Di sebuah ruang yg luas, terdapat seorang pria yang sedang duduk di kursi kebanggaan nya sambil menatap kearah luar jendela dengan tatapan dingin nya. Tak lama kemudian seseorang mengetuk pintu ruang tersebut.
Tok tok tok...
"Masuk."
Ternyata seseorang di balik pintu tadi adalah joe, joe masuk dengan santai dan menduduki diri nya di sofa sambil mengangkat kaki nya di atas meja. Alex yg melihat itu menegur putranya yg bersikap tidak sopan itu.
"Joe!"
"Ah, maaf dad". Menurun kan kakinya.
" ada apa daddy memanggilku kemari?. "
" to the point saja.... Kau punya nomor fareza?. "
Joe yg mendengar itu langsung menautkan alisnya.
"Bima?, untuk apa?. "
"Daddy ingin meminta maaf. "
"Minta maaf... Kenapa gak langsung ke rumahnya aja. "
"Daddy masih belum berani untuk mendatangi rumah nya dan menjelaskan semuanya. " ucapnya sambil menundukkan kepalanya.
"Hah... Bukannya daddy ini seorang mafia yg terkenal keji di negara ini yaa?, masak masalah ginian aja takut. "
"Daddy tidak takut hanya belum siap sajaa. "
"Sama aja. "
"Jadi.. Bagai mana?, apa kamu ada?. "
"Ada... "
"Kirim."
"Hmm.... Iya dehhh, nah udah. "
"Ok makasih, silahkan keluar. "
Joe menatap daddy nya dengan kesal, gimana engga cobak dia jauh jauh kesini cuman buat ngasih nomor nya bima, padahal lewat chat juga bisa toh ini ngirim nja jg lewat chat. Suka banget ngerepotin orang.
"Hmm... Yaudah deh, joe pergi dulu ya. "
" Hati-hati . "
Setelah joe pergi alex segera membuka ponselnya dan menekan nomor yg di kirim oleh putranya tadi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.