HAPPY READING
.
.
.
.
Saat ini, Fanny sudah bersiap-siap untuk pergi memanjakan diri serta menghamburkan uang yang ia dapat dengan gampang.
Dengan baju baru yang ia cari di toko sistem, Fanny mendapatkan satu set baju stylish cocok dengannya.
Dengan high heels mahal anti kw, ia menghentakkan high heels mahal nya. "Ow syiet, tubuh konglomerat jiwa melarat."
Fanny tertawa pelan dengan anggun, ia harus menyesuaikan diri dengan tubuh yang awalnya gembel menjadi nona muda tanpa warisan atau perusahaan.
Sampai di perkarangan rumah, ia sudah memastikan barang bawaannya masuk semua ke tas mungil milik Fanny.
Ia masuk mobil nya, sebelum memulai perjalanannya, Fanny membuka kaca dan memastikan jika wajahnya tidak terlalu gembel untuk pergi ke luar.
"Yah karna belum ada make up, aku harus pergi dengan wajah natural ini. Meskipun tanpa make up sudah cantik, tapi tetap saja ada yang kurang."
Setelah puas mengoceh, Fanny akhirnya menyalakan mobil nya, tujuannya saat ini adalah pusat perbelanjaan alias mall.
Perjalanan membosankan akhirnya berlalu, Fanny sekarang sudah menginjakkan diri di parkiran mall.
Sesuai perkiraan, Fanny yang bermodalkan tampang kini sudah menjadi pusat perhatian. Tak menghiraukan para gumpalan daging, Fanny dengan cuek melangkah kan kaki memasuki beberapa toko yang menjadi tujuannya.
Lelah dengan acara menghamburkan uang, Fanny sekarang sedang nangkring di toko tas dengan merk ternama. Duduk anggun di atas sofa mahal dengan pemandangan yang di suguhi tas-tas yang sulit Ia pilih.
Seorang karyawan toko membawakan jus segar yang di impor negara sebrang. Karyawan tersebut meletakkan jus itu di meja Fanny. "Silahkan jus nya, nona," setelah membungkuk kan sedikit badan, karyawan tersebut pergi.
Fanny tentu saja dengan senang hati menerima jus gratis tersebut, ia mengambil nya dan meminum dengan perlahan. Sesekali matanya melirik berbagai macam tas yang di pajang.
Sampai akhirnya, matanya menatap satu titik yang menjadi perhatiannya. Fanny berdiri dan menghampiri tas yang terpajang secara terpisah dari yang lainnya.
Karyawan lain mengikuti langkah Fanny. Ia yang sudah peka langsung saja menunjukkan kualitas tas tersebut dan keunggulan tas itu.
"Dengan kapasitas yang be-"
belum sempat karyawan tersebut menyelesaikan ucapannya, Fanny sudah meletakkan satu jari tangan kanan nya ke karyawan tersebut, menandakan nya untuk diam.
Karyawan tersebut menurut untuk diam. "Bungkus kan aku ini, dan tas-tas yang ada di meja itu juga, bungkus kan semuanya. Total dan bayar dengan kartu ini."
Fanny menyodorkan black card pada karyawan tersebut, karyawan yang melihat kartu mahal di depannya dengan senang hati menerima black card yang Fanny sodorkan. Karyawan itu menunduk dan pergi dari hadapan Fanny ke kasir.
Fanny tersenyum puas, ia senang bisa berbelanja tanpa melihat harga seperti ini.
Setelah selesai dengan urusannya di toko ternama tadi, Fanny membawa semua belanjaan nya menuju sebuah toko buku yang ada di lantai tiga.
Ia sedikit kesusahan karna kedua tangannya penuh dengan barang belanjaan, banyak dari orang awam menawarkan bantuan untuk membawa belanjaan Fanny. Tapi Fanny dengan muka polos dan bodoh nya menolak tawaran tersebut.
Tampang dan batin menunjukkan perbedaan, tampang Fanny yang tersenyum cerah menolak tawaran tersebut dengan dalih tidak mau merepotkan orang lain, tapi berbeda dengan batin Fanny yang berisi kebun binatang.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRAVEL (rombak ulang)
Teen FictionNOTE : FOLLOW SEBELUM BACA! Bagaimana jika seseorang mengalami perpindahan jiwa setelah kematian nya?, ini yang dialami oleh seorang pelajar. yuk ikuti cerita ini dengan fany dan sistem 10! start : 15 agust end : - ☘☘☘☘☘ -𝘿𝙞 𝙡𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙡�...
