Happy reading
☄️☄️
'ga perduli seindah apa masalalunya, masalalu tetep masalalu dan gue tetep pemenangnya'
-Shani Skayara Abhista
Disini lah Shani dan Zen berada, di perpustakaan. Zen menemani Shani yang tengah menyelesaikan tugas dari kepsek mengenai acara kemping yang hanya tinggal di hitung hari lagi.
Shani tengah sibuk dengan laptop miliknya sedangkan Zen merasa bosan sudah 4 hari Shani sibuk dengan kegiatannya, ia slalu di abaikan oleh shani
Zen menoel noel pipi Shani dengan telunjuknya membuat perempuan itu menoleh
"Kenapa?" Tanya Shani
"Kamu sibuk terus, sama akunya kapan?" Tanya Zen meletakkan kepalanya di meja sambil menatap Shani
"Sebentar lagi ya? Aku harus selesain laporan nya hari ini" ucap Shani
Zen mengembuskan nafas nya pelan lalu kembali memandang wajah Shani hingga tanpa sadar tertidur disana
"Aku udah selesai, mau ke kantin?" Shani menoleh saat merasa tak ada jawaban dari Zen
Ia melihat wajah tenang Zen yang tengah terlelap dalam tidurnya, Shani ikut meletakkan kepalanya di meja ia menatap wajah Zen lalu mengusap rambut lelaki itu lembut
"Maaf ya aku sibuk terus" gumamnya menatap dalam Zen
Cup
Shani mencium pipi Zen sebelum akhirnya ia meninggalkan Zen disana, Shani hanya pergi ke ruang kepsek untuk memberikan laporan, ia juga tak tega untuk membangunkan Zen jadi ia memutuskan untuk membiarkan Zen terlelap disana toh nanti ia juga akan kembali lagi.
Chika melihat Zen yang tengah terlelap ia tersenyum lalu duduk di sebelah Zen
"Zen, aku pikir aku bisa tanpa kamu, ternyata engga, aku kangen kamu, aku kangen semua hal tentang kamu Zen" ucap Chika mengusap pipi Zen lembut
"Kenapa takdir mempertemukan kita yang ga mungkin bersama? Kenapa aku harus jatuh cinta sama kamu? Kenapa First love aku harus kamu? Zen semakin aku coba lupain kamu, semakin perasan aku menginginkan ada disisi kamu" ucap Chika
Zen merasa terusik ia perlahan membuka matanya ia langsung mundur saat menyadari di hadapannya bukanlah Shani melainkan Chika, Zen langsung melihat ke sekeliling mencari keberadaan Shani.
"Nyari siapa?" Tanya Chika lembut
"Ci Shani, tadi gue sama ci Shani" ucap Zen masih mencari keberadaan dari sang kekasih
Tak lama Shani terlihat berjalan ke arahnya, ia langsung menghampiri Shani yang sudah menatapnya tajam
Deg..
Shani terkejut saat Zen langsung memeluknya, bahunya teras basah menandakan Zen menangis?
"Kenapa tinggalin aku? Kenapa ga bangunin aku?" Tanya Zen
"Aku kaget tadi bukan kamu, aku beran ga tau kenapa Chika ada disana, jangan marah" ucap Zen membuat Shani tersenyum
"It's okay, maaf aku ga bangunin kamu, aku ga tega aku tadi cuma ngasih laporan aja" ucap Shani
Zen melepaskan pelukannya menatap Shani dengan sisa sisa air matanya
"Don't Cry" ucap Shani lembut mengusap sisa air mata di pipi Zen
Chika menghampiri Shani dan Zen, Zen langsung merangkul pinggang ramping Shani untuk lebih dekat dengannya
"Gue ga mau ada salah faham, Tian temen gue, gue ga mau dia mikir yang aneh aneh, satu lagi gue udah punya pacar, ada hati yang harus gue jaga, kita udah selesai, hubungan kita udah berakhir dengan baik gue harap kita bisa urus urusan kita masing-masing" ucap Zen lalu membawa Shani untuk pergi dari sana
KAMU SEDANG MEMBACA
Eternal |new version| - {Tidak Dilanjutkan}
Roman pour Adolescents100% fiksi belaka harap bijak dalam membaca semua tempat, karakter dan nama hanya fiksi belaka jadi diharapkan bagi pada pembaca tidak membawa serius cerita ini kedalam real life ya.. up hari Jumat dan Minggu
