Part 7

704 39 4
                                        

HAPPY READING
.
.
.
.

"Nona, untuk rumah yang di hadiah kan karna sudah mengerjakan misi pertama anda, sudah saya atur untuk kelanjutan nya. Rumah yang di hadiah kan berada di lokasi komplek yang bernama Shion."

Fanny melotot kan matanya kaget. "Rumah yang di hadiah kan se komplek dengan pemeran utama?"

"Anda benar, nona."

"Atas dasar apa aku se komplek dengannya wahai sistem!" Fanny memijat kepalanya yang terasa pusing.

"Bukan saya yang menentukan, nona. Tapi dunia."

Fanny yang mendengar balasan sistem hanya mendengus, atas dasar apa dunia repot repot menghadiah kan rumah yang se komplek dengan Ziro, protagonis pria.

Tidak mau ambil pusing, Fanny meminta sistem untuk mengecek status nya. Ia ingin melihat berapa point yang tersisa.

Status
Kafanny Quenzee Aurella

Kecantikan : 70%
Keimutan : 50%
Kepintaran : 86%
Kesehatan : 40%

Keahlian : multitalenta

Point : 9.973

Hadiah : rumah, 200 point

_______________________

"Baiklah, semuanya lancar. Trimakasih, sistem," ucap Fanny dengan tulus kepada sistem nya.

"Itu sudah menjadi tugas saya, nona."

Fanny mengulas senyum hingga kedua matanya menyipit layaknya bulan sabit.

"Nona, saya saran kan anda sekarang mengemasi barang-barang anda yang berada di hotel dan pindah ke rumah baru anda."

"Ya, ide mu bagus juga. Jadi aku tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menyewa kamar. Sekarang aku akan mengemasi barang-barang ku yang ada di hotel."

Jarak dari lokasi teman Ziro ke hotel memakan waktu yang cukup lama. Meski begitu, mobil mahal milik Fanny yang tadi di di tukarkan di toko sistem melaju dengan cepat membelah jalanan, membuat deruman keluar dari mobil tersebut.

Tank militer tadi lah yang Fanny tukarkan menjadi mobil bermerk Bugatti Chiron. Mobil ini dilengkapi dengan mesin W16 8.0 liter quad-turbocharged yang menghasilkan tenaga sekitar 1.500 PS atau 1.479 hp, mampu mencapai kecepatan maksimum 420 km/jam dan akselerasi 0-100 km/jam dalam sekitar 2,4 detik.

Desainnya menggabungkan unsur agresif dan mewah, dengan kabin yang dilapisi kulit dan fitur-fitur yang canggih. 

"Jangan terburu buru, nona. Di hotel nanti anda hanya perlu mengemasi barang-barang yang sekiranya anda butuhkan. Di rumah anda sudah lengkap, mulai dari furniture dan kebutuhan anda."

Fanny berdecak kagum, sepertinya dunia ini memang berniat memindahkan nya ke rumah yang satu komplek dengan Ziro.

"Masih ada beberapa yang tertinggal, meski begitu, aku harus mengonfirmasi pihak hotel untuk check out dari sana."

Beberapa menit berlalu, dengan mobil barunya itu, ia bisa sampai di hotel dengan cepat. Langsung saja Fanny menyelesaikan urusannya yang ada di hotel tersebut dan langsung check out dari sana.

Selesai dengan urusannya, ia menginjakkan pedal gas, melaju kan mobil nya dengan cepat menuju rumah baru nya, sesuai dengan arahan sistem.

Di tengah perjalanan yang membosankan, Fanny baru sadar akan satu hal. "Ah, sistem. Mengapa aku terbiasa dengan kemewahan ini? Bukankah aku dulu seorang mahasiswi melarat?" tanya Fanny dengan raut serius.

"Begini nona, anda bisa terbiasa dengan kemewahan semua ini karna sudah di atur oleh dunia. Pribadi anda dengan yang dulu hanya di ubah sebesar 50% saja. Setengah sikap asli anda, dan setengah nya lagi sikap yang dunia berikan pada anda. Contohnya seperti terbiasa dengan kemewahan."

"Ah, ternyata begitu. Pantas saja setelah hidup beberapa jam disini aku seperti terbiasa dengan semuanya."

Fanny mengangguk faham, ia dengan cepat melajukan kembali mobil mewah nya.

Setelah beberapa menit berkendara, Fanny dan mobil nya kini sudah memasuki perkarangan rumah yang di hadiah kan oleh sistem. Fanny menatap lamat bangunan yang akan menjadi rumah nya di dunia ini untuk beberapa bulan atau bahkan tahun.

"Anda menyukai nya, nona?"

"Karna ini hadiah darimu, aku menyukai nya. Tapi, kenapa harus berwarna pink terang?" Fanny mengernyit jijik kepada rumah barunya itu, sungguh pink yang akan merusak mata.

"Apakah bisa ganti warna, misalnya putih dan hitam? Ugh ini terlihat seperti rumah yang di cat oleh anak TK."

Tanpa membalas keluhan Fanny, sistem dengan cepat merubah warna rumah menjadi putih dan hitam, seperti yang di inginkan oleh nona nya.

Fanny terbelalak, semudah itu mengubah warna rumah. Sudah seperti game simulator saja.

Tanpa banyak keluhan lagi, Fanny akhirnya keluar dari mobil nya dan berjalan masuk ke dalam rumah bernuansa classic.

"Cukup bagus, aku menyukai furniture nya dan tata letak rumah ini. Sebutkan dimana kamar utama, sistem."

"Ada di lantai atas, nona. pintu dengan cat warna putih."

"Terimakasih."

Fanny menarik koper nya yang berisi barang-barang yang dia kemasi tadi di hotel. Dengan menaikkan satu persatu anak tangga, akhirnya ia telah sampai di lantai dua.

"Tidak di sediakan lift, membuat princess ini kesulitan saja," ucap Fanny mendengus sambil mengusap peluh yang meluncur pelan di dahi nya.

Dengan langkah bebek, Fanny melangkah masuk ke kamar barunya. Terlihat luas dan nyaman, dengan cat putih di lapisi emas setiap pinggir nya.

"Hey, tidak buruk. Maksudku jauh lebih baik dari kosan ku dulu."

Fanny menggeser koper nya kearah ruangan yang di khusus kan menyimpan berbagai baju, tas, sepatu, dan perhiasan.

"Untuk apa di sediakan ini, baju dan celana dalam ku hanya 2."

"Untuk kedepannya, nona."

"Secara tidak langsung aku harus belanja baju dan peralatan lainnya yang aku butuhkan, seperti skincare, baju, tas dan sepatu. Oh menghambur kan uang seperti ini sungguh nikmat."

ᰔᩚ  ෆ  ᰔᩚ  ෆ  ᰔᩚ  ෆ  ᰔᩚ  ෆ  

ᰔᩚ  ෆ  ᰔᩚ  ෆ  ᰔᩚ  ෆ  ᰔᩚ  ෆ  

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

by : ivy
825 kata

TRAVEL (rombak ulang) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang