35. Virgin

14 2 0
                                        

Jangan lupa ⭐nya

Hatur nuhun.

***

Club

"Loe kenapa mabok, bukan loe banget ini sih" Gerutu chio pada afkar.
"Untung nggak ada yang gangguin sahabat polos gue"

"Memang ada yang berani cari gara-gara sama the 'A' itu juga kalau mau mati" Ujar al.

Afkar yang mabuk menatap kedua sahabatnya dengan tatapan bingung.
"Chio sama al ada lima"

"Aduh afkar loe bikin susah aja" Gerutu chio.

"Kita bawa balik ke mansion gue!"perintah al.
Kalau di bawa pulang ke rumah afkar, bisa habis afkar di gebukin ayahnya.



Sementara itu di lorong.

Arashi yang kehilangan jejak ana tampak marah tanpa tau kalau ana masuk ke dalam salah satu kamar di lorong.

Untuk masuk ke dalam kamar memang butuh sidik jari penghuninya, jadi arashi pikir ana tidak mungkin ada di salah satu kamar.




Di dalam kamar VVIP Club.

"Siapa kamu?" Tanya pria itu dengan nafas memburu seperti menahan sesuatu.

"Maaf, aku masuk sembarangan ke kamar kamu, tadi ada orang jahat, jadi aku numpang sembunyi di sini" Ana mencoba menjelaskan.

Sial kenapa harus gerhana bulan di saat yang tidak tepat.
Kekuatan gue hilang, gue jadi nggak bisa teleport.
Ana memicingkan mata menatap pria itu dan tersadar kalau pria itu hanya memakai celana panjang hitam tanpa atasan dan memperlihatkan roti sobek delapan kotaknya yang wow banget.

"Keluar!" Usirnya.

Galak banget sih batin ana.
"Pintunya terkunci" Ujar ana memberitahu.

Pria itu dengan nafas berat terhuyung berjalan ke arah pintu mendekat ke arah ana.
Pria itu menempelkan jarinya pada pinggiran pintu otomatis.

Tit..
Pintu terbuka.

Ana berbalik badan dan mendongak menatap pria itu hendak mengucapkan terima kasih namun tiba-tiba pria itu mendorong tubuh ana membuat pintu kembali terkunci dan tubuh keduanya menempel.

Deg.

Pria berambut cokelat itu menelan ludah mencium aroma harum yang keluar dari tubuh ana.
Dirinya merasa bergairah.
"Maaf, gue akan tanggung jawab" Ujarnya dengan suara serak menahan sesuatu dan langsung mencium ana yang terkejut.
Ana memukul bahu pria itu mencoba mendorong tubuhnya menjauh namun gagal.
Tenaga ana kalah.

Ana merasakan tubuhnya di angkat dan di lemparkan ke atas tempat tidur.

Ana yang terbaring di tempat tidur panik saat pria tampan yang baru ana sadari bermata biru itu mengukung tubuhnya.

"Tolong jangan lakukan ini" Pinta ana berontak dengan nafas tersengal karena pria ini mencium leher ana dengan penuh nafsu membuat tanda merah di leher ana.

Kekuatan pria itu jauh di atas ana yang tanpa kekuatan kristalnya, ana hanya bisa terdiam pasrah saat pria itu menyalurkan hasratnya pada ana.

Percuma kalau gue melawan cowok yang di pengaruhi obat perangsang ini.
Bagaimana ana bisa tau..
Karena tau dari gejala dan ciri-cirinya, ana pernah mengalaminya sendiri.

Brengsek lepas dari serigala malah masuk ke kandang harimau batin ana memejamkan mata saat merasakan sesuatu menghujam bagian bawahnya.
Sakit..
Kenapa rasanya sakit seperti baru pertama kali batin ana.

Ana's Destiny (6) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang