-Goldie

3 0 0
                                    

Vera pulang dengan keadaan yang sangat berantakan. Beruntung matahari belum terbit. Bahkan sinarnya belum terlihat.

Di waktu subuh ia berjalan dengan terhuyung-huyung, rambut berantakan serta tas sandang kini berganti nama menjadi tas seret.

"Pak!"

"Eh non? Enon dari mana? Kok pulang jam segini?"

Vera mengabaikan pertanyaan itu, ia jalan terus tanpa perduli. Sampai nya di kamar, ia langsung membersihkan diri karena menurut nya dirinya sangat kotor.

Di kamar mandi, ia menatap dirinya di pantulan cermin. Wajahnya datar nan pucat. Tidak ada ekspresi di wajah tersebut, tapi mata nya terdapat api yang membara jika bisa di lihat.

3 jam berasa di kamar mandi membuat dirinya semakin pucat, tubuh dingin serta kulit yang keriput karena berendam di bathtub terlalu lama.

Ia memilih beristirahat, lalu dirinya terlelap ke dalam mimpi.

***

Vera terbangun, dan diam-diam dirinya menuruni tangga lalu menuju dapur.

Terlihat di sana ada seorang wanita cantik tengah melakukan sesuatu. Vera menatap wanita itu dengan rasa benci, pandangan nya kini beralih kepada seorang wanita paru baya yang sedang memotong sayuran di meja.

Menatap pisau yang di gunakan wanita itu dirinya tersenyum. Wanita paruh baya itu langsung menatap nya dan melemparkan pisau tajam tersebut tepat mengenai mata nya.

"Ah! Hah hah hah" Vera terbangun dengan nafas terengah-engah.

Ia meraih handphone miliknya lalu mencari nomor seseorang di suatu grup.

"Halo?"

"Halo kak Vio"

"Ini siapa yah?"

"Vera kak"

"Ohhh, Hai sayang. Apakabar? Bagaimana kemarin? Kamu seneng?"

Vera tersenyum mendengar itu "iya kak, aku baik"

"Tau gak aku kangen kamu" Kata Vio. Ia berusaha merayu lagi dengan kata-kata yang menurutnya manis.

"Kangen tubuh mu juga, aku gak bisa jauh-jauh dari kamu"

Sungguh jijik rasanya mendengar itu, Vera langsung memberikan kata-kata.

"Kangen tubuh aku? Baiklah, aku akan melayani mu kak. Kita ketemuan besok. Aku share lock nanti"

Mendengar itu, Vio langsung terbang. Tak sabar dirinya menunggu hari esok.

***

Keesokan harinya, malam tepatnya pukul 18:57.

"Pak, bisa gak aku minta tolong sebentar?" Tanya Vera.

"Bisa kok non, apasih yang gak bisa untuk non Vera" Kata pak wahyu.

Wahyu, security itu langsung saja pergi membelikan apa yang di perintahkan nona kecilnya.

Ia lalu masuk ke dalam rumah. Dan menuju ke meja makan.

"Non, bibik pulang dulu yah. Makasih yah non buat makanan nya" Kata wanita itu.

"Iya sama sama bik" Kata Vera tersenyum.

Beberapa menit, tidak ada orang di rumah itu sampai terdengar suara bel rumah yang berbunyi.

Vera sudah tau siapa yang datang.

"Hai kak Vio" Sapa nya nya ramah.

"Hai sayang ku" Sapa balik Vio.

"Ayo kak masuk"

Vera or RevaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang