Prolog

1.5K 60 5
                                        

HAPPY READING

.
.
.
.

Sumber : Pinterest

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sumber : Pinterest

"Hurm, aroma mie buatan gua se menggoda ini. Perut gua udah krucuk krucuk banget," ujar seseorang kegirangan tidak sabar untuk memakan masakan yang baru saja ia buat.

Kafanny Quenzee aurella

Seorang gadis piatu. Sedari kecil, ia diurus oleh sang Ayah, sampai tumbuh menjadi gadis cerdas ── yang berhasil meraih beberapa puluhan medali dan piala.

Fanny tumbuh menjadi gadis yang memiliki kepribadian dewasa diantara teman-teman lainnya.

Saat Fanny menginjak usia 20 tahun, ia memilih untuk merantau kekota. Ayahnya juga tidak masalah dengan Fanny yang ingin merantau. Sang Ayah hanya berpesan kepada Fanny agar selalu berhati-hati di kota orang.

Saat ini, gadis itu tengah asik memakan mie instant yang baru selesai ia buat. "Mie nya ga pedas sama sekali, gua tambahin cabai bubuk kali, ya. Biar makin jos jis," setelah mengucapkan itu, Fanny beranjak dari duduk nya untuk mengambil cabai bubuk yang terletak di dapur.

Ting

Suara pesan masuk dari ponsel Fanny. Dengan mata yang hanya tertuju pada mie buatannya, ia meraba tempat terakhir kali ia meletakkan benda pipih itu, hingga akhirnya ia menemukan apa yang ia cari sedaritadi. Fanny pun membuka ponselnya, ternyata itu pesan dari teman kosan nya.

Ressa

"Fan gua pulang telat, ya. Gua tadi mau pulang, tapi tiba-tiba banget hujan."

Ressa Ebelant

"Iya. Tapi lu hati-hati di jalan, ya.  Jangan larut-larut, nanti lu di gondol om-om pedofil."

"Lu do'ain gua di culik om-om pedofil?!"

"Bercanda, intinya jangan larut-larut. Bahaya. "

"Iya-iya. Yaudah, gua matiin dulu hpnya takut kesambet."

"Ya."

Pesan singkat mereka pun berakhir begitu saja.

"Ressa pulang telat.... Oke lah, mari kita lanjutkan makan mie," Fanny dengan santai menyuapkan beberapa suap ke mulut nya dengan garbu yang penuh lilitan makanan itu.

Saat Fanny sedang fokus menghabiskan makanan yang ada di depannya. Tanpa sadar, ada orang yang diam-diam memperhatikan Fanny.

Aura penuh kebencian dan dendam menyuluti orang tersebut. Mata itu menatap tajam kearah Fanny.

Pelan tapi pasti, orang tersebut berhasil lolos masuk kedalam kosan murahan Fanny, lewat jendela yang ia bobol. Dengan membawa alat tajam yang mengkilap di bawah cahaya.

Jleb

Fanny yang tidak siap dengan serangan mendadak tersebut hanya bisa mematung dengan kedua bola mata membuat sempurna.

Orang itu menusukkan pisau tepat di jantung Fanny. Setelah selesai dengan urusannya, orang misterius itu mencabut pisau tersebut dari badan Fanny, berlari menuju jendela untuk kabur.

"Pisau dan sarung tangan ini harus ku bakar agar tidak meninggalkan barang bukti," gumam orang tersebut yang sudah cukup jauh dari kosan Fanny.

Fanny pun tewas pada malam itu juga. Niat hanya ingin bersantai di kosan nya dengan menikmati hujan di sertai memakan makanan low budget. Dan sekarang, ia justru tergeletak tanpa nyawa di lantai dingin, di penuhi darah yang menggenang.


Beberapa jam setelah Fanny tewas di kosan nya sendiri. Suara langkah kaki santai terdengar dari arah pintu luar.

Ceklek

Kenop pintu dibuka oleh seseorang yang ternyata adalah Ressa, teman se kosan nya Fanny.

"Yuhu, Ressa yang cantik dan baik hati ini sudah pulang~" teriak Ressa dengan suara yang cempreng merusak gendang telinga bagi yang mendengarnya.

Ressa yang merasa tidak ada sautan pun mencari keberadaan Fanny, teman se kosan dan se perjuangan nya.

"Fanny! teman baik mu ini sudah pulang, kau dimana!" teriak Ressa lagi yang memanggil nama temannya dan menanyakan keberadaannya.

Ressa berjalan ke kamar mereka. "Biasanya jam segini Fanny sedang asyik membaca novel kebanggaan nya itu," batin Ressa.

Saat sudah sampai di pintu kamar mereka, Ressa membuka perlahan pintu tersebut. Baru sedikit terbuka, indra penciuman nya tiba-tiba mencium bau anyir dan bau busuk menyengat.

Membuka pintu dengan lebar, Ressa di buat terbelalak kaget. Teman nya yang selalu berjuang bersamanya dulu, sekarang sudah tergeletak tak bernyawa di lantai.

Dengan air mata yang berlinang, nafas Angek tercekat, tenggorokan nya seakan akan mengunci dirinya untuk tidak berbicara sepatah kata pun.

Perlahan lahan, Ressa mendekati jasad Fanny yang sudah mulai mengeluarkan bau tidak sedap.

Di rengkuh nya tubuh teman nya itu, pikirannya sungguh kacau mengingat teman nya sudah tiada.

Ressa menangis tersedu sedu mengguncang tubuh Fanny yang tidak bernyawa. Tanpa sadar, Angel melihat bekas tusukan pisau tepat di jantung Fanny.

Melihat sekeliling, ia tidak menemukan satu pun benda tajam itu di sekitar jasad Fanny.

Mata Ressa berembun, kebencian dan balas dendam mulai menguasai dirinya. "Aku akan membalaskan dendam mu."

☘☘☘☘☘☘☘☘

By : Luppy713 kata

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

By : Luppy
713 kata

TRAVEL (rombak ulang) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang