Semangat membaca..
⭐jangan lupa
***
Mansion alastar
Pagi hari.
"Selamat pagi" Sapa ana lalu duduk di sebelah alkael.
"Pagi"jawab al tersenyum.
Keith menatap ana tajam.
"Bagaimana sekolah, apa kau bisa mengikuti pelajarannya?"
"Bisa" Jawab ana singkat.
"Tugas setiap minggu di ganti menjadi setiap hari, untuk lebih detailnya akan di berikan padamu oleh jack" Keith meneguk kopinya lalu berangkat kerja tanpa mendengar jawaban ana.
"Maaf" Ucap al mengelus kepala ana.
"It's okay" Walau ana penasaran apa tugas yang akan di lakukannya setiap hari.
Setelah selesai sarapan.
Alkael pamit lebih dulu meninggalkan ana dengan jack.
Jack memberikan ana selembar kertas.
Tugas ana merawat alskyan
1. Memastikan alskyan makan tiga kali sehari dan Minum obat secara teratur.
2. Mematuhi keinginan alskyan.
Note: Ana harus menjaga rahasia, jika bocor maka perjanjian sebelumnya di batalkan.
"Alskyan?" Ana memandang jack.
"Tuan muda alskyan adalah kakak dari tuan muda alkael, beliau baru saja sadar dari koma dan kembali tinggal di mansion ini"
Ana mengangguk mengerti.
Lumpuh dan hilang ingatan batin ana membaca pikiran jack.
"Kenapa tidak memanggil perawat yang lebih ahli saja?"
"Tuan keith tidak ingin siapapun mengetahui tentang kondisi tuan muda alskyan"
"Ah rupanya begitu"
Ana melihat seorang pelayan menghampiri dengan baki berisi makanan.
"Tuan muda menolak makan" Ucap pelayan itu berwajah takut pada jack.
"Berikan padaku" Ucap ana meminta baki berisi bubur ayam itu.
"Di mana dia?'tanya ana pada jack.
"Di kamar" Jawab jack.
Ana menuju kamar alkyan.
Kamar alskyan.
Pintu kamar alskyan tidak terkunci ana masuk.
Ruangan begitu gelap.
Ana bisa melihat seorang pria terbaring di atas ranjang.
Ana menaruh baki lalu membuka tirai hingga cahaya matahari menerangi kamar.
Ana melihat sosok pria tampan berusia 28 tahun terbaring, wajahnya sedikit membuat ana bergetar karena teringat sky.
"Aku tau kamu sudah bangun" Ucap ana menatap alskyan yang memejamkan kedua matanya.
Alskyan membuka kedua matanya dan terpesona melihat wajah cantik yang tersenyum ramah padanya.
Lalu tersadar dan menatap tajam ana.
"Siapa kamu?"
Ana termangu menatap mata biru alskyan.
Persis mata biru Sky.
Ana mendekat.
"Aku membawa sarapan untukmu"
"Aku tidak lapar"tolaknya.
Ana dengan mudah bisa menyembuhkan alskyan tapi nanti orang lain bisa curiga kalau alskyan tiba-tiba sembuh.
Pelan-pelan saja deh batin ana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ana's Destiny (6)
Fantasía(Ana yang menghilang setelah dari pemakaman soobin menuju dimensi aura) Tanpamu.. Seluruh dunia tampak memutih Apakah kamu lupa dengan janji yang pernah kamu buat. Mengapa kamu menyerah begitu cepat di depanku. Kamu melakukan ini dengan sangat muda...
