Happy Readingg..
Vote
And komen
Hembusan angin begitu sejuk menyapa pipi Okalina yang tengah duduk di taman pekarangan rumahnya.Ia tak bisa bekerja saat ini, kepalanya terus saja berisik memikirkan siapa yang harus ia bawa ke Amerika nanti.
Yah, Farhan dan Jesika akan mengizinkan Okalina pergi asal ada temannya karena tak mungkin seorang diri pergi kesana.Amerika itu jauh dan bagi seorang cewek pergi sendirian kesana mungkin tidak aman.Awalnya Okalina sedikit kesal dengan tidak diizinkannya ia ke Amerika sendirian tapi setelah berfikir panjang ia sadar kalau perkataan Farhan dan Jesika ada benarnya.
"Gimana ya? Ata juga kuliah ga mungkin bisa nemenin gue." batin Okalina.
"Arkghhhh!!" Okalina mengacak rambutnya furtasi.Pikirannya sangat buntu tak tau harus mengajak siapa.Tak lama kemudian salah satu pembantu yang ada disana menghampiri Okalina.
"Nak Lin! Kamu dipanggil Ibu, katanya ada yang nyariin Nak Lin," ujar pembantu itu.
"Oh! Oke Bi."
Okalina pun beranjak dari bangku yang ia duduki lalu berjalan menuju ke dalam rumahnya lebih tepatnya ke ruang tamu.Tak butuh lima menit, ia pun sampai disana.
*Deg!*
Okalina mengernyit heran melihat sosok laki laki yang ia kenal duduk disana. Heran, kenapa laki laki itu datang kesana? Bahkan yang lebih mengejutkan ia bersama wanita paruh baya yang sudah lama Okalina kenali. Tak lain Ibu Intan yang dulunya anaknya membantu Okalina terlepas dari begal.
"Bu Intan? Pak Zaish?"
Keduanya tersenyum lebar pada Okalina.Sedangkan Okalina masih menampakan wajah bingungnya.
"Okalin..Duduk dulu sini!" ujar Jesika menepuk sofa yang di sampingnya.
Okalina menurut, ia pun duduk disana seraya memandang heran kedua orang yang datang tersebut.
"Sebenarnya kedatangan Pak Zaish dan Bu Intan kesini untuk apa?" tanya Okalina.
"Kamu masih ingat kan Nak? Waktu itu Ibu bilang kamu dibegal trus diselamatin anak Ibu. Dan yah, ini di samping Ibu ini adalah anak Ibu, Zaish," jelas Intan.
"Hah? Ibu serius?"
"Iya Nak!"
Okalina beralih menatap ke Zaish."Pak...Makasih banyak! Mungkin kalau tak ada bapak saya tak ada disini lagi! Sekali lagi terima kasih!"
"Iya sama sama Lin. Tapi saya kesini bukan ingin mendengar kata terima kasih kamu," balas Zaish.
"Lalu?"
"Saya ingin melamar kamu! Okalina Stevania."
*Deg!*
Okalina melototkan matanya tak percaya.Tak pernah terlintas olehnya jika seorang Zaish melamarnya apalagi ia kenal hanya karena bisnis pekerjaan.
"Tapi kenapa?" tanya Okalina
"Karena semenjak setelah saya menyelamatkan kamu, saya berjanji akan menikahi kamu, jika kamu masih sendiri."
"Saya tak yakin, saya hanya perempuan yang jauh dari agama tak sepadan dengan Pak Zaish yang banyak orang bilang paham agama.Mana mungkin kita bersama, sedangkan diantara kita tak ada yang namanya cinta," jelas Okalina panjang lebar tapi tak lama kemudian terlintas di kepalanya suatu ide.
"Tunggu, kalau gue menikah, otomatis gue bisa dong ke Amerika sama Zaish," batin Okalina.
"Kamu salah Lin, saya sudah jatuh cinta sejak pertama kali bertemu kamu, dan soal kamu jauh dari agama, saya akan membimbing kamu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Tujuh Alur
Roman pour AdolescentsBagaimana jadinya jika tujuh anak cewek yang bersahabat dari kecil di panti asuhan di angkat jadi anak sekaligus oleh seorang CEO. Ketujuh cewe yaitu Hikaru,Okalina,Renata,Shahira,Alexa,Anasya,dan Naqila. Mereka adalah anak yang di adopsi oleh ora...
