20. Nafas Terakhirku

10 2 1
                                        

Minggu, 5 Mei 2024

Dalam keadaan membisu,
Aku diam termangu.
Walau hembusan angin malam
yang mencekam,
Aku tetap diam tak tergoyahkan.

Sungguh sangat lelah,
Dibalik jiwa yang selalu mengalah.
Tidak ada waktu untuk membagi keluh kesah,
Selain hanya bisa pasrah.

Aliran darah seakan membeku,
Seiring dengan tubuhku
yang menggigil sembilu.
Nafasku tercekat,
Seiring dengan tali yang mengikat.

Nyatanya aku memang lemah,
Hingga dikalahkan oleh keadaan.
Tak ada lagi jiwa yang harus didengarkan,
Selain hanya menunggu takdir yang telah ditentukan.

Malam yang kelam,
Sebagai hari penentuan.
Waktu kian berputar,
Seiring dengan nafas terakhir
Yang ku hembuskan.



Ruang CitraanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang