Hyunzi menghela napas, matanya menatap jauh ke arah cakrawala. Kobaran api membakar sebagian Whiterun, cahaya jingga menyala dalam gelapnya malam.
Hyunzi: kobaran apinya sampai menutupi sebagian Whiterun...
Balgruuf: segala jenis sihir tersebar luas ke seluruh dunia tepat seperti kata Izaki... harus apa kita disaat seperti ini?
Balgruuf mengepalkan tangannya, ekspresinya suram. Situasi ini jauh lebih buruk dari yang pernah ia bayangkan.
Kemudian Hyunzi menatap langit, suaranya pelan tapi sarat makna.
Hyunzi: kita hanya perlu diam sembari berharap adanya keajaiban dari energi Yang yang akan datang...
Balgruuf mendengus, ekspresinya penuh ketidakpercayaan.
Balgruuf: kau ini...
Hyunzi tersenyum tipis, tatapannya dipenuhi rasa hormat pada mereka yang telah bertarung habis-habisan.
Hyunzi: mereka yang bertarung mampu membunuh ribuan monster, tapi pada akhirnya mereka akan menghilang dengan menjadi bintang diantara yang lainnya
Ia mengangkat tangannya, seolah menyentuh bintang-bintang yang berkelip.
Hyunzi: namun... ketika mereka bersinar di langit malam layaknya bintang jatuh, cahayanya sedikit redup, tapi... masa depan akan terlihat. itu yang mereka sebut "harapan"
...
Vania berdiri di atas bukit, tatapannya tajam, penuh semangat.
Vania: ayo semuanya, kita adalah harapan bagi semua orang.
Jormungand mulai bergerak, suaranya dalam dan bergemuruh.
Jormungand: I will lead.... the way.... of.... the troops....
Fenrir menggeram, cakarnya mencakar tanah, siap menerkam musuh.
Fenrir: grrh...
Surtr berdiri kokoh, diam tapi auranya membara.
Surtr: .....
Vania memejamkan mata sejenak, pikirannya melayang.
Vania: ....(tidak hanya kau yang ingin menjadi pahlawan, Izaki)
...
Rumble.... rumble..
Guncangan tiba-tiba menghantam tanah, membuat semua orang terhuyung.
"eh?! apa ini? gempa!?"
"guncangan ini aneh! tidak seperti sebelumnya... apakah ini!"
"monster susulan?"
"tidak, lihat itu!"
Mata mereka membelalak.
"!?"
Di kejauhan, sesosok ular raksasa menjulang tinggi, tubuhnya melingkar dengan sisik mengkilap di bawah cahaya bulan. Di sampingnya, seekor serigala raksasa menggeram, matanya berkilat merah darah.
"Ular raksasa?!"
"dan juga serigala... raksasa!"
Vania maju ke depan, suaranya lantang dan tegas.
Vania: tenanglah! aku berada di pihak kalian, aku membawa pasukan untuk berperang!
Keraguan melintas di antara para prajurit.
"b-benarkah ucapannya..? penampilannya menyerupai musuh..."
"ki-kita harus percayakan padanya...!"
Vania menghunus pedangnya, sorot matanya penuh determinasi.
Vania: ...semuanya, seranglah pasukan musuh, jangan sampai ada yang tersisa!!
Fenrir melolong keras, suara menggetarkan seluruh medan perang.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Elder Scroll V: Skyrim [Ragnarok] (Improved ending)
Ação[Season 3] • Akhir dari cerita Izaki... kali ini Ia akan memimpin perang besar dimana Dewa melawan Manusia. 『Disclaimer❗ Cerita ini adalah karya penggemar dan tidak berafiliasi dengan Bethesda Softworks.』
![The Elder Scroll V: Skyrim [Ragnarok] (Improved ending)](https://img.wattpad.com/cover/371927874-64-k535370.jpg)