yoongi menghela nafas kasar setelah menutup pelan pintu unit apartementnya. ia kemudian berjalan menuju kamar hendak melihat kekasih cantiknya sudah tidur atau belum. karena setaunya, chaeyoung belum makan sama sekali sedari tadi.
namun, baru saja ia melangkah masuk. ia sayup sayup mendengar suara dentingan gelas dari arah dapur, dengan berjalan pelan-- ia melangkahkan kakinya menuju dapur. bibirnya sedikit tertarik ke atas begitu melihat chaeyoung berdiri di depan meja makan hendak menuangkan air ke dalam gelas.
"sayang" panggil yoongi dan berjalan mendekat pada chaeyoung.
chaeyoung sendiri yang melihat sosok yoongi hanya bisa mendengus kesal. ia mengacuhkan pemuda itu yang kini berjalan ke arahnya.
"sayang, mau aku bikinin susu gak? aku ambillin makan ya" tawar lelaki itu.
si wanita hanya diam enggan menatap lelaki yang kini berdiri di depannya.
"sekarang kamu du---"
"apaansih?!" bentak chaeyoung kala yoongi menyentuh pundaknya berniat menuntunnya untuk duduk di kursi. "jangan pegang pegang saya om. saya alergi sama sentuhan om" imbuhnya mengomel sembari membersihkan pundaknya sendiri.
yoongi yang melihat dan mendengar itu terdiam beberapa saat. lelaki itu bingung harus sedih atau tertawa. karena ekspressi yang di perlihatkan kekasihnya itu sungguh menggemaskan saat ini.
"s-sayang, jangan marah marah dong. nanti baby kita sedih" peringat yoongi yang kembali hendak menyentuh chaeyoung.
namun lagi, dengan cepat wanita cantik itu menghindar. ia benar benar sebal pada lelaki di depannya ini, dasar pembohong, buaya. makinya dalam hati.
"baby kita? sorry, ini babyku. kalau kamu pingin punya baby juga, bikin sendiri tuh sama bu suran. tadi habis kesini kan?" ketusnya.
"s-sayang" yoongi yang mendengar penuturan chaeyoung sedikit takut dan terkejut. darimana wanita ini tau jika tadi suran datang berkunjung. wah, bisa di pastikan chaeyoung akan semakin marah dan kecewa padanya ini, kan dulu dia sempat bercerita kalau tidak tau alamat ini selain dirinnya dan sang kekasih hati. pasti sekarang chaeyoung sedang berpikiran yang tidak tidak tentangnya dan suran.
"apa? kaget ya? dasar buaya, bisa bisanya bohong. emang dasar! paling bener aku minta pisah"
secepat kilat yoongi langsung meraih pundak chaeyoung dan menghadapkan wanita itu agar menghadap ke arahnya. "sayang, dengerin aku dulu ya. aku bisa jelasin"
"aku udah capek, aku gak butuh penjelasan apapun" jawab chaeyoung.
"sa--'
"awas, minggir" suruh chaeyoung dengan mendorong pelan perut yoongi.
namun yoongi tidak mengalah dan menyerah begitu saja. kini lelaki itu meraih tubuh chaeyoung dan memeluknya erat. ia sudah tidak bisa menahannya lagi, ia benar benar merindukan sosok chaeyoung. sudah cukup selama beberapa hari ini ia menahan untuk tidak memeluk wanita di depannya ini karena sedang berseteru.
"aku jelaskan sebentar, aku sungguh tidak tau bagaimana wanita iitu bisa sampai disini sayang. aku tidak berbohong. aku tidak pernah sekalipun menceritakan atau bahkan mengatakan alamat apartement kita" jelasnya.
"tapi dia sampai disini? kalau tidak ada yang memberitahu, mana mungkin dia sampai disini" omel wanita itu lagi masiih dengan mendorong pelan perut yoongi.
"aku benarr benar tidak tau sayangku, tapi dari perkiraanku, sepertinya dia pernah membuntutiku. dan sampai akhirnya mengetahui alamat apartement kita"
chaeyoung terdiam, ia juga tidak bisa menyalahkan yoongi sepenuhnya. memang dasarnya saja si suran itu kecentilan, pasti wanita gila itu masih berusaha mendekati yoongi. dan bisa saja yang di ucapkan yoongi benar, kemungkinan besar wanita itu membuntuti yoongi.
KAMU SEDANG MEMBACA
DADDY [M]
Fanfiction21+ mengandung adegan dewasa. harap lebih bijak lagi dalam memilih bacaan karena kecelakaan itu, chaeyoung mau tak mau harus menjalin cinta rahasia dengan salah satu dosennya. "tuan yoongi itu penyumbang nomor satu di kampus ini kamu harusnya senen...
![DADDY [M]](https://img.wattpad.com/cover/357743223-64-k552197.jpg)