Jangan Mencintai Dalam Diam

70 6 1
                                        

Happy Readingg..

Votenya janga lupaa...

Bunyi gemuruh petir bersatu dengan bunyi hujan nan amat lebat.Zidan dan Okalina berjalan di lorong sekolah mencari tempat untuk berbicara sampai akhirnya mereka memilih untuk duduk di bangku yang memang ada di setiap depan kelas.

  Zidan dari tadi hanya diam melihat Okalina yang menunduk seperti tidak ingin menatap cowok itu.Sejak pertengkaran itu mereka tak pernah berkomunikasi apalagi dengan chatingan ataupun telponan.Walau Zidan pernah beberapa kali menghubungi Okalina tapi Okalina sendiri yang tak membalas dan bahkan memblokir nomor Zidan.

Zidan tau Okalina marah makanya ia juga tak pernah menghubungi Okalina sejak waktu itu.Tapi apakah Okalina masih marah sampai sekarang padahal itu telah tiga tahun yang lalu? Pikir Zidan.

"Lin?"

Zidan masih menatap cewek itu, rasa rindunya selama ini terbalaskan melihat sekarang Okalina bisa ia tatap langsung di hadapannya akan tetapi Zidan menjadi sedih melihat Okalina tidak senang melihat ia di sana.

"Hm?" Okalina mendongak lalu menatap Zidan.

"Kamu masih marah?"

Okalina menggeleng, tapi air matanya sudah di pelupuk matanya.Matanya memerah menahan rasa sakit hatinya.

  Zidan beranjak dari bangku lalu berjongkok di depan Okalina yang sedang duduk.Mata sayu Zidan membuat Okalina semakin sakit hati, mata sayu yang dulu selalu ada untuknya ketika sedih.

"Lo ngapain?" tanya Okalina seraya mengernyit.

"Maafin say-"

"Pakai gue-lo!" potong Okalina.

"Maafin gue Lin! Tapi gue dipaksa orang tua gue untuk ke London! Waktu itu gue ga bisa nolak! Please! I'm sorry! Maafin gue!"

Detik itu juga air mata Okalina jatuh.Kepergian Zidan waktu itu bukan masalah bagi Okalina walau awalnya ia kecewa karena akan ditinggal tapi itu hanya sementara dan Okalina pun mulai menerima.Namun disaat Okalina mulai menerima ia mendengar kabar kalau Zidan mempunyai hubungan dengan perempuan di London tersebut dan sampai akhirnya ia mendengar kabar Zidan akan menikah.Apa itu tak sakit? Cowok yang dicintai secara diam diam menikah dengan perempuan lain padahal dulu ia sedekat itu.Memang ini adalah patah hati terbesar yang dirasakan Okalina.

Okalina mulai terisak, ia tak bisa lagi menahan air matanya begitupun Zidan air matanya jatuh, ia tertunduk di hadapan Okalina.Namun melihat Okalina semakin terisak Zidan kembali duduk di samping Okalina.Cowok itu langsung membawa Okalina dalam dekapannya, membiarkan cewek itu menangis sepuas puasnya.

"Akhhhhhhhhhhhhggg!!! Hiksssss!!! Lo ga tau gue kesepiann !! Hiksss!! Ga ada lagi yang dengerin cerita gue ga ada!! Hikssss...Hikssss!!!" isak Okalina dalam bidang dada Zidan.Sementara Zidan hanya diam seraya mengelus punggung Okalina, ia tahu cewek itu sudah lama ingin menangis sudah semestinya ia membiarkan Okalina mengeluarkan semua isi hatinya.

"L-lo ga tau gue kesepian banget! Hikssss!!! Hiksss!!"

"Iya! Iyaaa!! Maaffff!!!"

"Hikssss....Hiksss!"

Okalina melepaskan pelukan Zidan lalu menghapus air matanya.

"Lo ga perlu minta maaf! Gue yang egois! Seharusnya juga gue ga marah sama lo! Lo berhak kemana aja lo mau pergi! Gue minta maaf ya! Udah ga balas telpon lo, ga balas chat bahkan udah ngeblok kontak lo!"

"Gue tau Lin! Sebenarnya sakitkan? Pasti sakit! Lo hanya pura pura! Tapi...Gue...Gue juga gabisa bantah ayah gue!" batin Zidan seraya menatap Okalina yang sedang menghapus air matanya yang sedikit tersisa di sudut matanya.

Tujuh Alur Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang