[Season 3]
• Akhir dari cerita Izaki... kali ini Ia akan memimpin perang besar dimana Dewa melawan Manusia.
『Disclaimer❗ Cerita ini adalah karya penggemar dan tidak berafiliasi dengan Bethesda Softworks.』
Vanitas: jadi apakah kau benar benar ingin menghapus sistem? apa alasannya?
Izaki menatap langit yang dipenuhi pecahan bintang akibat peperangan, napasnya berat, tubuhnya penuh luka, namun tatapannya tetap teguh.
Izaki: aku hanya ingin bebas tanpa bantuan dari teknologi milikmu, aku ingin menjalani kehidupan setelah ini dengan damai
Vanitas menyilangkan tangan, ekspresinya penuh pertimbangan.
Vanitas: hmm... tapi jika begitu, kau akan ikut lenyap karena terlepasnya sistem. kau masih mau untuk itu?
Izaki: ....
Izaki terdiam sesaat, pandangannya jatuh pada tanah yang dipenuhi sisa-sisa pertempuran. Bau darah dan debu masih menguar di udara.
Izaki: terlalu banyak orang yang gugur dalam peperangan ini, salah satunya aku... dan aku ingin mereka semua kembali
Vanitas menatapnya dalam diam, menunggu kelanjutan kata-katanya.
Izaki mengepalkan tangan, suaranya bergetar, tapi penuh keteguhan.
Izaki: aku tau kalau kau memiliki item dengan kekuatan milik Origin, item itu dapat digunakan untuk menghidupkan orang yang mati
Vanitas menarik napas panjang.
Vanitas: ya, benar... tapi item itu sudah mencapai batasnya, dan jaminan untuk menghidupkannya adalah nyawa seseorang
Izaki mengangguk pelan, seakan sudah menerima takdirnya sejak lama.
Izaki: itulah mengapa aku ingin berkorban, dimulai dari menghapus sistem lalu menjadikan diriku sendiri sebagai kekuatan untuk menghidupkan item tersebut
Mata Vanitas sedikit melebar, lalu menunduk, ekspresinya sulit ditebak.
Vanitas: tapi kalau begitu seluruh orang yang dihidupkan tidak akan mengingat kejadian ini, seluruh perjuanganmu akan dilupakan oleh dunia... apa kau masih ingin melakukannya? Izaki: ...
Hening. Lalu, perlahan, sebuah senyuman tipis muncul di wajahnya. Senyuman yang lembut, tapi penuh keteguhan.
Izaki: 😊... aku akan melakukan ini demi melindungi senyuman mereka.
Vanitas menghela napas, suaranya lebih pelan namun tajam.
Vanitas: hmh... aku mengerti, perjuanganmu biarlah aku yang mengingatnya
Izaki menatap Vanitas dengan penuh keyakinan.
Izaki: terimakasih Vanitas: bersiaplah, aku akan memulai kode penghapusan sistem Izaki: baiklah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(n: sorry kalo desainnya ga konsisten dan berubah-ubah, gw masih ga tau mau model kyk gimana😅)