⭐nya di tekan ya
Kamsahamnida
Jujur author untuk cerita yang ini agak lupa, maklum udah lama..
🤭
⭐nya dan Peminatnya juga dikit jadi males ngetik.
Baru inget ada satu draf yang udah lama di ketik tapi belum di upload.
Agak 17+
Bijak dalam membaca.
Happy reading.
Mau bilang apa sama
Ana
Sky
Alkael
Afkar
Archio
Arzhio
Arlio
Ardhio
Argio
Arashi
Erick
Selena
Chelsea
Margareth
Adelle
River
Sea
Keith
Jun
Greya
***
Mansion alastar.
"Bagaimana kondisi al?" Ana memasuki kamar alkael yang terbaring di atas tempat tidurnya.
Ana sudah berganti pakaian dengan celana pendek dan kaos oversize yang hampir menutupi celana pendeknya.
Afkar yang semenjak tadi menjaganya menghela nafas.
"Masih tidur"
Ana mendekat ke tempat afkar duduk, ana mengelus kepala afkar.
"Kalau ngantuk lo juga bobo aja"
Afkar melingkarkan tangannya di pinggang ana, menyandarkan kepalanya di perut ana.
"Chio gimana?"
"Sama tidur juga setelah di kasih obat penawar sama kakaknya"
Ana menangkup kedua pipi afkar, membuat afkar mendongak menatap wajah ana.
"Gue mau istirahat ya, lo juga jangan bobo terlalu malam"
Afkar mengangguk dengan wajah merona.
Ana sekilas melihat sky yang menjauh dari pintu kamar yang sedikit terbuka.
Maaf sky batin ana.
Ini semua gue lakukan agar kita juga bisa bersama.
***
Beberapa menit kemudian.
Kamar ana.
"Ah afkar"ana kaget karena afkar memasuki kamarnya dan naik ke atas ranjangnya.
"Aku kangen pelukan kamu" Afkar berbaring di sebelah ana dan memeluk erat ana yang sedang tidur.
"Aku tidur di sini ya" Pinta afkar.
"Hm" Jawab ana agak heran gaya bahasa afkar berubah jadi aku kamu.
Cup
Afkar mengecup bibir ana.
Ana yang awalnya ngantuk jadi melotot.
"Karena kamu jawab pakai hm"ucap afkar iseng tertawa pelan.
Kalau di pikir sekarang dirinya lebih banyak bicara terutama jika dengan ana.
Ah tawa itu..
Gue merindukannya.
Ana memandang wajah afkar mengelus pipinya.
"Apa kamu mau menikah dengan aku?" Tanya afkar tiba-tiba.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ana's Destiny (6)
Fantasy(Ana yang menghilang setelah dari pemakaman soobin menuju dimensi aura) Tanpamu.. Seluruh dunia tampak memutih Apakah kamu lupa dengan janji yang pernah kamu buat. Mengapa kamu menyerah begitu cepat di depanku. Kamu melakukan ini dengan sangat muda...
