32. Cyrus family

15 2 0
                                        

Masih setia dengan ceritanya..

Sebelum baca jangan lupa vote dan follow.

Makasih😘

                                        ***

Jam istirahat.

Ana merasa ada yang mengikutinya ke kamar mandi setelah ana keluar dari kelas.

Dua orang cewek tiba-tiba memegangi kedua tangan ana yang baru keluar dari bilik toilet.

Ana menatap malas ketiganya.
Chelsea, selena dan si margarin.

Chelsea tersenyum smirk.
"Kalau penampilan loe seperti orang gila kira-kira afkar masih melirik loe nggak?"

Selena memegang gunting dan spidol permanen.

"Sel, yakin nih aman?" Margareth sedikit cemas.

"Tenang aja, nih cewek miskin nggak akan ngadu" Ucap selena mengambil sejumput rambut depan ana.

"Ayo sel cepetan, sebelum the 'A' nyariin dia" Ujar chelsea.

Selena mengangkat guntingnya bertepatan dengan ana yang menghentikan waktu.

Ketiganya mematung.

Ana menatap bosan ketiganya.
Selalu saja begini.
Di setiap dimensi tiap gue dekat sama cowok ganteng pasti aja ada yang cemburu.
Kenapa cewek-cewek ini nggak mencari cowok yang bisa mencintai mereka aja, kenapa harus ngejar-ngejar cowok yang jelas-jelas nggak tertarik sama mereka.
Padahal ketiga cewek ini cantik dan kaya walau minus akhlaknya batin ana.

Enaknya di apain ya ketiga cewek nyebelin ini..

Ana bisa saja menghapus ingatan ketiganya tentang dirinya atau the 'A' tapi perasaan cinta dan benci bisa muncul kembali.

Ana yang bisa mempengaruhi pikiran dengan mudahnya bisa membuat ketiganya mematuhi atau bahkan memuja ana.
Tapi buat apa..

Lebih seru kalau..


Kantin.

"Bidadari sini" Panggil chio melihat ana muncul di kantin setelah dari kamar mandi.

Ana duduk di sebelah al karena chio duduk di sebelah afkar.

"Apa terjadi sesuatu?" Tanya al melihat ana tersenyum.

Ana tidak menjawab hanya tersenyum pada al.

"HAHAHAHAHAHAHAHA" suara tawa memenuhi kantin.

"WOI ADA ONDEL-ONDEL"

"BUKAN ITU JOKER VERSI CEWEK"

"BADUT ITU SIH"

Al, afkar dan chio tertegun melihat tiga orang cewek dengan wajah penuh coretan spidol menghampiri ana.

"Cewek sialan, ini kerjaan loe kan!" Tuduh selena emosi masih memegang spidol permanen warna merah di tangannya.

Ketiganya tadi pingsan sebentar di kamar mandi dan saat terbangun mereka shock melihat wajah mereka.

Margareth terisak.
"Hiks.. Ana jahat hiks"

Chelsea hendak menjambak rambut ana namun al menepis tangan chelsea dan mendorongnya, membuat chelsea terjatuh di lantai dan meringis.

"Jangan sentuh ana!"ancam al menatap tajam chelsea.

Ucapan marah al membuat semua orang terdiam.

"Chio, ana..hiks jahat sama margareth lihat nih muka margareth hiks" Margareth mengadu pada chio.

Ana's Destiny (6) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang