawatiran.
"Jangan... jangan sampai kamu terluka lebih parah, hyung," katanya, suaranya bergetar.
Meski kalem di luar, di dalam hatinya ada kekhawatiran yang luar biasa.
"Jangan khawatir, Yoongi," jawab Taehyung pelan, matanya yang tajam memandang Vi yang semakin mendekat.
"Ini untuk kita semua."
Tak jauh dari mereka, Vi semakin mendekat dengan tatapan yang penuh amarah.
"Kalian pikir bisa mengalahkanku?" Vi terkekeh, penuh ejekan. "Tidak ada yang bisa menghentikanku. Tidak ada yang bisa mengalahkan aku!"
"Tapi, kamu salah, Vi," Jungkook mengangkat suara, menatap Vi dengan penuh tekad. "Kami bisa. Kami akan membuatmu tenggelam."
Dengan cepat, Taehyung memanfaatkan kesempatan itu. Ia bergerak, mendorong Vi dengan kekuatan yang tersisa, membuatnya terjerumus ke dalam kolam air suci yang sudah menanti. Vi terpekik, tubuhnya meronta saat air suci menyentuh kulitnya, mengalirkan energi yang menakutkan.
Vi mulai mengerang kesakitan. Beberapa kali ia terlihat berusaha keluar dari kolam itu.
"Tidak... ini tidak mungkin...!" serunya, namun seiring dengan itu, tubuhnya perlahan-lahan terhanyut ke dalam kolam.
Sesaat kemudian, suara jeritannya menghilang, dan ketenangan menyelimuti pulau itu.
Suasana hening. Mereka semua berdiri, menatap Vi yang akhirnya tenggelam dalam air suci, terhenti oleh takdir yang sudah diputuskan.
Namun, kemenangan itu tidak berlangsung lama.
"Hyung? HYUNG! ASTAGA!" Yoongi tiba-tiba berteriak, melihat tubuh Taehyung yang semakin melemah, darah mengalir deras dari luka tusuk di tubuhnya.
"Tae-hyung!" Jimin berlari mendekat, panik. "Dia terluka parah, kita harus segera keluar dari sini!"
Air suci yang seharusnya menyembuhkan mereka kini tidak lagi berfungsi, karena sudah terikat dengan keberadaan Vi yang mati. Dengan terpaksa, Yoongi menggenggam tangan Taehyung, wajahnya penuh kecemasan.
"Hyung... tolong bertahanlah."
Taehyung, yang kini jatuh lemas di pelukan Yoongi, hanya bisa tersenyum lemah.
"Yoongi... jangan khawatir... aku cuma... butuh waktu sebentar..."
"Jangan bicara seperti itu," Yoongi berkata dengan suara yang hampir patah, air mata menggenang di matanya. "Hyung janji kan? kita akan keluar bersama dari pulau ini. Hyung bilang hyung nggak akan baik-baik saja kalau nggak ada aku kan..?"
Taehyung mencoba tersenyum meski jelas rasa sakit menghantam tubuhnya.
"Aku nggak akan pergi... Aku... akan selalu ada di sini, Yoongi..." ujarnya, suaranya semakin lemah.
Dengan panik, Jungkook mencoba mengangkat tubuh Taehyung, menggantungkan lengan sahabatnya di pundaknya.
"Bertahanlah, Tae. Kau tidak selemah ini, aku tahu," bisik Jungkook tegas, yang hanya ditanggapi senyuman oleh Taehyung.
Dengan pelan, keempatnya berjalan menuju kapal yang tadinya mereka gunakan. Jungkook mendudukkan Taehyung di tempat duduk kapal, Yoongi dengan gesit duduk di samping Taehyung, mencoba menenangkan dan menahan pendarahan itu.
Jimin segera mendekati Jungkook yang kini bergegas menyalakan mesin kapal itu.
SKRSHH
Kapal mereka siap berlayar. Jungkook yang tadinya berkutat dengan mesin itu lalu mengacak-ngacak beberapa barang di dekat kemudi kapal. Matanya membulat ketika mendapati apa yang ia cari.
"Hyung, sini Chim bantu buat kasih ke Yoongi," ucap Jimin saat melihat Jungkook mendapatkan kotak P3K yang berisi perban dan beberapa hal lainnya.
Jungkook tersenyum dan mengangguk, memberi P3K itu ke Jimin. Setelahnya, ia kembali menaruh fokusnya untuk keluar dari pulau ini. Seharusnya, mereka tidak akan berputar-putar lagi. Jungkook yakin. Kematian Vi adalah tanda berakhirnya ini semua.
"Wow..." Ucapan Jimin mengalihkan fokus Jungkook.
"Matahari terbit? Ini benar-benar indah," bisik Jimin sedikit teralihkan saat ia tengah memberikan perban pada Yoongi.
Jungkook, Yoongi, dan Taehyung pun melihat ke arah yang Jimin bicarakan itu. Taehyung lalu terkekeh seraya mengusap tangan Yoongi. Ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Jungkook.
"Pulau ini... ini pulau yang terletak di bagian barat Korea," ucap Taehyung dengan susah payah, seraya menutup matanya, mencoba mengingat apa yang pernah ia baca di gua tempat ia dan Yoongi bertengkar dulu.
"Arahkan kapalnya ke matahari itu, Kook."
Tanpa berbasa-basi, Jungkook segera mengencangkan kapal tersebut ke arah yang dikatakan Taehyung.
"Itu... ITU MEREKA. ITU SISWA-SISWI SEOUL SCHOOL, DI KAPAL ITU. SEGERA LAKUKAN EVAKUASI!"
Taehyung tersenyum, sebelum akhirnya ia menutup matanya, merasakan lelahnya menahan rasa sakit pada luka tusukannya.
"Hyung? Tae-hyung...?"
Suara Yoongi menjadi hal terakhir yang ia dengar sebelum masuk ke alam bawah sadarnya.
Ia masih ingin melihat Yoongi, menepati janjinya untuk bersama Yoongi.
Iya, semoga saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Survival - Taegi [Complete✔️]
Fiksi PenggemarKatanya sih field trip, kok gini? Taegi Kookmin #1 On Kookmin
![Survival - Taegi [Complete✔️]](https://img.wattpad.com/cover/360674386-64-k997937.jpg)