25

567 54 0
                                        

Seorang pria pirang bertubuh tinggi tegap telah berada di restoran mahal di pusat kota, duduk di bagian tengah ruangan luas itu yang telah dia sewa untuk malam ini.

Pria itu menuggu seseorang, gadis cantik yang dia pandangi fotonya setiap kerja. Bahkan setiap bangun tidur.

Dia sudah menunggu momen ini betahun-tahun, dimana dia dan gadis yang ia cintai akan bertemu lagi di kehidupan selanjutnya, bersama-sama lagi, bersatu kembali kemudian menua dan mati bersama.

Pria itu sangat ingat bagaimana dulu dia berdo'a kepada Tuhan agar dipersatukan kembali dengan sang pujaan hati, bersujud lama sekali, memohon dengan sangat sungguh-sungguh.

Beberapa menit lagi, doa itu akan terkabul.

...

Flashback on..

Naruto ingat saat Hinata menyebutkan bahwa dia adalah gadis dari masa depan yang tersesat dimasanya. Entah bagaimana pria itu berpikir, namun dia percaya, meskipun terdengar aneh.

Saat kehilangan Hinata, dia selalu berdoa dengan segenap rasa putus asanya, ingin dipertemukan kembali dengan Ratunya itu dikehidupan yang akan datang meskipun dalam wujud yang lain. Bukan sebagi raja dan Ratu lagi.

Nyatanya Tuhan maha mengabulkan doa, mempertemukan Hinata saat gadis itu masih berumur 18 tahun, berlenggok diatas catwalk dengan percaya diri. masih cantik seperti dulu, meskipun berubah versi.

Pria itu segera menyuruh asistennya menemui Natsu, manager Hinata. Berusaha menawari Hinata bergabung di agensi miliknya, menjadikan Hinata sebagai bintang yang sangat digandrungi oleh semua orang.

Setelah proses negosiasi yang dilakukan Natsu dan asisten Naruto, Hinata mendatangi agensi tersebut, menandatangani beberapa kontrak yang telah disepakati.

Naruto melihat Hinatanya dengan gugup di layar, melihat bagaimana Hinatanya begitu bahagia menerima tawaran itu, memerhatikan Hinatanya yang tidak berhenti tersenyum.

Naruto sangat rindu, sangat ingin memeluk Hinatanya, namun Naruto yang sekarang tidak memiliki keberanian itu, sehingga hanya bisa mengamati Hinata dari jauh, memberikan fasilitas terbaik, memastikan Hiatanya hidup dengan nyaman.

Semakin lama Naruto semakin tersiksa dengan rasa rindunya itu, sehingga dia ingin sekali menunjukkannya pada Hinata. Pria itu membuat Hinata memimpikan dirinya saat sedang pingsan di rumah sakit, memperlihatkan kepada gadisnya itu bahwa dulu sekali mereka pernah menjadi sepasang suami istri di kerajaan Yutaka yang dia pimpin.

Disitulah Naruto bisa memeluk Hinata, bisa mencurahkan semua rindunya pada sang Ratu, bisa melakukan apapun lagi. Bahkan tidur bersama dan membuat bayi.

Ya, Naruto bisa melakukannya. Lalu siapa Naruto yang sekarang ini?

Flashback off...

...

Hinata tersenyum lalu membungkuk sopan. "Maaf atas keterlambatan saya"

"Tidak masalah sama sekali" Naruto mempersilahkan Hinata duduk.

Naruto mengamati penampilan Hinata, jujur dia kurang suka. Seharusnya hanya dia yang boleh melihat keseksian itu. Namun ini sudah beda zaman.

Hinata mengamati sekitar, sangat sepi, mungkin pimpinannya itu sudah menyewa lantai ini. Tapi, tapi, tapi kenapa hanya berdua? Bukankah ini sama seperti berkencan?

"Maaf, apakah hanya ada saya dan bapak yang ada disini?" Hinata memberanikan diri.

Naruto mengangguk. "Benar"

Hinata memilin bibirnya. "Sepertinya sangat penting"

Ya, Hinata berpikir mungkin saja pimpinannya itu ingin membicarakan hal penting dan tidak boleh ada yang tau. Seperti mencaci maki kinerjanya mungkin?

Harus ditempat yang sepi, tidak ada orang apalagi wartawan, agar pamornya sebagai artist tetap melejit tanpa skandal. Ya, karena Hinata merupakan penyumbang terbesar atas kesuksesan agensinya, pikir gadis itu. Bukankah memang begitu?

"tidak, hanya ingin memberikan ucapan selamat atas keberhasilan dan kerja kerasmu" Naruto masih menatap Hinata.

Gadis itu membolakan matanya. Jadi, jadi, jadi dia telah berprasangka buruk? Tuhan amuni aku.

Hinata nyegir. "Ah, ahaha.. ini sangat berlebihan, bahkan lebih tepat disebut dengan kencan"

Mampus! Dia pasti akan mendapat omelan sudah berkata seperti tadi.

Naruto mengangkat sebelah alisnya, lalu tersenyum. "Kita memang sedang berkencan"

Gotcha! Kecerobohan Hinata sangat membantunya, dia tidak perlu repot-repot menjelaskan maksud dan tujuannya mengajak gadis cantik itu kemari. Cukup memberikan tatapan datar, kata-kata yang sangat tidak terpikirkan oleh Hinata, lalu membuat gadis itu terkejut dan gugup.

Dengan begitu bukankah semuanya akan menjadi mudah?

Hinata sangat gugup sekarang ini, bahkan sangat ingin pergi saja dari tenpat itu. Diajak kencan oleh pria tampan paripurna, tajir melintir yang digandrungi para wanita, seorang pimpinan agensi tempatnya bernaung?

Sungguh, bukankah keadaan ini bisa membuat gadis itu jantungan?

...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

...

Your Majesty ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang