Minggu, 5 Mei 2024
Dalam keadaan membisu,
Aku diam termangu.
Walau hembusan angin malam
yang mencekam,
Aku tetap diam tak tergoyahkan.
Sungguh sangat lelah,
Dibalik jiwa yang selalu mengalah.
Tidak ada waktu untuk membagi keluh kesah,
Selain hanya bisa pasrah.
Aliran darah seakan membeku,
Seiring dengan tubuhku
yang menggigil sembilu.
Nafasku tercekat,
Seiring dengan tali yang mengikat.
Nyatanya aku memang lemah,
Hingga dikalahkan oleh keadaan.
Tak ada lagi jiwa yang harus didengarkan,
Selain hanya menunggu takdir yang telah ditentukan.
Malam yang kelam,
Sebagai hari penentuan.
Waktu kian berputar,
Seiring dengan nafas terakhir
Yang ku hembuskan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ruang Citraan
Poetry[ Bismillah, berani lo plagiat, gw tunggu hukumannya di akhirat! ] "Ketika kata-kata tak cukup untuk mengungkapkan perasaan, puisi hadir untuk memberikan suara pada hati yang terdalam." Imaji atau Imajinasi adalah susunan kata yang bisa memperjelas...
