HAPPY READING
.
.
.
.
Fanny tidak merasakan apa-apa, hingga tubuh nya bercahaya. Karna terlalu silau Fanny menutup matanya hingga dirasa cahaya tersebut sudah menghilang.
Kelopak mata Fanny terbuka, yang pertama di lihat nya adalah wajah perempuan yang nyaris sempurna.
Hidung kecil tapi mancung, Roma pipi alami, kulit seputih susu, dan pipi yang meluber bak slime.
Fanny melotot kan matanya kagum, benarkah ini dirinya?! Deabak.
Seakan bisa membaca pikiran, sistem nya menjawab. "Itu benar, nona. Yang di cermin adalah anda, kecantikan alami bagaikan dewi Aphrodite."
"Itu sangat cocok untukku, dewi yang cantik jelita," Fanny menyunggingkan senyum nya.
Senyuman Fanny yang se cerah mentari menjadi sirna saat melihat baju yang ia kenakan masih sama seperti terakhir yang ia lihat. "Aku juga ingin membeli satu set pakaian dan parfum di toko sistem, berapa pun harga nya. Pakaikan di tubuh ku."
"Baik, nona. Satu set pakaian berharga 10 point dan satu parfum berharga 4 point."
Bukan sulap bukan sihir, baju Fanny tiba-tiba berganti pada baju putih di lapisi cardigan pink soft, di padukan dengan rok pendek jeans berwarna pink soft.
Untuk hiasan di rambut, ia menggunakan bandana putih. Rambut lurus nya di gerai indah.
Tubuh Fanny memunculkan aroma strawberry semerbak. Fanny menyukai aroma ini.
"Simpan parfum nya di penyimpanan sistem, pastinya ada, kan?"
"Tentu ada, nona. Akan saya simpan di penyimpanan agar sewaktu waktu jika anda menginginkan nya bisa saya munculkan aroma tersebut."
"Kau memang pengertian, terimakasih sistem ku untuk semuanya," ucap Fanny berterimakasih pada sistem nya yang telah membantu nya.
"Sudah tugas saya, nona."
"Apakah point sistem bisa di tukar kan menjadi uang tunai dunia ini?" Fanny melupakan bahwa dirinya masih belum memegang uang sepeser pun.
"Tentu bisa, nona. Karna nilai mata uang disini rendah menurut sistem, satu point sama dengan 1 juta."
Mulut Fanny menganga lebar. "Fuck, aku bisa menjadi milliarder. Berikan aku 10 juta. Itu saja sudah cukup."
Tiba-tiba muncul sebuah tas selempang berwarna putih tulang dengan ornamen lucu yang menggantung di tas tersebut.
"Di dalam ada uang 5 juta, nona. Dan sisa nya sudah saya letakkan di rekening anda, kartu dan pin nya sudah ada di tas tersebut."
"Terimakasih, sistem. Meskipun kita baru kenal, kau banyak membantu ku, walau itu tugas mu. Anggap aku sebagai rekan, jika kau butuh aku katakan saja," Fanny mengucapkan itu walau tidak yakin jika sistem 10 akan membutuhkan bantuan nya.
"Tentu, nona. Terimakasih kembali."
Fanny tersenyum lebar, ini saat nya ia melangkah keluar dari tempat pembuangan sampah. Berjalan kearah jalan raya.
Pertama kali keluar, Fanny kagum dengan bangunan bangunan tinggi yang menjulang keatas awan. Dengan banyaknya penduduk sekitar yang berlalu lalang, dan toko penjual makanan maupun aksesoris, semuanya tersedia. Ia bagaikan orang purba yang tinggal di gua.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRAVEL (rombak ulang)
Ficção AdolescenteNOTE : FOLLOW SEBELUM BACA! Bagaimana jika seseorang mengalami perpindahan jiwa setelah kematian nya?, ini yang dialami oleh seorang pelajar. yuk ikuti cerita ini dengan fany dan sistem 10! start : 15 agust end : - ☘☘☘☘☘ -𝘿𝙞 𝙡𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙡�...
