BAB 4

198 18 1
                                        

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Seluruh siswa di minta untuk berkumpul sesuai kelas masing masing dan diabsen. Di khawatirkan ada salah satu murid yang belum sampai.

"Solar, kita satu kamar ya?" Ucap Thorn dengan raut wajahnya yang seperti memohon.

"Hehehe, iya lah. Mau sama siapa lagi kalo bukan sama gue" jawab Solar.

Dari kejauhan Blaze masih memandang Solar dan Thorn yang terlihat rapat dan tidak dapat di pisahkan.

"Cih" lirik Blaze.

"Woi Aze...bantuin ge..berat cuy" Ice yang membawa 3 koper terlihat sedikit kesusahan.

"Salah lu, bawa koper sampe 3" lirik Blaze, namun tetap membantu teman nya itu.

"Yeee, terserah gue lah" jawab Ice sedikit menyinyir.

~~~~

Pukul 20.00 setelah semua murid istirahat, mereka diminta untuk makan malam sebelum tidur.

"Anzay....makan apa kita?" Tanya Gentar yang baru saja selesai mandi dan menghampiri Sopan yang sedang bersantai di teras vila.

"Minimal pake baju kek, jangan cuma pake kolor. Gak malu dilihat ciwi ciwi noh?" Ucap Sopan melirik Gentar yang berdiri di samping nya.

"Hehehe....biarin lah, biar mereka semua lihat! Betapa ganteng dan menawan nya seorang Gentar Xuelen" jawab nya narsis dan membanggakan diri.

"Dih" lirik Sopan dengan menggeleng kan kepala nya.

~~~~

"Solar~ sini" lambai tangan Thorn kepada Solar.

Solar pun menghampiri Thorn yang duduk bersama dengan Blaze, Ice, Hali dan Taufan.

"Lar, lu jangan suka sendirian. Ntar di culik mampus lu" ucap Hali meledek Solar.

"Ya kali gue mau mandi berdua" lirik nya dan jawabannya nya dengan nada yang menyinyir.

"Ih Solar, kaya gak biasanya aja" ledek Thorn.

"What the- serius kalian pernah mandi berdua?" Blaze sedikit terkejut dengan ucapan Thorn barusan.

"Gak anjing, ya kali" Solar tidak terima, karena memang ia tidak pernah mandi berdua dengan siapa pun itu.

"Mencurigakan..." Lirik Taufan yang memandang tubuh Solar dari atas hingga ke bawah.

"Astaga....... Gak guys, percaya banget sih" Solar menepuk dahi nya karena teman nya tidak percaya pada nya.

"Btw, Gempa mana?" Sambungnya dan mengalihkan pembicaraan.

"Pacaran kali dia" jawab Hali singkat.

"What!? Pacar- emang punya?!" Tanya Solar tidak percaya.

"Buktinya dari tadi dia sama Yaya mulu" sambung Taufan.

"Wah... seorang Gempa punya pacar...gue pikir dia cowok mahal" ucap Solar mengangguk anggukkan kepalanya.

"Hubungan nya apa?" Tanya Ice dengan nada yang sedikit ingin tertawa.

"Ya......begitu" jawab Solar tidak meyakinkan dan tidak jelas.

"Gaje lu" lirik Blaze.

"Dih, kenapa lu? Tatapan lu kaya gak suka banget sama gue" ucap Solar seperti kesal karena pandangan Blaze yang beda dari yang lain.

"Cih" Blaze mengalihkan pandangan nya melihat ke arah lain, ekpresi nya juga terlihat kesal.

"Eh! Gue gak pernah punya salah sama Lo ya! Kita ngobrol aja jarang bngst" Solar menyenggol bahu Blaze dengan sedikit keras dan kesal.

"Hah!? Lu emang mikir kalo lu itu gak punya salah sama gue! TAPI DI GUE, SALAH LO ITU BANYAK!" ucapan Blaze sedikit keras dan kesal. Ia juga menarik kerah baju Solar dengan kuat.

"Anjing Lo" Solar reflek memukul pipi Blaze dengan keras hingga Blaze hampir terjatuh.

"Stop stop stop!!!"Ice menengahi perkelahian mereka.

"Bisa gak sih gak usah main tangan! Siang tadi Gempa sama Hali, sekarang Lo berdua!" Sambung nya.

Ice pun menarik tangan Blaze menjauh dari Solar dan yang lain nya. Mengajak nya untuk makan di tempat lain.

Blaze sempat memandang Thorn dengan pandangan nya yang sedih. Namun Thorn mengalihkan pandangannya, walaupun ia tau blaze sedang menatap nya.

~

~~~

"Gempa, dari mana saja kamu?" Tanya Supra pada Gempa yang baru saja datang di perkumpulan para OSIS.

"Sorry kak, tadi ada urusan" jawab nya sedikit menundukkan kepalanya.

Semua OSIS berkumpul di meja bundar dan mengelilingi meja tersebut.

"Baik, semuanya sudah berkumpul. Aku ingin menyampaikan pada kalian, selaku anggota OSIS. Aku minta kalian mengawasi setiap teman kelas kalian. Ini tempat yang baru kita kunjungi dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika kita tidak berhenti hati" jelas Supra dan menyampaikan nya secara detail dan teliti.

"Gempa, bagian mu untuk mengawasi teman teman mu itu" ucap Glace pada Gempa.

"Baik kak" tegas nya dan menerima perintah dengan serius.

"Dan, aku akan mencoba untuk mengawasi Ice juga" sambung.

"Heh...tidak perlu repot-repot, dia hilang juga tidak masalah" jawab nya dengan sedikit tertawa.

"Eh? Kok..." Gempa ingin bertanya kembali tentang ucapan Glace barusan, namun Frost menarik tangan Gempa dan berbicara padanya.

"Titip Blaze, jangan sampai dia keluar dari area vila" pinta nya pada Gempa, nada bicaranya juga sedikit khawatir dengan sepupu nya itu.

Gempa hanya mengangguk dan mengerti. Dia pasti akan menjaga semua teman nya. Termasuk teman satu circle nya.





Oke guys....
Cukup sampai disini dan terimakasih telah mampir untuk membaca cerita ku yang kurang nyambung ini
Tpi..................
Dari pada gabut yekan...

CERITA ANAK SEKOLAH [CAS]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang