20

524 54 0
                                        

Hinata membuka mata, melirik ke kanan dan ke kiri, putih. Hinata masih sedikit pusing, dia merasakan sedikit perih di bagian wajah, juga benda aneh yang menempel di kepalanya. Seorang wanita menghampirinya, itu Natsu, managernya.

"Kau sudah sadar, syukurlah" Natsu tampak senang.

Hinata menatap Natsu. "Aku dimana?"

"Kau di rumah sakit" Natsu memberikan air juga sedotan untuk Hinata.

Hinata mengerjapkan mata. "Apa yang terjadi padaku?"

"Kau pingsan. Apa kau tidak ingat dengan kecerobohanmu itu?" Natsu sewot.

Hinata mendelik. "Berapa lama aku pingsan?"

"Hanya sepuluh jam" Jawab Natsu malas.

Hinata menghela nafas. "Oh"

"Oh? Kau bilang oh? Kau hampir kehilangan project mu kau tau?" Natsu darah tinggi.

Hinata membelalak, dia baru ingat, projectnya. "Lalu?"

"Untung saja aku pintar, kau juga untungnya cepat sadar. Jadi aman" ucap Natsu sensi.

"Kau yang terbaik, aku menyayangimu" Hinata menaik turunkan alisnya.

...

Hinata sudah diperbolehkan pulang, goresan dipipi dan pelipisnya sudah mengering dan mengelupas, tinggal menghilangkan bekasnya saja. lalu kepalanya? Oh my God. Pemulihannya akan sedikit lama.

Gadis itu sedang berbaring di samping kolam renang, menghabiskan sore dengan menikmati teh jasmin sambil menunggu matahari terbenam.

"Ngapain di sini?" ucap seorang wanita yang tiba-tiba datang.

Hinata mendelik. "Mengagetkan saja"

"Kau tidak ingin menonton drama kesukaanmu itu?" Natsu sewot.

Hinata menyesap tehnya lagi. "Aku ingin menunggu matahari terbenam saja"

Natsu mengernyitkan dahinya. "Tidak biasanya"

"Entahlah, rasanya seperti mengenang seseorang" Hinata menatap lurus ke depan.

"Astaga, pingsan 10 jam membuatmu sangat aneh begini?" Natsu tidak habis pikir.

Hinata mendelik. "Pergi sana"

Natsu mendengkus, meninggalkan Hinata yang mesih ingin berlama-lama menikmati sore. Mengenang seseorang? Oh, ayolah, Hinata belum pernah berkencan dengan siapapun!

...

Hinata menjalani perawatan khusus untuk kulit dan kepalanya. Sebagai seorang bintang, penampilan merupakan kebutuhan primer yang selalu di utamakan. Melihat dari awal karir Hinata sebagai model, maka visual merupakan modal utama.

Hinata sudah beberapa kali melakukan perawatan, wajahnya sudah pulih sempurna seperti sedia kala. Kulit kepalanya sudah sembuh, jahitannya sudah mengering dan pulih. Namun..

Sang dokter mengatakan. "Kulit kepalanya sudah bagus, tinggal menunggu pertumbuhan rambutnya saja"

Oke, kepala bagian atasnya memang dibotak, melintang dibagian yang robek, dan pertumbuhan rambut itu tidak bisa secepat itu. Jikalaupun tumbuh, tetap tidak bisa menyamai panjangnya rambut yang lain.

Oke, Hinata harus sabar. Ini cobaan!

...

"Kau akan melakukan syuting episode terakhir mulai lusa" Natsu menjelaskan.

Hinata mengangguk. "Okey"

"Jaga kesehatanmu, mungkin syuting terakhir nanti akan diawasi langsung oleh pimpinan agensi" ucap Natsu panjang lebar.

Hinata mendelik. "Benarkah?"

"Oh, Tuhan. Bukankah produser Nara sudah memberi tahu?" Natsu emosi.

Hinata nyengir. "kau tau aku sangat kelelahan"

Natsu memutar bola matanya. "Kau selalu seperti itu. untung saja aku baik hati"

Hinata menatap Natsu malas. "Terserah"

Entahlah, akhir akhir ini Hinata mudah sekali pusing, kadang berkunang-kunang, untung saja tidak sampai pingsan. Mungkin ini efek dari kelelahan saat syuting.

...

Hinata tengah melakukan siaran langsung lagi setelah berminggu-minggu. Dia ingin menyapa para penggemarnya, sekalian mengingatkan mereka untuk menonton dramanya yang akan segera tayang.

Dramanya akan segera tayang ya kak?

"Iya, jangan lupa menyaksikan yaa"

Tanggal berapa kak?

"Ahahaha... itu wewenang produser yaa"

Rekomendasi minuman di malam yang dingin ini kak

Hinata tampak berpikir. "Mmmm, minuman yaa.. biasanya aku minum teh jasmin setiap sore"

Kenapa jasmin kalo boleh tau?

"Mungkin karena rasanya enak dan aromanya bikin mood lebih baik"

Kayak ada yang beda ya

Hinata mengernyitkan dahinya. "Beda gimana?"

Wajahnya kayak lebih bersinar

Iyaa,, kayak jadi makin cantik aja

Hinata tersipu. "Ahahaha.... setiap pagi aku rutin membasuh muka pakai air rendaman beras, jadi mungkin karena itu"

Ya, anda sekalian pasti tau manfaat beras jepang kan?

Kak Hinata masih pake cara purba?

"Ahahahah... bener banget lagi"

Entahlah, Hinata juga merasa ada yang asing dengan kebiasaanya. Sebelumnya dia tidak ernah minum teh jasmin setiap sore, juga tidak pernah membasuh wajah dengan air rendaman beras saat pagi.

Lalu, darimana kebiasaan itu terwujud?

...

Your Majesty ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang