Misi Akan Selesai

117 10 2
                                        

Tempat yang tidak seharusnya Okalina singgahi,kali ini ia terpaksa memasuki tempat itu.

Okalina hanya duduk disamping Karin yang dari tadi menangis seraya meminum minuman keras.

  "Sebenarnya apa yang terjadi Rin?"

Karin mengusap air matanya,ia kembali meminum air keras itu.Entah berapa gelas dari tadi yang jelas cewek itu sudah mabuk.

"Gue....."

"Gue dihantui seseorang yang telah meninggal beberapa bulan yang lalu!"

Dengan keadaan Karin yang mabuk,Okalina bisa memanfaatkan keadaan itu dengan menanyakan semuanya.

"Di hantui siapa?"

"Hmm...Vio!"

Okalina membulatkan matanya,"Vio?"

"Ya,keliatannya dia dendam sama gue karna gue pernah menjualnya!"

"Jual kesiapa?"

"Banyak...Ada juno,devan,gilang,givano...hmm..dan banyak lagi.."

Rasanya Okalina ingin menonjok cewek itu,tapi kalau ia marah tentu akan membongkar semuanya.Jadi perkiran mereka benar,kalau Karin pelakunya.

Lagi lagi berurusan dengan Givano,Okalina tidak akan membiarkan semua ini.Givano dan Karin akan menanggung perbuatannya.

"Hahaha! Gue capek dihantui cewek itu...Gue mau hidup tenang!" ujar Karin seraya terkekeh tak jelas seperti layaknya orang mabuk.

"Huh! Gimana lo hidup tenang? Kami akan buat lo tambah ga tenang hidup didunia ini Karin!" batin Okalina.

***

"Jadi gitu...Geram banget gue woi..."

Okalina menceritakan semuanya pada saudara saudaranya itu.Hikaru yang sedang menyetir mobil menyimak dengan jelas.

"Sekarang ke kantor polisi!" ujar Hikaru.

Tak lama kemudian mereka sampai di kantor polisi tersebut.Hikaru dan Okalina yang akan masuk lalu melaporkan semuanya.

  "Saya punya bukti pak! Ini rekaman pengakuan darinya!" ujar Okalina lalu menghidupkan rekaman suara yang memang disengaja ia rekam sewatu tadi.

Semuanya Okalina dan Hikaru jelaskan,bukti bukti yang selama ini mereka cari sekarang telah diserahkan kepada polisi.

"Dan saya juga minta untuk menuntut Karin agar mendapat hukuman yang setimpal sama dengan Givano yang baru saja teman saya bawa kesini..Karena mereka berdua pelakunya pak!" jelas Hikaru.

Polisi itu memgangguk."Baik! Kami akan memproses semuanya!"

***

"Oh iya! Kan kak Alfan disini!" gumam Shahira.

"Guys gue susulin Okalin sama Aruu dulu ya!" pamit Shahira lalu turun dari mobil tanpa mendengar jawaban dari saudara saudaranya itu.

"Alasan! Pasti ingin ketemu Alfan!" ujar Naqila walau itu tidak lagi didengar Shahira.

Shahira berjalan memasuki kantor polisi,baru saja akan melangkahkan kakinya untuk masuk,tiba tiba ada yang memanggilnya.

Shahira membalikan tubuhnya,melihat siapa yang memanggilnya itu.

"Kak Alfan!"

"Hay!"

"Iii..Lama ga ketemu!"

Alfan terkekeh pelan,"kangen ya?"

"N-ngak!" elak Shahira,ia baru saja sadar apa yang dikatakannya.

"Truss ngapain kesini?"

"Laporin sesuatu!"

Tujuh Alur Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang