Warning!!!!
Hanya untuk ranah dewasa!
Tetaplah berpikiran waras dan jernih, walau kamu sedang dalam keadaan di sakiti atau terancam
Hiro Valentino
Dada Liana berdebar kencang ketika melihat pria itu menyeringai, menatap tubuhnya dari ujung kaki hingga kepala. Mata pria itu berhenti pada dada Liana yang membusung, karena saat itu ia memang memakai kemeja yang sedikit ketat.
Oh Tuhanku, selamatkan aku. Aku takut! Kak Dev, Liana takut... Apa kamu baik-baik saja, kak Dev ? Bertahanlah, aku akan mencari jalan untuk menyelamatkanmu, papi dan mami juga Kinara, doa Liana dalam hatinya. Matanya otomatis melirik kamar tamu lainnya, dimana suaminya di sekap.
"Kamu sangat cantik nyonya! Gara-gara aku tertangkap dan di penjara, membuatku sudah bertahun-tahun tidak menikmati tubuh wanita. Apalagi semolek kamu, sangat cantik dan sangat menggairahkan." ucap pria itu sambil mengendus tubuh Liana yang wangi saat mengajaknya keluar dari kamar mertuanya.
"Berbeda dengan perempuan di lokalisasi, yang selalu tersenyum genit menggoda yang membuatku muak! Tapi mereka juga sudah aku habisi karena terlalu berisik sama seperti istriku!" bisik pria itu dekat telinganya mengagetkan Liana, sehingga rasa khawatirnya pada Deva berganti menjadi rasa takut dan jijik dengan ucapan pria itu.
Tubuh Liana bergidik ngeri mendengar apa yang sudah di lakukan pria itu, pada istrinya dan juga perempuan-perempuan di luar sana.
"Pantas saja, begitu besar sorotan kecemburuan di mata suamimu, waktu aku meraba tubuhmu yang indah ini." ucap pria itu berdiri begitu rapat di belakang tubuh Liana.
"Kamu masih muda dan cantik, tubuhmu sangat terawat dan wangi. Apalagi kamu belum pernah melahirkan, pasti rasanya masih sangat nikmat!" pria itu terus mengucapkan kata-kata yang sangat menjijikkan di telinga Liana.
Liana menyebutkan nama Deva berulang kali di hatinya, berharap suaminya bangun dan menolongnya sekarang. Ia begitu ketakutan ketika tangan besar pria itu membelai punggungnya, merasakan nafas pria itu berhembus di dekat telinganya.
Liana tak berani mengerakkan tubuhnya takut pria itu akan refleks menggoreskan pisau tajam itu pada lehernya, atau menikam dadanya berkali-kali. Tadi saja tanpa aba-aba pria asing itu langsung saja menghantam kepala Deva hingga tak sadarkan diri.
"Sepertinya kita bisa bersenang-senang malam ini, cantik. Aku pasti akan menikmati tubuh indah ini dengan senang hati, tapi aku sangat lapar. Kamu pasti bisa menyiapkannya makan malam untukku manis?" seru pria itu kini ia sudah berdiri di depan Liana, dadanya di rapatkan pada dada Liana yang membusung.
Liana menahan nafas dan refleks menutup matanya, tangannya yang di ikat dengan lakban itu otomatis bergerak menutupi dadanya. Melihat gerakan itu seketika tangannya di tepis ke bawah dengan kasar dan saat ia membuka matanya yang sudah berair itu. Tangannya sudah tidak lagi terikat, Liana mundur selangkah ketika pria itu menatap dalam matanya.
"Pergilah ke dapur dan siapkan makanan untukmu, harus enak dan yang banyak. Di penjara kami hanya makan nasi dengan satu jenis lauk saja, dan terkadang nasinya juga sudah hampir basi !" perintah pria itu mendorong tubuh Liana menuju ke dapur.
"Mertuaku sudah memasak ayam asam manis dan udang goreng, masakan beliau selalu enak pak. Apa anda mau saya siapkan ayam ini saja? Karena ini baru saja di masakan satu jam yang lalu?"
Liana melihat jam di dinding dapurnya, jam menunjukkan pukul lima lewat lima belas menit. Kalau Kinara sudah makan sore, maka makanan itu sudah siap pada pukul empat sore. Karena biasanya Kinara bangun dari tidur siangnya sekitaran jam setengah empat, dan dari kebiasaan putrinya itu setiap kali selesai mandi ia akan meminta makan malamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
21 Jam Yang Mencekam [TELAH TERBIT]
Mistero / ThrillerKelvin Atmadeva Diratama menikahi kekasihnya Liana Evelyn Martin, dimana keduanya membangun keluarga kecil yang bahagia dengan seorang putri angkatnya. Dimana kedua pasang suami dan istri muda ini yang belum memiliki anak sendiri, memutuskan untuk m...
![21 Jam Yang Mencekam [TELAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/368240188-64-k960265.jpg)