⭐nya cinta jangan lupa..
Follow juga ya
Kamsahamnida
***
Kantin.
Jam istirahat.
"Bidadari mana?" Tanya chio.
"Loh bukannya tadi sama loe" Ujar al.
"Tadi bilangnya mau ke toilet dulu, terus gue di hadang si hari sabtu cerewet banget tuh cewek..dia ngajak gue bareng ke pesta selena..gue kira ana ada di sini"ucap chio dengan nafas tersengal karena habis berlari untuk menghindari margareth.
"Loh afkar juga nggak ada?"
"Ke perpus kali, dia bilang nggak nafsu makan" Jawab al.
Kasihan juga afkar dan al di paksa bertunangan sama cewek yang tidak di sukai batin chio yang mengetahui kalau afkar akan di tunangkan dengan sepupunya.
Rooftop.
"Kenapa?" Tanya afkar menghampiri ana yang duduk di bangku panjang.
"Dari pagi loe murung?"
Gimana nggak murung batin ana teringat kejadian semalam.
Gue bahkan tidak tau siapa pria yang bercinta dengan gue semalam.
Mana pria itu mengeluarkan spermanya di dalam, gimana kalau gue..
Ana mendadak jadi kesal dengan afkar, kalau saja afkar tidak mabuk dan membuatnya cemas, ana tidak akan pergi ke club itu dan bertemu pria itu.
"Gara-gara loe" Ujar ana sebal.
"Gara-gara gue?" Afkar menunjuk dirinya sendiri.
"Kenapa sih loe harus mabuk dan bikin cemas gue" Ana cemberut.
"Maaf"
Gue udah bikin ana khawatir batin afkar menyesal.
"Gue janji nggak akan pernah lagi menyentuh yang namanya alkohol kecuali buat luka"
"Loe pengen jadi dokter?" Tanya ana.
Afkar mengangguk.
"Dokter anak"
Amarah ana seketika menguap.
"Hm dokter dari anak-anak kita" Goda ana iseng.
Afkar merona.
As you wish batin afkar.
"Nggak ke kantin?" Tanya ana.
"Nggak nafsu, pusing"afkar memijit keningnya.
Ana menunjuk pahanya.
"Sini, biar gue pijat kepala loe, di jamin sembuh"
Afkar menurut dan membaringkan tubuhnya di kursi panjang dengan kepalanya di paha ana.
Ana mengusap kepala afkar dan menyembuhkannya.
Afkar yang Di elus kepalanya merasa nyaman dan tertidur.
Ana yang bersandar ke kursi panjang ikut tertidur.
30 menit kemudian.
"Ya ampun gue cariin sama al ternyata malah asyik berduaan di sini" Chio menggerutu.
Al menahan rasa cemburunya melihat afkar yang tertidur di pangkuan ana.
Namun al tidak bisa apa-apa karena ana bukan miliknya.
Bagaimana cara agar ana menjadi miliknya dan bukan hanya calon tunangan pura-puranya batin al.
Ana yang mendengar suara chio terbangun.
"Ssst, nanti afkar bangun kasian dia lelah" Ujar ana.
"Ups sorry" Ucap chio mendekat.
"Kasian sobat gue, pasti pusing karena masalah pertunangan"
Al tidak komentar.
Dirinya pun tak jauh berbeda nasibnya.
Hanya saja kini al punya ana yang membantunya.
Ana membelai rambut afkar membuat al dan chio berwajah masam.
"Bidadari chio juga mau di belai" Chio merajuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ana's Destiny (6)
Fantasía(Ana yang menghilang setelah dari pemakaman soobin menuju dimensi aura) Tanpamu.. Seluruh dunia tampak memutih Apakah kamu lupa dengan janji yang pernah kamu buat. Mengapa kamu menyerah begitu cepat di depanku. Kamu melakukan ini dengan sangat muda...
