"Hal paling berani yang pernah aku lakukan adalah melanjutkan hidup ketika aku ingin mati"
-nio
Nio, pemilik wajah tampan berbola mata hijau yang telah di diagnosis mengidap penyakit bipolar oleh dokter sejak ia mulai beranjak dewasa. mood nya yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•
•
________________________________________
Setelah di hari kemarin Belle di usir dari tempat sewa nya oleh pemilik kosan dan berakhir luntang lantung tak tau arah, akhirnya pada hari itu pun sahabat baik Belle di kampus yang bernama Jena itu tanpa keberatan memberinya tumpangan untuk tinggal sementara waktu sebelum ia menemukan kosan baru. Jena tidak merasa keberatan membawa bele ke rumahnya untuk di beri tumpangan karena ia hanya tinggal bersama neneknya. neneknya pun juga menerima baik kehadiran Belle, terlihat dari caranya memperlakukan Belle.
Pagi ini mereka tiba di kampus menaiki angkutan umum, dengan sisa uang yang bele punya yang sepertinya masih cukup untuk membiayai transportasi dan makan nya selama dua hari.
Mereka berjalan melewati koridor sembari mengobrol kecil, pagi ini kampus terlihat masih cukup sepi karena mungkin banyak yang belum datang atau bahkan tidak ada kelas pagi. Mereka mulai menaiki anak tangga menuju lantai dua tempat di mana kelas mereka berada. namun ketika ingin menaiki anak tangga kelima, bele dan Jena kompak memberhentikan langkah nya kemudian membulatkan mata kala melihat seorang lelaki menampar wanita di hadapannya, tepat di depan Belle dan Jena.
lelaki tersebut mendengus seraya menatap sinis kala melihat mereka, dengan napas yang tidak teratur terlihat jelas di mata nya jika lelaki tersebut sedang menahan emosi. Karena tidak ingin memperkeruh suasana Belle dan Jena menghampiri wanita yang sangat mereka kenali di hadapannya dan membiarkan lelaki tersebut berlalu melewati mereka.
"Chindya, mau kita antar ke uks?" Tanya Belle berusaha untuk memahami kondisi wanita di hadapannya.
wanita di hadapannya mulai mendongakkan wajah nya sembari menggeleng, terlihat wajah putih pemilik lesung pipi dengan hidung mancung khas blasteran Indonesia-Australia meskipun sekarang mulai kusam namun tidak mengurangi kecantikan nya, juga terlihat jelas adanya Kantung mata hitam yang menandakan jika wanita di hadapannya kurang istirahat.
"Kamu ga bisa terus-terusan diam kayak gini sin, ini bukan kali pertama dia melakukan kekerasan kayak gini" Ucap Jena.
Bele mengangguk menyetujui
"Dia bukan cuma bisa melukai fisik kamu, tapi mental kamu juga" kata Belle menambahkan.
Chindya dulu sangat akrab berteman dengan Belle dan Jena, chindya juga merupakan salah satu mahasiswi aktif dan cukup berprestasi. namun sejak ia menjalin hubungan dengan pacar nya itu chindya mulai mengalami perubahan menjadi lebih tertutup dan selalu menghindari interaksi dengan orang lain termasuk dengan Belle dan Jena seperti yang ia lakukan sekarang.
tanpa melihat keduanya. Chindya bergumam kecil
"jangan mencampuri urusan orang lain." ucapnya penuh penekanan seraya meninggalkan bele dan Jena.