Cinta Indah Jika Saling Mencintai

76 5 0
                                        

Happy Reading
Jangan lupa komen dan vote
.....

Siang adalah waktu dimana orang orang 99% melakukan aktivitas.Bukan hanya manusia itu pun berlaku pada hewan hewan.Matahari bersinar cerah, beruntung tak ada tanda tanda akan hujan.

Halaman depan rumah tujuh cewek itu telah dipasang tenda dan juga hiasan hiasannya.Bunga bunga yang Shahira rawat terpajang di segala sisi, warna warni bunga membuat tempat itu begitu indah.Tak lupa juga dengan karangan bunga yang tersusun di jalan masuk.

Foto prewed Shahira dan Alfan begitupun Naqila dan Alastar terpajang dengan indah.Yah, semua persiapan untuk acara besok selesai beruntung cuaca cerah jadi tidak akan membuat semua persiapan menjadi rusak.

Saat ini ketujuh cewek itu akan bersiap ke panti Kasih Bunda.Selain mengasih undangan, ketujuh cewek itu memang dipanggil Nisa untuk datang ke panti karena ada sesuatu yang dibicarakan Nisa pada tujuh cewek itu.Kemungkinan ada sangkut pautnya dengan orang tuanya, pikir ketujuh cewek itu.

Sekitar 30 menit, mereka sampai di panti.Hikaru selaku yang menyetir, ia memarkirkan mobil di depan pagar.Tanpa berlama lama mereka bertujuh pun menghampiri Nisa yang sedang duduk di teras rumahnya dimana ia sedang mengendong Ayra disana.

"Assalamualaikum!!"

"Waalaikumsalam!"

"Udah datang ni anak anak!! Ga kangen sama ibu, hm?" ujar Nisa.

"Ah! Kangen lah Buu!!" ujar Naqila seraya menyalami tangan Nisa begitupun yang lainnya.

"Iii!! Makin lucu aja kamu Ayra, sini sini sama Kak Ata!" ujar Renata mengambil alih Ayra dari gendongan Nisa.

"Kita di dalam aja ya ngobrolnya?" tawar Nisa mereka pun mengangguk lalu masuk ke dalam dan duduk di sofa yang ada di sana.

"Karena kalian sudah tau, Ibu sahabat dari orang tua Ara, Okalin, Annasya dan Qila.Ibu pengen kalian tau semuanya secara kalian juga sudah sepatutnya tau di umur sekarang," ujar Nisa langsung ke inti topik.

"Galang dan Rina! Mereka berdua adalah orang tua kamu, Okalin.Mereka berdua adalah CEO di salah satu hotel," lanjut Nisa.

"Hah?! CEO? Maksudnya yang punya hotel gitu, bu?" bingung Okalina.

Nisa mengangguk."Iya! Waktu kamu masih kecil, suami Ibu yang mengolah semuanya agar hotel tersebut tidak bangkrut.Dan sekarang Ibu akan serahkan hotel itu pada kamu, Lin!"

"Dulu orang tua Ara,Qila dan Annasya itu bekerja di hotel tersebut.Sampai akhirnya Dani! Orang yang selalu merasa tersaingi oleh hotel Galang, ia pun melenyapkan orang tua kalian agar hotel itu bangkrut.Tapi untung ada suami ibu yang bisa melanjutkannya."

"Jadi Ibu ada foto orang tua kami kan? Qila pengen liat!" ujar Naqila.

"Ada!" Nisa beranjak dari sofa menuju nakas yang tak jauh dari sana, ia mengambil sebuah foto dalam laci nakas tersebut."Ini orang tua Okalin, yang ini kamu Ra, dan yang ini orang tua Qila dan Annasya!"

Didalam foto terlihat jelas bagaimana rupa orang tua mereka, dua kata yang bisa mereka katakan yakni."Ganteng dan cantik."

Tanpa sadar air mata keempat cewek itu jatuh ke pipinya.Selalu diselimuti rasa rindu bukanlah hal yang mudah apalagi dengan seseorang yang sudah pergi selamanya.Mengapa orang sekejam itu hingga melenyapkan orang tua mereka? Dasar tak punya hati!

*****

"Kak!"

"Hm?"

"Janji sama Adek ya! Jangan tinggalin Adek!"

Tujuh Alur Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang