Happy Reading
Jangan lupa vote
.
.
.
Hari dimana matahari belum muncul sepenuhnya, hanya terdengar suara ayam berkokok.Pagi pagi sekali Alastar dan Naqila berangkat ke bandara agar tak telat penerbangan.
Sampainya di bandara mereka berdua langsung masuk ke dalam pesawat.Mungkin terlalu lelah bangun pagi pagi, Naqila langsung tidur setelah masuk dalam pesawat.Ia menyandarkan kepalanya ke bahu Alastar, melihat itu Alastar pun menghelus kepala Naqila agar lebih nyaman.
"Pasti capek ya? Dah, Lo tidur aja!" gumam Alastar seraya tersenyum manis.
****
"Ra...Hey...Bangun.." sahut Alfan dengan lembut.Ia mengelus kepala Shahira sampai istrinya itu terbangun.
"Ra...Sholat subuh."
"Haaumm!!! Udah subuh?" tanya Shahira dengan suara khasnya yang baru bangun tidur."Kakak kapan bangunnya?" tanya Shahira melihat wajah laki laki itu sudah segar tak terlihat seperti baru bangun tidur.
"Jam 3 tadi."
Shahira mengubah posisinya menjadi duduk.Ia mengernyitkan dahinya bingung.Apa yang Alfan lakukan jam segitu? Pikir Shahira.
"Jam tiga? Kaka ngapain?"
"Sholat malam Ra, taubat, hajat, tahajud."
"Hah? Kenapa Kaka ga bangunin aku?" cemberut Shahira.Padahal ia juga ingin solat malam terlebih itu solat taubat.Banyak sekali yang ingin ia minta ampunkan kepada Allah.Dari dulu Shahira tak pernah taat pada Tuhannya sendiri, ia takut dosa dosanya ia bawa ke akhirat kelak.
Alfan tersenyum, tangannya terangkat mengusap pucuk kepala Shahira."Kan Adek yang ga mau bangun.Dah sana mandi dan wudhu!" ujar Alfan lalu kembali duduk di sajadahnya yang dari tadi menemaninya berzikir.
Shahira diam dan kembali mengingat dan ternyata benar, dirinya lah yang tak ingin bangun.Malu sekali dirinya, ia yang protes namun ia juga yang tak ingin bangun.Tapi tunggu, ada satu lagi yang membuatnya berpikir sekaligus tersipu.
"Hah? Adek?" batin Shahira.
"Ra? Apa aku yang mandiin?" tanya Alfan melihat Shahira masih duduk di kasur.
Deg!
Shahira membulatkan matanya terkejut.Ia langsung ketar ketir mendengar ucapan Alfan itu."Oke okee...." ujarnya langsung berlari mengambil handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi.Melihat Shahira ketar ketir Alfan terkekeh kecil, kenapa perempuan itu begitu lucu? Tak salah lagi ia jatuh cinta dengan Shahira.
Setelah mandi dan wudhu, Alfan dan Shahira pun sholat subuh berjama'ah.Tak hanya sholat mereka juga mengaji bersama lebih tepatnya mengajarkan Shahira yang membaca Al Quran masih banyak salah.Bukan tak pandai tapi masih banyak salah tajwid dan panjang pendeknya.
"Ini dibaca panjang Ra..Kalau kamu pendekin artinya jadi berbeda!"
"Ooo..Salah ya?"
"Iya! Dan ini juga, ini ikhfa dan kamu harus dengungkan bacanya."
Satu jam belajar mengaji membuat Shahira lelah.Ia membuka mukenanya lalu bergegas ke kasur untuk tidur lagi.Tapi baru saja ia membaringkan tubuhnya, Alfan menyuruhnya bangun.
"Kalau tidur setelah subuh tak boleh, Ra! Lebih baik kita beres beres kamar," ujar Alfan.
Sejujurnya Shahira tak terbiasa seperti ini, ia sangat mengantuk tapi demi hijrahnya dan demi taat kepada Allah ia pun beranjak dari kasurnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tujuh Alur
Ficțiune adolescențiBagaimana jadinya jika tujuh anak cewek yang bersahabat dari kecil di panti asuhan di angkat jadi anak sekaligus oleh seorang CEO. Ketujuh cewe yaitu Hikaru,Okalina,Renata,Shahira,Alexa,Anasya,dan Naqila. Mereka adalah anak yang di adopsi oleh ora...
