Masih nungguin ceritanya nggak.
Boleh komentarnya..
Jangan lupa bintang penyemangatnya ya
Kamsahamnida😘
***
Pagi hari.
Penthouse.
BRAAAAaak..
Pintu kamar menjeblak terbuka.
"ALKAEL ALASTAR APA-APAAN INI" suara menggelegar membuat ana dan al seketika bangun, Ana dan al mengerjapkan matanya beberapa kali.
Ana melihat dirinya tertidur dalam pelukan al.
Keduanya tanpa sadar tidur berpelukan.
Entah siapa yang pertama kali mulai.
Hanya penulis yang tau hohoho.
Al melepaskan pelukannya pada ana.
Ana menarik selimut menutupi tubuhnya hingga leher.
Ana menatap pria tua di hadapannya yang tampak emosi.
Itu kan keith ayahnya sky batin ana, berarti pria ini kemungkinan kakeknya al..
Dan alkael yang ada di dimensi ini berarti anaknya sky dan luna.
Jadi sky dan luna yang ada di dimensi ini juga telah tiada batin ana teringat cerita alkael tentang orangtuanya.
"Kakek.." Ucap al pelan berdiri di sisi tempat tidur.
Kenapa kakek bisa ke sini sih gerutu al dalam hati.
"Kamu menolak saya jodohkan tapi malah main-main dengan cewek murahan ini"keith menatap ana tajam.
Pantas saja cucuku tergoda gadis ini sangat cantik mempesona batin keith mengakui.
Tapi dia miskin dan nggak jelas asal usulnya.
Buset nih aki-aki pedes banget ya mulutnya biasa makan cabe keriting 10 kilo pasti gerutu ana karena di bilang murahan.
Tapi ana menahan senyum karena ujungnya di bilang cantik walau miskin kalau itu sih kenyataan batin ana.
"Besok saya akan menjodohkanmu!"ancam keith.
"Nggak, al nggak mau" Tolak al.
"Al hanya menyukai ana"
"Kamu harus menurut atau fasilitas kamu akan saya cabut" Ancamnya lagi.
"Al nggak peduli" Al mengepalkan kedua tangannya menahan emosinya.
"Kalau kamu miskin, kamu pikir cewek ini bakalan mau sama kamu" Sindir keith.
Di kiranya gue cewek matre apa..
Ana tersinggung.
Lagian al kenapa malah bilang menyukai gue sih.
Baru juga kenal semalam.
"Cewek murahan berapa yang kamu inginkan agar meninggalkan cucuku" Keith mengeluarkan buku cek dan pena dari saku jasnya.
"Namanya ana dan ana bukan cewek murahan" Al menatap tajam kakeknya.
"Berapa, sebutkan saja hargamu?" Keith bersiap menulis, menunggu ana menyebutkan angka.
Ana kini bersandar pada tempat tidur dan selimutnya sudah memperlihatkan leher dan bahu ana, selimut itu hanya menutupi dada ana hingga mata kaki.
Tadinya ana mau pergi saja karena malas ikut campur.
Tapi kini..
Ana tersenyum tipis berkata dengan santai.
"Hargaku sama dengan harga nyawa cucumu jadi sekarang anda sebutkan harga nyawa cucu anda"
Keith mematung karena ucapan ana.
Gadis ini berani sekali dan penuh percaya diri.
Ana tertawa pelan meremehkan.
"Berapa harga nyawa seorang alkael alastar,
tuan?"
Wah ana hebat, ingin rasanya bertepuk tangan karena ana berhasil membungkam kakeknya batin alkael.
Keith masih tidak menjawab.
Mana mungkin dirinya menyebutkan angka untuk nyawa al, cucunya yang sangat berharga untuknya.
Nyawa al tidak bisa di tukar dengan uang.
"Nyawa manusia tidak bisa di tukar dengan uang, seberapa banyak pun itu" Ucap ana.
"Beraninya kamu menyamakan dirimu dengan cucuku!" Geram keith.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ana's Destiny (6)
Fantasy(Ana yang menghilang setelah dari pemakaman soobin menuju dimensi aura) Tanpamu.. Seluruh dunia tampak memutih Apakah kamu lupa dengan janji yang pernah kamu buat. Mengapa kamu menyerah begitu cepat di depanku. Kamu melakukan ini dengan sangat muda...
