Malam itu Hinata bersama Natsu menghadiri sebuah acara di gedung milik keluarga Uchiha. Gedung yang menyediakan berbagai ukuran tempat itu telah menjadi pilihan nomor satu bagi para penyewa untuk segala jenis acara.
Seperti sekarang ini, Hinata menghadiri acara penghargaan artist berbakat dan terpopuler tahun ini. Dengan suksesnya drama yang dibintanginya juga eksistensinya sebagai public figure yang selalu meroket, tentu saja dia berhak mendapatkan thropy itu.
Hinata begitu cantik, dengan dress yang memperlihatkan tulang selangkanya yang indah juga belahan dadanya yang sangat menggoda itu. Semua kamera mengarah kepadanya saat keluar dari mobil. Hinata tersenyum, membungkuk, melambaikan tangan, lalu berjalan diatas karpet merah.
Bagaimana tanggapan anda mengenai drama ini?
Natsu datang dengan sedikit tergesa, membungkuk di hadapan para wartawan. "Mohon maaf, artis Hyuga Hinata akan segera memasuki gedung. Terimakasih"
Mereka melangkah pergi, memasuki gedung dengan arahan penjaga berjas hitam.
...
Di ruang kerja, pria bersurai pirang masih sibuk memberi perintah lewat ponselnya, tampak berwibawa dan sangat tegas.
"Lakukan tugasmu dengan baik" ucap pria itu mengakhiri panggilannya.
Dia segera menuju kamar, memakai dasi, jas juga jam tangan dengan harga selangitnya. Begitu tampan, terlihat sangat menggoda, sangat tidak sia-sia jika harus menjatuhkan harga diri agar bisa jadi teman ranjangnya.
Pria itu memandang foto wanita cantik di meja kejanya sekali lagi, bibirnya tersenyum, ada rasa rindu disetiap tatapannya itu.
"Kita bertemu, sayang"
Pria itu melangkah dengan percaya diri, memasuki mobil yang sudah dibukakan pintunya oleh sang bodyguard. Melaju dengan kecepatan sedang, membelah kota.
...
Hinata dipersilakan duduk dikursi baris ke dua, kursi untuk para pemain drama. sedangkan Natsu? entah dibaris berapa, dia sudah besar bahkan mungkin sudah tua, jadi tidak perlu banyak diperhatikan, dia bisa menjaga dirinya sendiri, pikir Hinata.
Beberapa pelayan wanita menghampirinya, memberikan air minum, camilan juga kain brokat untuk menutupi bagian atas tubuh gadis itu yang terekspos. Bahkan pelayan itu memberikan mainan, menekan gigi dinosaurus. Hinata mengernyit, dia tidak memintanya.
Hinata sebenarnya sangat senang, bahkan dia menerima mainan itu dengan mata berbinar. Gadis itu buru-buru mengatur sikapnya, tidak boleh berteriak kegirangan di dalam acara formal seperti ini. Tidak sopan!
Gadis itu hanya tersenyum, menerima barang dari pelayan dengan sopan, itu memang seharusnya. "Terimakasih"
Pelayan itu ikut tersenyum, membalas Hinata. "Sudah tugas kami" dia membungkuk, lalu pergi ke belakang.
...
Hinata menaiki podium saat namanya di panggil. Dia menarik nafas, berjalan dengan anggun dan begitu yakin, menaiki tangga, mengambil thropy yang ditunjuk oleh sang MC.
Hinata berjalan ke arah microphone, bersiap memberikan prakata. "Pertama, saya sangat berterimakasih kepada Tuhan, masih memberikan kemurahan kepada saya sehingga masih tetap bisa berkarya"
"Yang kedua untuk keluarga juga semua tim sukses yang sangat membantu keberhasilan saya sehingga bisa memaksimalkan kinerja, saya sangat senang, kita semua bisa bekerja sama dengan baik"
"Selain itu saya sangat berterimakasih kepada para penonton setia khususnya para penggemar yang telah memberikan dukungan penuh kepada kami semua, saya akan berusaha yang lebih baik lagi agar selalu membahagiakan kalian semua. Terimakasih"
Hinata tersenyum, membungkuk singkat, berjalan ke sebelah kiri menuruni tangga.
...
Natsu menghampiri Hinata, membisikan sesuatu padanya. "Kau akan bertemu pimpinan agensi setelah ini"
Hinata mengernyit. Pimpinan agensinya itu sungguh semena-mena. Kemarin dia membatalkan pertemuan saat gadis itu sudah duduk manis di ruangan yang sudah di tentukan, bahkan dia terpaksa membatalkan acara ke salon bersama Sakura.
Dan sekarang, dengan begitu tidak punya hati, menyuruh Hinata menemuinya? Apakah dia itu tidak tau jika acaranya berakhir tengah malam?
"Dimana?" Hinata bertanya.
"Nanti akan ada yang menjemputmu" Natsu masih berbisik.
Hinata mengangguk. Untung saja Hinata dianak emaskan, coba saja kalau tidak. Ingin rasanya dia mencekik leher pimpinannya itu saat bertemu nanti.
...
KAMU SEDANG MEMBACA
Your Majesty ✓
Fanfic👸🏻 : "Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi perlahan, aku menyadarinya. Aku ingin kembali, karena ini bukan tempatku." 🤴🏼 : "Aku bahagia saat kau kembali, meskipun tidak sama seperti sebalumnya. Aku tidak ingin menangisi kepergianmu lagi...
