Kalo udah dibaca, ntar balik lagi kesini buat mutusin siapa yg mau jaga lilinnya dan siapa yang mau kelilingnya.
( ̄ヘ ̄)
lagi² just kidding ᕕ( ᐛ )ᕗ pokonya baca aja dulu sana!
(ʘᴗʘ✿) ntar balik lagi ke sini yah! untuk ngasih jawaban lu!
Jangan lanjut scroll di sini, ke part 1 dulu!!! ᕕ(˵•̀෴•́˵)ᕗ
.
.
.
.
.
.
.
.
"Hai Sapi serigala!" sapaku ketika author dgn username hello_febri kembali ke part ini.
Yang disapa mengernyitkan alisnya. "Kenapa lo manggil gue sapi serigala?"
"Huh," Aku ikut mengernyitkan alis, "bukannya itu nama lo?"
"Hei! itu bukan nama gue yah!" bantahmu.
"iya kah? tapi profil lo mengatakan bahwa itu adalah nama lo," ucapku, lalu mengetuk daguku tanda Aku mulai berpikir.
"Mana ada yang seperti itu!"
"Ihhh iya lho, mana mungkin gue salah baca!" seruku dengan yakin.
kamu berdengus kasar. "Mana buktinya?"
"Wah wah wah... lu yah dibilangin susah bet. Yaudah, nih gue tunjukin buktinya! lihat baik-baik yah!" ucapku lalu mulai menunjukkan sebuah foto yang merupakan hasil screenshot.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"See? Tuh ada emot sapi dan serigala. Dan lo tau? Di atas username itu, tempat untuk nama lengkap. Dan lo masang dua emot itu disana, itu berarti nama lo sapi serigala 'kan?"
Kamu menepuk jidatmu, lalu membatin, 'Keknya setelah ini gue harus ganti tuh emot.'
"Hei, jangan diganti!"
'Hei, kenpa nih anak tahu apa yang gue ucapin dalam batin?" batinmu kebingungan.
Memilih abai, kamu pun mendelik tak suka. "Apa sih lo?"
"Gada lucu-lucunya! Apaan sapi serigala? iuh, memikirkannya saja aku tak mau," ucapmu tak suka.
Bagaimana tidak, siapa sih yang suka di panggil sapi serigala?
"Tapi menurut gue lucu lho. Coba kamu bilang 'Moo~' atau 'Auuuu' pasti makin lucu hihihi," ucapku diakhiri cekikikan tak jelasnya.
Kamu mendatarkan mukamu mendapati diriku yang terus saja memanggilmu 'sapi serigala'. 'Ya tuhan, gue capek. Kok bisa yah gue ketemu sama nih makhluk? punya salah apa coba diri gue ini?'
"Hihihihi." Aku terkikik sambil menutup mulutku.
"Haahhh," Kamu menghela nafas, "lebih baik sekarang kita bahas tentang undangan itu."
Prok
Aku menepuk tanganku sekali. "Ah iya! Tadi tuh gue mau bahas tuh surat undangan. Kok jadi malah bahas sapi dan serigala sih?"
"Lah mana gue tahu, lo yang mulai duluan," Ucapmu dengan malas.
Aku pun menyengir kuda. "Hehee, sorry✌. Kalau gitu, gimana? Apa tertarik buat gabung?"
Tanpa perlu ditanya dua kali, kamu pun menjawab, "Gue... "
Jawaban manakah yang kamu pilih?
a. ".... sih ngikut aja. Lagian gada salahnya kan interaksi sama penulis lain?"
b. ".... nolak tawaran tersebut. Habisnya lo manggil gue sapi serigala sih ( ̄ヘ ̄)"